Sunday, 27 March 2016

BUKU ANAK: MELANGKAH DENGAN BISMILLAH




Judul   : MELANGKAH DENGAN BISMILLAH: Kisah-kisah tentang Kalimat   Thayyibah
Penulis   : Wikan Satriati
Ilustrator: EorG
Penerbit  : Alif Republika (imprint Republika)


Waktu paket buku ini tiba ditempatku, kesan pertama setelah melihat covernya adalah "Wow". Itu wow yang pertama. Wow yang kedua adalah ketika melirik ilustrator di sana. Eorg, yang ilustrasinya udah terkenal. Wow ketiga adalah ketika baca sinopsis di back cover-nya.

Ini dia sinopsisnya.

"Tahukah kamu, saat kamu menjawab ucapan assalamu'alaikum dengan wa'alaikumsalam, seribu malaikat akan mengucapkan salam pula padamu."
"Benarkah?"
"Ya. Apakah kau tidak merasakannya?"
Si Bocah menggeleng.
"Suatu saat kau akan bisa merasakannya, Nak. Ketika kau menjadi lebih peka."

Ketika baca isinya, maka rasanya saya ingin berteriak "wooow" keras-keras. Biar saya katakan di awal, buku ini bagus!
Kisah pertama adalah cerita tentang "Melangkah dengan Bismillah", yakni kisah Nabi Muhammad yang dicaci maki oleh pengemis Yahudi. Dan, Nabi Muhammad menyuapi bapak pengemis dengan lembut.

Pasti udah familiar dengan kisah ini toh? 

Yang asyik ketika saya baca ulang kisah tersebut adalah cara bercerita mbak Wikan. Entah kenapa saya jadi hanyut merasakan kasih sayang Rosulullah pada pengemis tersebut. Saya jadi trenyuh sekaligus tertohok-tohok ketika Rosulullah mendengarkan pengemis mengoceh. 

Lihat ya nukilannya.
Cara mendengarkan seperti yang dilakukan tuan yang baik itu, terasa bagai air yang memadamkan api. Saat seseorang ingin menyampaikan sesuatu dan orang lain tidak mendengarkan, itu seperti ada bara api yang bergejolak di perutnya, membakar dadanya, dan memanaskan kepalanya. Tetapi jika orang lain mendengarkan, bara api itu akan padam, dan yang ada kesejukan semata.

Si Tuan yang dimaksud adalah Rosulullah. Aduh jadi ketohok karena saya-nya kesindir dong, masih belum terlalu kuat mendengarkan orang yang hobinya mengeluh. 
Membaca buku ini, walaupun buku anak ya, seperti belajar, seperti diajak merenung, terus ujung-ujungnya jadi malu sendiri. Kalimat-kalimat yang ditulis Mbak Wikan begitu sederhana, indah, tapi ngena.

Di antara ketujuh cerita yang ada, nyaris semuanya saya sukai. Sukanya pakek banget. Karena pasca membaca buku ini, saya jadi apa ya, semacam dapat pencerahan gitu lah.

Ada kisah berjudul "Lailahaillallah Allah, Engkau Tuhanku." Saya suka bagian ketika ada Pak Tua yang menyusuri jalan dari desa ke desa, menjajakan gulungan anyaman bambu. Saya nukil ya, kalimatnya.

Tapi, tidak setiap hari orang memerlukan anyaman bambu bukan? Dan tidak seorang pun dapat menduga bahwa persis saat seseorang memerlukan anyaman bambu, Pak Tua penjual anyaman bambu akan kebetulan lewat di depannya, dan terjuallah anyaman bambu Pak Tua.

Alangkah kecilnya kemungkinan anyaman bambu itu terjual. Tetapi lihatlah, alangkah besarnya kepercayaan Pak tua pada Sang Maha Pemberi Rezeki.

Oh, My God! Saya serasa kena tabok! Malu banget terhadap tokoh Pak Tua dalam cerita. Saya belum seyakin itu. Saya belum setawakkal itu.
Oya, buku ini less picture alias minim gambar. Jadi kalo buat anak kelas satu dua, kurang cocok.

Kesimpulannya, sama dengan yang saya sebut di atas. Buku ini bagus! Saya akan menyimpannya :).

Demikian resensi kilat tentang buku "Melangkah dengan Bismillah". Ayo ayo ke toko buku. Atau bisa aja meluncur ke website Republika, atau mungkin bisa hubungi Mbak Wikan, search Facebooknya, bagi siapapun yang kepingin baca buku tersebut.

Wednesday, 23 March 2016

INGIN BEBAS MEMOTRET SAAT KONDISI MINIM CAHAYA? SAMSUNG GALAXY S7 SOLUSINYA

 
SAMSUNG GALAXY S7 DAN SAMSUNG GALAXY S7 EDGE (Foto diambil dari sini)


Beberapa waktu lalu saya nongkrong sambil wifi-an. Saya memang hobi buka-buka Youtube. Terus waktu lagi internetan, ada link tentang launching produk seri Samsung Galaxy terbaru yaitu SAMSUNG GALAXY S7 dan SAMSUNG GALAXY S7 EDGE. Judulnya Samsung Galaxy Unpacked 2016 Live Stream, link-nya ada di sini. Launching diadakan di Barcelona pada tanggal 22 Februari lalu.

Kesan pertama nonton acara tersebut adalah: para audiens yang hadir di sana pada pakek jas semua. Sehingga suasana di sana sudah terlihat mewah alias berkelas. 

Opening dibuka oleh  DJ Koh,President Mobile Communication Business Samsung, yang menyatakan bahwa ia bahagia bisa berasa di sana. Sekaligus bangga bisa memperkenalkan Samsung Galaxy terbaru di acara tersebut. DJ Koh juga meminta para audiens menonton layar dengan menggunakan alat, menurutku sih seperti kacamata raksasa ya. Nah, kacamata tersebut disebut sebagai Virtual Reality Headset alias Samsung Gear VR.

Pada sesi DJ Koh, saya agak-agak nggak ngerti sama bahasa Inggrisnya hihi. Barulah ketika ia memanggil rekan kerjanya yaitu Justin Denison yang menjabat sebagai Senior Product Strategy, saya lumayan “ngeh”. 

Justin pun memaparkan kelebihan-kelebihan sekaligus spesifikasi dari SAMSUNG GALAXY S7 dan SAMSUNG GALAXY S7 EDGE yang bikin saya ngiler tingkat dewa. Berikut review yang saya tangkap dari acara tersebut.

DESAIN YANG BERKELAS

Justin mengungkapkan kalau SAMSUNG GALAXY S7 dan SAMSUNG GALAXY S7 EDGE ini didesain ergonomis, lebih kecil, lebih ringan, dan nyaman digunakan. Nyaman digunakan karena pada bagian belakang ponsel ada lengkungan sehingga terasa pas dalam genggaman.

Ukuran layar
Layarnya juga besar, yaitu 5.1 inci untuk SAMSUNG GALAXY S7 dan 5.5 inci untuk SAMSUNG GALAXY S7 EDGE. Warnanya juga ada empat varian yaitu: Black Onyx (hitam), Gold Premium (emas), Silver Titanium (keperakan), dan White Pearl (putih). Keempat warna tersebut tampak elegan. Menurutku sih, semua warna bagus.

Penampakan MicroSD Slot


SAMSUNG GALAXY S7 dan SAMSUNG GALAXY S7 EDGE juga dilengkapi microSD slot dengan kapasitas memori hingga 200 GB. So, buat yang suka foto-foto nggak perlu khawatir bakal kehabisan memori.

FITUR YANG KEREN

SAMSUNG GALAXY S7 dan SAMSUNG GALAXY S7 EDGE memiliki banyak fitur yang bisa diakses dengan cepat (Quick Acces) dan anti lemot.

Fitur "Always On Display"

Ada pula fitur “Always On Display”. Ini yang bikin saya kagum. Samsung tau banget ya kebiasaan masyarakat. Walaupun SAMSUNG GALAXY S7 ini lagi kondisi off, layar tetap menampilkan jam dan tanggal. Nah, hebat kan? Jadi kalo lagi meeting nih, nggak pake sungkan karena bolak-balik ngeliatin jam tangan. Nggak pake ribet pula harus nekan tombol buat ngeliatin jam. Di sinilah menariknya. Sepertinya Samsung paham betul kalau pada masa kini, masyarakat lebih sering menengok jam digital pada layar gadget ketimbang jam tangan hehe.

Tak ketinggalan pula ada fitur “Game Launcher” yang bisa membuat siapapun ngegame tanpa gangguan. Ngegame pun jadi nggak terganggu deh.

KAMERA YANG CANGGIH

SAMSUNG GALAXY S7 dan SAMSUNG GALAXY S7 EDGE dilengkapi kamera 12 MP dengan lensa F1.7 yang bisa memotret jelas bahkan dalam situasi low light alias kekurangan cahaya. Kata Justin nih, Samsung memperhatikan kebutuhan masyarakat yang doyan memotret dalam segala situasi, dari pagi sampai malam. Di big screen juga ditampilkan demo, mengambil gambar dalam ruangan remang-remang, hasilnya terang loh. Amazing! Canggih betul!

Kamera juga dilengkapi teknologi dual pixel. Ini nih kecanggihan berikutnya. Dual pixel ini didesain mirip mata manusia. Jadi kita bisa memotret apapun secara autofocus tanpa kehilangan momen yang berharga. Keren kan? Yak silahkan mupeng dan ngiler hihi.

HARDWARE YANG POWERFULL

Dilengkapi dengan sertifikat IP68, SAMSUNG GALAXY S7 bisa anti air alias Water Resistant sampai kedalaman 5 feet (1.5 m) selama 30 menit. Jadi yang gadgetnya kecemplung mesin cuci, kehujanan, berenang, nggak usah risau. Lah saya ngebayangin lagi renang bawa ponsel (emang bisa? entahlah hihi) trus tetap bisa menerima panggilan. Keren banget kan? 

Memiliki CPU yang 30.4 persen dan 63.9 persen lebih tangguh dan lebih baik daripada Samsung Galaxy S6 EDGE, serta RAM sebesar 4 GB, membuat komputasi SAMSUNG GALAXY S7 dan S7 EDGE tak perlu diragukan lagi. Aksesnya akan cepat, anti lemot.

Kapasitas baterai

SAMSUNG GALAXY S7 dan SAMSUNG GALAXY S7 EDGE juga memiliki kapasitas baterai sebesar 3000 mAh dan 3600 mAh. Baterainya awet sekali, chargingnya juga cepet. Nggak perlu bete nunggu charging lama-lama. Plus, canggihnya lagi, bisa charging tanpa kabel alias wireless charging. Oke, oke, produk ini seperti betul-betul keren dan canggih.

Cooling System
Hebatnya lagi, SAMSUNG GALAXY S7 dan SAMSUNG GALAXY S7 EDGE juga anti panas karena, bayangkan, dilengkapi dengan cooling system. Jadi di gadget tersebut ada AC-nya. Oh, man! Siapa yang nggak pingin punya coba? 

Pasca menonton tayangan tersebut saya jadi membayangkan kalau memiliki SAMSUNG GALAXY S7 atau SAMSUNG GALAXY S7 EDGE, saya akan leluasa memotret makanan kapan saja. Gambarnya pasti bagus, bisa diupload di socmed maupun blog. Saya ini punya hobi memotret makanan entah itu beli atau bikin sendiri. Yap, saya lumayan suka berkutat di dapur.

Dengan lensa F1.7 itu tadi, saya nggak perlu motret pagi atau sore saja. Malam-malam pun bisa. Dengan teknologi dual pixel-nya itu pula saya bisa meng-capture momen apapun apapun kapan saja. Misal memotret burung-burung yang terbang pulang kala senja, atau foto bareng keluarga atau teman ketika lagi ngumpul malam-malam. Asyik banget.Saya juga nggak perlu kebingungan kalau kehabisan baterai. Baterainya awet, chargingnya cepet, nggak perlu nunggu lama-lama deh.

Saya juga nggak perlu khawatir kalau kelamaan pakai gadget karena nggak akan panas. Bisa berlama-lama internetan dong.Saya sih sukanya nonton You Tube. Asyik!

Demikianlah review kilat yang saya tangkap dari video siaran ulang event Galaxy Unpacked 2016 di Barcelona pada 22 Februari lalu. 

Bagi yang penasaran sama update spesifikasi gadget canggih ini, yuk klik di sini. Atau jika masih penasaran dan pingin liat video yang durasinya nggak terlalu panjang, bisa diklik di sini.

Semoga bermanfaat bagi siapapun yang saat ini lagi hunting gadget.

REFERENSI:
- http://www.samsung.com/id/consumer/mobile-devices/smartphones/galaxy-s/galaxy-s7/

- https://www.youtube.com/watch?v=cyohHyQl-kc

- https://www.youtube.com/watch?v=O6KeASdz2AI

MELEWATI MASA BERKABUNG

Yuhuuu...
Ini cuma postingan random aja. Aku nggak tau apakah ada yang bernasib serupa sama aku. Pokoknya tujuanku post ini, yah siapa tau ada yang bernasib serupa, trus baca blog ini, jadi ceria lagi. Percaya deh. Kesedihan itu nggak selalu buruk.

Aku ditinggal ibuku tiga tahun lalu. Sakit hepatitis, diabetes, dan jantung. Tiga tahun kemudian, aku ditinggal bapakku. Yang ini, mendadak sekali. 

Shock? Jelas! 

Kalau ditinggal ibu aku masih nemenin pas sakit. Kalau Bapak betul-betul nggak nyangka kalau bakal dipanggil secepat itu. Ya, nemenin juga sih, untungnya.

Aku nggak mau cerita proses meninggalnya Bapak karena udah berlalu hehe. Udah lewat masa berduka. Aku mau cerita aja gimana melewati fase ini tanpa depresi. 

Beberapa waktu lalu ada acara yang saya simak, salah satu peneleponnya cerita kalau dia belum bisa melupakan kesedihannya setelah ditinggal wafat oleh orang tercintanya. Padahal udah 7 tahun berlalu. 

Aku? Syukurlah, aku sedih hebat cuma 3 hari.
Bukan karena aku nggak deket sama ortu lho ya. Rezekiku adalah, justru akulah yang paling dekat dengan orangtua. Paling dimanja juga. Mau minta apapun, tinggal ngucap. Di dalam rumah, aku membiarkan diriku dimanja. Biar mereka happy. Namun di luar rumah, aku menolak dimanja. Aku nggak kepingin jadi cewek bermental tahu. 

Oke, pasca bapak wafat, jam 11 malam itu aku nungguin jenazah. Sama kakak dan tetangga. Sebelumnya di ambulans aku udah nangis tapi nggak parah sih. Mauku sih aku teriak-teriak tapi, aku bukan tipe orang seperti itu. Aku gak bisa teriak. Gengsi? Bukan. Kalopun aku teriak histeris, otakku masih bisa diajak mikir bahwa Bapak nggak akan kembali. Berteriak-teriak juga bakalan nambah masalah baru. Kalo pingsan? Ribet deh. Kalo lemes dan digotong? Ribet berkali-kali.

Selagi menunggui jenazah, karena malam jumat, aku baca Al-Kahfi. Abis itu aku minta dukungan teman-teman minta didoakan. Terus, aku berdoa untuk diri sendiri. Karena aku muslim, aku berdoa dengan doa yang aku tau. Prinsipku, aku harus berdoa dan berdzikir, agar terkontrol. Plus, bolak balik juga nyebut “innalillahi wa inna ilaihi rojiun.” Bagaimanapun cintanya diriku ke ortu, tetap. Ortu bukan milikku. Mereka adalah milik Tuhan. 

Syukurlah, aku tetap terkontrol hingga pagi, hingga menjelang dimakamkan. Nangis sih iya, cuma karena banyak pelayat dan sibuk, jadi nangisnya kepotong-kepotong. Rezekiku juga sih saudara cuma mas aja. Jadi kesibukan secara nggak langsung bisa mengimbangi kesedihanku.

Nah, pas mau dimakamkan, aku sama mas dilarang ikut. Mungkin takutnya aku bakal histeris ya. Aku ngotot mau ikut. Apakah aku histeris? Syukurlah nggak. Banyak berdzikir, sekali lagi bikin aku terkontrol. 

Pas udah dimakamkan, mauku kan nangis sampe puas. Eh, Bapak yang kasih ceramah mengatakan kurang lebih gini.
“Mati itu, harus bagi orang yang hidup. Kita juga akan mati, cuma nggak tau kapan. Kematian, itu nggak bisa dimajukan, nggak bisa dimundurkan.”

Pada kalimat “nggak bisa dimajukan dan nggak bisa dimundurkan” inilah, aku merasa logikaku kembali menguat. Dan, aku berhenti menangis.

Aku menghindari komentar-komentar bernada “kasihan”, karena itu akan bikin logikaku acak-adut. Jadi kalo ada pelayat yang nanya berrrrrrulang-ulang, yang sok tauuuuuu kasih nasihat seolah-olah dia kenal betul dengan keluargaku, yang kasihan seolah-olah dunia bakalan kiamat tanpa orang tua, aku minta izin masuk. Aku nggak mau mendengar hal-hal yang tidak mau kudengar.

Dan sejak bapakku wafat tet, aku sudah berjanji. Ya Tuhan, aku cuma punya waktu berkabung selama 3 hari. Mohon bantu saya melalui ini. Alhamdulillah. Cuma butuh 2 hari aku menangis. Pada hari ketiga, menurutku, aku sudah pulih. Yang bikin galau lagi tuh justru bukan dari mengenang almarhum ya. Galau lagi tuh kalo ada komentar-komentar yang bernada “kasihan”. 

Jadi kalo ada yang mengasihani, aku berusaha berpikir logis, bahwa yang ditinggal orangtua meninggal di dunia ini bukan cuma aku tok. Haloo! Di seluruh dunia ini seandainya ada seleksi 10 besar orang paling sedih sedunia, aku rasa aku nggak masuk hitungan. Masih banyak orang yang kesedihannya jauh lebih hebat dibandingkan diriku. Berpikir logis, akan membantu aku up lagi.
Memang hati ini tergoda bilang “seandainya”. Aku sih segera cut off andai-andai seperti itu. Tidak ada seandainya. Yang ada adalah fakta bahwa bapakku wafat. Kesannya kejam, tapi nyatanya memang iya toh?
Suka ingat kenangan manis? Oh, banget. Ingat syekaleee. Kalau ingat, aku baca doa untuk orangtua. Kalau ingat, kadang baca istighfar. Itu membantu menenangkan. Bagaimanapun dekatnya diriku dengan mereka, aku belum bisa sepenuhnya membahagiakan mereka. Belum sepenuhnya membalas kasih sayang mereka. Dan aku rasa seluruh anak di dunia nggak akan bisa 100% melakukannya.

Pokoknya kalau sedih melanda, kembalikan. Kembalikan pada Sang Pemilik Hati. Cuma Dia yang mampu bebolak-balikkan hati. Cuma Dia yang bisa menurunkan ketenangan. Aku bukannya ceramah, nggak sama sekali. Ini sharing aja. Aku juga nggak tau tulisanku ini bakal dibaca apa nggak. Yang penting niatku di sini berbagi.

Bagi yang mengalami, yakinlah, kesedihan itu selalu punya pendamping yakni kebahagiaan. Banyak-banyaklah bersyukur. Kenangan manis dengan ortu itu juga hal yang patut disyukuri, bukan cuma ditangisi. Dan yang paling penting, kesedihan nggak akan membuat ortu kita bangga di alam sana. Nggak akan menambah apapun bagi mereka. Mereka cuma butuh doa. Nah, daripada nangis, lebih baik berdoa untuk mereka.
Jangan lupa pula, berdoalah dengan sungguh-sungguh agar kita dikuatkan. Hati ini toh milik Tuhan. Kalau Tuhan sudah menguatkan, mau apapun yang terjadi, tetap akan kuat.


JAGA KECANTIKAN DIRI, JAGA LINGKUNGAN

Jerawatan? Wajah kusam? Itu adalah masalah kulit saya sejak SMA. Kalau cuma kusam masih lumayan lah. Yang membuat tidak percaya diri adalah ...