Sunday, 19 March 2017

Pengalaman Menjalani Treatment Wajah di Karadenta Klinik

Saya tipe cewek yang gemar merawat wajah. Sebab dulu pernah jerawatan besar-besar parah sampai tingkat kepedean saya anjlok. Urusan merawat wajah, saya sangat disiplin. Pagi dan malam nyaris tak pernah absen membersihkan wajah dan mengoleskan krim malam, bahkan di dalam kendaraan sekalipun. 

Pada tanggal 18 maret lalu, ada tawaran melakukan treatment gratis senilai satu juta di Karadenta Klinik Malang. Merasa tertarik, saya ikutan deh. Mumpung lagi ada di Malang. Jadwal saya jam 1 siang.

Sebetulnya saya nyaris batal berangkat ke Karadenta Clinic karena hujan deras dan macetnya ampun-ampunan. Tapi udah terlanjur berjanji ya sudahlah. Saya berangkat saja. Syukurlah hujannya segera reda.

Di Karadenta saya disambut ramah oleh seorang resepsionis cantik berkerudung biru. Saya nggak sempat motret beliau karena diminta segera naik. Di atas, kulit wajah saya diperika melalui alat yang berfungsi memotret wajah kita sekalian hasil analisisnya.

 "magic mirror" ini yang motret wajah saya

Setelah melepas kerudung dan dipotret, hasil analisis kulit saya keluar. Poin-poin yang disebutkan benar seperti misalnya jenis kulit saya normal dan agak sensitif. Nah, yang bikin saya shock adalah, sensitivitas wajah saya ternyata tinggi. Sekitar 88 persen. Olala! Saya kaget banget. Nggak nyangka aja kalau tinggi. Terus saya dianjurkan untuk melakukan treatment yang namanya “Rejuve Whitening.” Mungkin karena di dekat bibir kanan saya ada bekas jerawat, jadi biar bekasnya memudar trus ilang.

Kemudian saya dipanggil dan masuk ke ruangan treatment. Mesin-mesin canggih ada di sana. Lagi-lagi saya nggak sempat motret karena tas saya disimpenin sama Mbak Terapis. Mulailah saya diminta berbaring setelah sebelumnya diminta mengenakan penutup kepala. Trus dada saya ditutupi handuk kecil.

Treatment pun dimulai. Penasaran ingin tahu tahap treatment “Rejuve Whitening”? Ini dia.

1. Pembersihan wajah

Wajah saya dibersihkan dengan sabun, dipijat lembut, kemudian dibersihkan dengan spons basah. Tahap berikutnya adalah pembersihan dengan cleansing milk. Enak sekali rasanya, cleansing milknya diratain pakai alat. Rasanya anget-anget gimana gitu. Oya, pada tahap ini saya diminta megang semacam penghantar. Kemudian wajah saya dibersihkan dengan cleansing oil, yang berfungsi untuk menghilangkan minyak di wajah.

2. Black Doll

Black doll ini treatment dengan cara dilaser, fungsinya untuk meregenerasi kulit. Sebelum treatment dimulai, mata saya diberi kapas, lalu ditutup dengan penutup mata warna hitam. Berikutnya, mulailah wajah saya dilaser. Rasanya cekit-cekit dikit seperti digigit semut. Yang paling bikin kaget-kaget ketika laser mulai menyapu bagian atas pipi saya.

3. Laser dengan gel IPL

Wajah saya dikasih semacam gel, lalu ada alat yang mengusap-usap wajah saya. Rasanya dingin-dingin hangat. Fungsi treatment ini adalah untuk mencerahkan kulit.

4. Microdermabrasi

Tujuan treatment ini adalah untuk mengangkat sel kulit mati. Jadi wajah saya diusap alat yang sensasinya seperti ditarik dan dicubit. Setelah sesi ini selesai, terapis menunjukkan pada saya seberapa banyak sih sel kulit mati pada wajah saya. Ternyata... Jeng jeng! Sedikit banget hehe. Syukurlah. Hehehe.

5. Masker

Masker yang saya pakai adalah masker peel of. Pemakaiannya sebentar banget. Kurang lebih 5 menit.

6. Serum dan sunblock

Setelah dimasker, wajah saya dibersihkan kemudian diolesi serum.  Setelah serum di wajah kering, barulah wajah saya diolesi sunblock.


Wedang jahenya enak heh

Abis treatment, saya disuguhi wedang jahe hangat di ruang tunggu. Terus, bagaimanakah efek ke wajah saya?? Waah, wajah saya jadi terasa kenyal dan lembuut banget. Kan saya langsung video call sama sahabat buat pamer. Eh, dia bilang wajah kamu jadi lebih cerah ya. Gitu katanya. Teman-teman saya juga bilang begitu. 


Kiri: mau dilaser, kanan: setelah ditreatment


Terima kasih Karadenta Clinic :). Seneng deh. Ada yang tertarik? Datang aja ke Karadenta Klinik Malang yang terletak di Ruko WOW Blok AP1/15 (Sebelah God Bless Cafe) Sawojajar Malang. Kalau kebingungan, bisa telepon dulu ke 0341 – 3029834. Jam operasionalnya mulai dari senin sampai sabtu, pukul 10.00 hingga 18.00 malam.

Bagi yang penasaran, bisa dilihat-lihat dulu di akun medsos Karadenta Klinik yaitu:
- website                = www.karadentaclinic.com
- instagram            = @karadentaclinic
- Twitter                 = @karadentaclinic
- Facebook page    = Karadenta Clinic
- Youtube channel= Karadenta Clinic

Wednesday, 8 March 2017

PENGALAMAN SERU MENGERJAKAN BUKU "AYO BERSEMANGAT" DAN "AYO KE SEKOLAH"

Seseorang pernah berkata pada saya. “Kamu tahu nggak, bagiku hidupmu penuh kejutan.” Waktu itu saya cuma senyam-senyum. Eh? Kejutan? Kejutan yang bagaimana dulu nih? Manis atau nohok? Hehehe. Saya pikir semua orang punya momen dapat kejutna yang bikin tertawa, terharu, dan menangis. Sama saja. Cuma mungkin di mata someone ini, hidup saya ajaib dan penuh kejutan. Jadi kenapa dia berkata seperti itu? Begini ceritanya.

Akhir tahun 2015 lalu, saya iseng bikin naskah tentang dongeng bertemakan semangat dan sekolah. Alasan saya waktu itu, simple. Ingin berbagi semangat. Sebab punya semangat itu rezeki banget. Ketika seseorang dalam kondisi minus sekalipun, dia bisa happy kalau punya semangat. Tapi manakala seseorang dalam kondisi surplus sekalipun, dia bisa down untuk hal-hal sepele karena nggak punya semangat. So, bagi saya, semangat itu rezeki. Saya ingin berbagi semangat pada anak-anak melalui cerita, agar anak-anak zaman sekarang memiliki semangat yang berkobar-kobar. Aamiin 3x.

Nah. Pas lagi proses pembuatan buku ini, Bapak saya wafat. Mendadak. Jadi pagi masih bercanda. Malam, udah wafat. Saya shock. Tapi masih waras. Alhamdulillah, nggak heboh nangisnya. Bukan karena saya nggak dekat. Kami deket buanget. Mungkin karena Bapak adalah orangtua kandung terakhir, jadi begitu wafat, saya udah harus mikir ini itu. Kesibukan dan ngurus macam-macam menjadi salah satu hal yang bikin kesedihan itu teralihkan. Bukan hilang mendadak.

Nah, pasca Bapak wafat. Saya sering terkenang kalau lagi nggak ngapa-ngapain. Suatu ketika saya lagi galau berat. Ada hal yang bikin saya stuck dan kalo dipikirin bukannya ada solusi malah bikin bete hahaha. Bete itu bercampur mellow karena kangen orangtua. Bagi yang ngecap saya strong. Keliru besar! Saya pernah merasa down dan dont know what to do. Saya ingat waktu itu, bulan Juli tanggal 1. Karena itu ulang tahun saya. Etapi saya galau bukan karena ultah nggak ada ortu. Ada hal yang harus dikerjakan dan saya nggak bisa.

Malam-malam, saya duduk di sofa. Bete. Galau. Puyeng. Saya membatin. Ya Allah, mohon beri saya kejutan manis dan buatlah saya tersenyum. Trus udah deh, saya mainan Facebook dan Instagram. Random aja mainnya. Di situ saya tahu ada akun Bapak Krishna Murti. Pak Polisi satu ini kan ngehits banget. Apalagi waktu itu kasus racun lagi rame-ramenya.

Jujur, saya senyam-senyum baca status beliau. Lucu. Saya suka baca postingan beliau. Akhirnya, karena kurang kerjaan, saya kepo sama IG beliau. Saya follow deh. Dan keisengan saya berlanjut. Saya screenshot foto beliau di IG, saya ingat waktu itu beliau lagi pakek sarung tangan, candid gitu fotonya. Wajahnya nggak jelas. Beliau lagi di TKP. Saya suka foto itu. Abis saya screenshot, saya post di IG, saya tag beliau. Hahaha, ups!

Saya bilang kurang lebihnya: Saya ngefans sama Pak Polisi ini. Di TV kayaknya galak. Tapi di medsos lucu. Ngarep banget difollback, yah itung-itung sebagai hadiah ulang tahun saya.

Saya melakukan keisengan itu tanpa ngarep apapun. Just for fun aja. Abis itu, udah deh. Saya BBMan sama teman. Tiba-tiba ponsel saya berdenting. Dan saya terperangah. What??? Pak Krishna Murti follow me back betulan. Hahaha. Saya senyam-senyum sampe gigi rasanya mau kering. Ya Allah, terima kasih. Saya kembali tersenyum, untuk hal yang amat sepele.

Sudah deh. Entah kenapa, efek senyum itu dahsyat sekali. Saya merasa keruwetan beberapa menit lalu terurai dan ya, saya merasa baik-baik aja. Masalah yang harus dihandle belum beres tapi ah, biarin. Ada masanya beres, ada masanya ruwet hahaha. Waktu pun berlalu. Bulan berganti. Naskah tentang semangat dan sekolah, udah beres diilustrasi.

Kan ada naskah sebelumnya juga, udah diendorse sama salah satu penulis best seller. Masih proses coloring sekarang. Saya kepikiran. Naskah yang semangat dan sekolah ini, kalau diendorse enaknya sama siapa ya? Saya nggak kepikiran minta tolong Pak Krishna awalnya. Beberapa orang saya hubungi, harus antre superlama. Khawatir bakal keburu dicetak, saya menyerah. Entah apa yang ada di kepala saya, tahu-tahu.. TING!

Hei! Kan di naskah semangat ada kisah polisi. Saya bikin cerita itu karena dulu cita-cita saya jadi polisi. Terus karena saya kecil mungil, saya bikin cerita polisi kecil. Saya ingatlah sama Pak Krishna. Maka dengan level pede kelas wahid, saya iseng DM Pak Krishna. Saya udah prepare. Kalau beliau nggak mau. Its okay. Nggak apa-apa. Beliau kan sibuk berat.

Abis DM, saya mulai sibuk dn kembali berpuyeng-puyeng ria, lupa sama DM. Eh tahu-tahu DM saya dibalas. Dari beliau. Alamak! Saya melotot dibuatnya. Saya minum pun sampai tumpah-tumpah wkwkwk. Beliau bilang “boleh”, yang kalau saya tebak, beliau mungkin ngetiknya juga sama isengnya sama saya. Just “boleh”. Saya tanya lagi, saya minta email buat kirim sinopsis. Nggak dibales. Ya udah saya maklum.

Tapi perasaan saya mengatakan, karena dia bilang “boleh” berarti itu semacam agreement nggak formal. Saya DM lagi. Saya tulis sinopsis cerita via DM. Dengan penutup: Kalau Bapak sibuk dan tidak sempat memberikan endorsment, tidak mengapa. Saya bisa mengerti.

Saya nulisnya dari hati terdalam. Asli saya paham betul kalaupun beliau nggak bisa. Eeeh, dibales. Beliau suka sama cerita saya dan beliau kasih nomor wa. Saya diminta wa beliau. Jreng! Oh man! Surprise banget kan? Begitulah hehehe. Beliau kasih endorse via wa. Aslinya sih berliku-liku. Ada momen pas ditagih, Pak Krishna lagi mumet katanya. Lagi nge-hang. Pokoknya ada aja yang bikin tertunda. Jadi saya bolak-balik kontak beliau. Hingga akhirnya perkara endorsment beres! 

Oya. Pak Krishna ini menurut saya orangnya efisien. Sopan banget. Friendly tapi formal. Momen lucu adalah ketika saya wa nagih endorsment. Beliau semangat nulis endorsment puanjang luebar. Eh eh tapi ada yang janggal. Dia nyebut “karya anak-anak Indonesia.” Saya pun wa balik. Saya bilang, “Bapak, saya bukan anak-anak.” Hiih, lha wong foto saya jelas-jelas bukan anak-anak kok. Saya baper. Di dunia nyata dikira anak sekolahan eh, di wa pun demikian. Terus Pak Krishna bilang, “Oh. Maaf, Mbak.” Eaaa, Pak Krishna. Masa anak-anak punya wa.

Endorser berikutnya adalah Pak Ippho. Saya pilih Pak Ippho karena kan beliau motivator. Kalau Pak Ippho, saya kontak ke managementnya. Sekali wa, langsung reaksi mereka bagus. Apa-apa yang harus disiapkan juga mereka sebutkan. Pak Ippho-nya keliling terus jadi saya berkomunikasi dengan tim management beliau. Kalau ke Pak Ippho, maunya dikirimi naskah lengkap. Jadi naskah saya diliat dulu baru beliau kasih keputusan. Akhirnya beliau berkenan kasih endorsment. Tim management Pak Ippho ramah bangeeet. Helpful juga. Hangat gitu. Ke saya nih kayak kenal lama, ramah. Seneng deh.

Jadi ketagihan minta endorse soalnya banyak hal yang bisa saya pelajari dari orang-orang seperti mereka. Mereka kan sosok-sosok populer ya. Termasuk Pak Ippho juga, meskipun saya berkomunikasi dengan beliau melalui tim managementnya.. Pokoknya ketika berinteraksi sama saya, nggak ada itu gap senior-junior. Baik Pak Krishna maupun tim Pak Ippho, aduh friendly banget. Saya kayak bukan orang asing. Pembawaan mereka pas ngobrol tuh santai banget. Formal tetep. Sopan tetep. Tapi santai banget. Kadang bercanda, kadang memotivasi, pokoknya seru.

Begitulah pengalaman saya berinteraksi dengan Bapak Kombes Pol Krishna Murti dan tim dari Bapak Ippho Santosa.Untung galau ya? Kalo nggak galau, mungkin saya nggak akan kepoin akun Pak Krishna hehehe. Bagi yang ingin tahu kenapa sih, mereka mau endorse buku saya? Ini dia sekilas tentang isi buku “Ayo Bersemangat” dan “Ayo ke Sekolah” .

Judul buku: "Ayo Bersemangat" dan "Ayo ke Sekolah"
Penulis     : Widya Ross
Ilustrator  : Rizqia Sadida, Lisa Olivia, Ika Refita, Herni Nurul, Melani Putri
Harga      : Masing-masing harganya 63 ribu saja
Penerbit   : Bhuana Ilmu Populer
Terbit       : 20 Februari 2017
Halaman : 100 halaman
Cerita       : 10 dongeng

Yuk dapatkan buku ini di toko buku terdekat :).

Cover depan

Cover belakang

Cover depan

Cover belakang

Daftar isi buku "Ayo Bersemangat."

Daftar isi buku "Ayo ke Sekolah."

Salah satu ceritadan ilustrasi dalam buku "Ayo Bersemangat."


Salah satu cerita dan ilustrasi dalam buku "Ayo ke Sekolah"



JAGA KECANTIKAN DIRI, JAGA LINGKUNGAN

Jerawatan? Wajah kusam? Itu adalah masalah kulit saya sejak SMA. Kalau cuma kusam masih lumayan lah. Yang membuat tidak percaya diri adalah ...