Friday, 27 November 2015

A FUADI: BEKERJALAH SESUAI PASSION


Bukuku ditandatangani.


Ceritanya aku abis dari acara "Bedah Buku Rantau 1 Muara bersama A Fuadi." Aku tau bakal ada acara bedah buku ini, dengan nekad nanya di instagram A. Fuadi. Alasanku nanya, dia abis aplot foto lagi di mana gitu, di sebuah acara pokoknya. Iseng, aku nanya aja. Eh, dijawab beneran. Lengkap sama tanggal dan tempatnya. Hore! 

Ya udah, aku ajak mbak Netty Virgiantini  sekalian. Mumpung kami lagi sekota. Lalu kemarin, kami pun berangkat. Bolak-balik kami berdua ngeliatin jam. Acaranya molor kodor. Harusnya jam 9, eh baru pembukaan sekitar jam 10an lebih. Untung ada temen ngobrol.
Sebelum A Fuadi dateng, kami dihibur oleh musik. Yang nyanyi suaranya bagus. Para cewek bersorak-sorak. Aku dan Mbak Netty tolah-toleh wkwkwkwk.

A Fuadi on stage. Bapak moderator yang berkemeja putih itu, teman seangkatan di Gontor. Beliau lulusan Al Azhar.

Nah, pas A Fuadi dateng, selama sesaat mulutku ternganga. Soalnya dia berada pas ada di depanku. Kan aku pilihnya kursi paling depan.
Acara dimulai dengan menayangkan video singkat tentang perjalanan hidup beliau. Yang bikin aku kagum adalah, dia dapat banyak beasiswa. Trus udah keliling ke 40 negara. Masya Allah, keren!

Lalu beliau cerita. Dia itu sebetulnya punya angan-angan masuk SMA. Sebab nilainya terbaik sekabupaten. Lha amaknya bilang, “Kamu mondok aja. Kasian itu pesantren. Biasanya yang mondok kan anak-anak nakal. Kasian jadi tempat sisa-sisa.” Kurang lebihnya gitu deh.

A Fuadi awalnya menolak. Tapi akhirnya nurut karena takut kualat. Beliau kan orang Minang Kapau. Jadi kisah Malin Kundang tuh melekat banget. Masuklah beliau ke Gontor dengan setengah hati.

Nah, di Gontor kan wajib ya pakek bahasa Inggris dan Arab. Jadi pas lagi antre mandi, ada corong speaker yang menyiarkan berita-berita dari BBC, CNN, VOA, dll. Nah, A Fuadi tuh mbatin gini waktu denger VOA. “Oh, di sana ada orang Islam ya. Jauh banget ya Amerika. Bisa nggak ke sana ya.”

Atas takdir Allah (niru ucapan beliau. Beliau bukan berkata atas “kerja keras saya”), beliau bisa ke Amerika sungguhan. Bahkan pernah duduk di studio VOA. A Fuadi lalu menampilkan foto. Di foto yang tersebut ia duduk bersama seorang bule. Tau gak? Mister America tersebut adalah orang yang dulunya pernah ia dengar suaranya di corong speaker waktu antre mandi. “Impian itu kadang sangat ajaib,” ujar A Fuadi. 

Di novel Rantau 1 Muara, A Fuadi membicarakan tiga hal.
1. Passion
Saat itu ia baru lulus kuliah, banyak perusahaan tutup akibat reformasi taun 98. Dia bingung mau kerja apa? Akhirnya ia memilih kerja jadi jurnalis. Sesuai sama passionnya yakni menulis. Oya, beliau juga kasih nasihat. Katanya gini. “Bekerjalah di bidang yang kita suka. Jadi kita kayak main-main tapi dibayar.”
2. Belahan jiwa
Di novel R1M, beliau menuliskan tentang pencarian belahan jiwa. Nyari jodoh maksudnya. Pas nyebut hal ini, audiens sontak bilang “uhuy”. A Fuadi-nya kalem aja :P. Pas deket sama cewek incerannya, bingung mau pedekate. Kan anak pondok dianya. Lalu... yah. Silahkan baca sendiri novelnya hihi. Aku sih tau endingnya :P.
3. Muara jiwa.
Di sini, sang tokoh mulai merenungkan tujuan hidup. Apa tujuan hidup saya? Kalo simplenya kata beliau sih, masuk surga diridhoi Allah. Tapi melalui cara apa? Akhirnya beliau menulis buku. Beliau menyarankan, dalam hidup ini janga cuma “iqra” atau baca. Jangan jadi konsumen. Tapi.... menulislah (ehem, beliau nyebut bahasa Arab-nya “nulis” tapi aku lupa istilahnya).
“Dalam hidup ini menulislah walau cuma satu buku. Sebab tulisan itu menembus batas. Saya pernah berfoto dengan patung Ibnu Rusyd. Ibnu Rusyd ini sudah wafat 800 tahun silam. Tapi tulisannya dulu sering saya baca waktu masih di pondok.” Begitu kurang lebih kata A Fuadi.
Hoo! Aku langsung ngebayangin pahala Ibnu Rusyd yang terus menerus mengalir. Pokoknya kata beliau, menulislah karena tulisan itu menembus batas. Buktinya aja buku-buku beliau jadi buku wajib di SMA Australia, di SMP Singapura, dan salah satu universitas di USA (lupa namanya). Liat buku-buku dia bisa kemana-mana, aku jadi mupeng. Semoga kelak buku-bukuku bisa tersebar kemana-mana juga. Aamiin :). 

Novel R1M sendiri dan kedua novel sebelumnya bukan biografi, melainkan novel. Jadi ada penambahan karakter, ada drama, dsb.

Selanjutnya adalah sesi pertanyaan. Aku langsung angkat tangan. Ditunjuk, disebutin detail sama Pak Moderator. “Yang berkerudung merah,” katanya.

Haha. Pingin ketawa ingat kejadian tersebut. Psst tau nggak, aku tuh angkat tangan tapi nggak tau mau nanya apa wkwkwk. Jadi aku noleh ke mbak Netty. “Mbak, aku arep takon opo?” (aku mau nanya apa?”. Mbak Netty kayaknya lebih bingung lagi. “Yo, mbuh,” katanya.
Nah, giliran yang mau ditanyain udah kepikir, sesuatu terjadi. Pak moderator ajaibnya, malah nanya dulu sama A Fuadi. Pertanyaan yang diajukan sama dengan pertanyaan yang rencananya mau aku tanyain. Haduh du! Padahal giliranku sebentar lagi. Lha kalo giliranku tiba, aku nggak punya pertanyaan dong. Otomatis aku panik. Lututku sampe lemes. Kan nggak lucu begitu udah ditunjuk, trus aku malah bilang, “Maaf, Pak. Saya tiba-tiba batal bertanya.” 

“Penanya berikutnya,” kata Pak Moderator. Aku ngucap Bismillah bolak-balik sambil tarik napas. Ide yang terbersit sementara adalah aku harus mengulur waktu. Hahaha. Pak moderator udah nunjuk, tapi aku bolak-balik sok tolol pakek bahasa isyarat dengan menunjuk diri sendiri. Pura-pura nanya apakah giliranku?
Momen genting itu tertolong ketika nggak ada mic. Hore! Ngumpetlah kau, wahai mic, sampe aku nemu sesuatu buat ditanyain. Berdetik-detik nyari, mic, akhirnya aku disuruh berdiri trus maju ke tengah. 

Pas udah mulai ngomong, halah-halah, lha kok aku mrudul ngajuin tiga pertanyaan. Alhamdulillah lancar jaya. Ngoceh ceritanya. Aku ngaku pas mulai bicara. “Sebetulnya pertanyaan saya udah ditanyakan tadi sama Pak Moderator.”

Entah lucunya di mana, A Fuadi dan pak moderator ketawa. Padahal aku serius lho. Yak, nasib jadi aku. Di mana-mana anehnya, orang-orang suka ketawa kalo ngobrol sama aku. Bahkan marah pun kadang aku diketawain *haiss.

Nah, untuk tip nulis, kata A Fuadi adalah: “Menulis itu seperti ngobrol dari hati ke hati. Kita nggak cuma berkata-kata tapi melibatkan hati. Menulislah dari hati. Kalo nulisnya pakek kepala, yang baca pusing dan nggak akan dibaca ulang. Contoh: buku pelajaran.”

Agar tulisan nggak menggurui, ini tipnya. “Menulislah dengan bercerita. Menceritakan orang lain. Di R1M saya menceritakan tentang ustad-ustad saya.”

Sementara modal menulis ada tiga. “Menulis itu cuma butuh, pulpen, kertas, dan hati.” Pada bagian ini hatiku seperti kesenggol.

Just info pula, A Fuadi ini udah nulis sejak kecil. Ia punya buku harian. Dan kebiasaan menulis itu diterapkan di pesantren. Tiap anak pondok harus setor tulisan kegiatan sehari-hari satu paragraf. Jadi yang namanya habit nulis tuh udah ada sejak dulu kala. Keren ya? 

Sesi terakhir beliau memberikan nasihat. “Bela impian kalian dengan kerja keras. Dengan doa. Doa kata kyai saya ada tiga. Mendoakan orang lain. Didoakan orang lain. Dan mendoakan diri sendiri. Dan ukuran kesuksesan adalah mengacu pada hadis nabi. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.”

Sesi foto bareng. Di manakah aku? :P

Acara yang supersingkat tersebut pun selesai, lalu kami wefie berjamaah. Pas wefie aku kan pendek ya. Nggak kliatan kata mbak Netty. Ya udah deh, aku jinjit sejadi-jadinya :P. Mayan keliatan rada tinggian.

Kesimpulanku, acaranya seru, tapi aku nggak suka sama kemolorannya. Terus, inspiratif. Poin plusnya adalah, bedah buku kali ini bukan murni kayak acara sastra gitu. Tapi apa ya, bukan ceramah sih karena A Fuadi nggak menceramahi. Mmm, membahas nilai-nilai yang patut direnungkan lebih tepatnya. Begitu beliau menyebut “hati” saya langsung bolak-balik nanya sama diri sendiri. Apakah aku melakukan sesuatu dengan hati? Atau aku melakukan dengan ambisi? Apakah aku konsisten? Apakah aku sudah berdoa seperti menurut kyai A Fuadi? Apakah aku sudah total dalam berusaha?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, biar aku yang menjawab :).


Tuesday, 17 November 2015

MENAMBAH ILMU DAN PERTEMANAN DI ACARA FUN BLOGGING 7

DILEMA SEBELUM BERANGKAT

Tadinya saya mau batal ikutan acara Fun Blogging 7 yang diadakan di gedung Intiland lantai 2 Surabaya pada tanggal 7 November 2015 lalu. Masalahnya saya bingung mau naik apa ke sananya. 

Naik kereta adalah pilihan paling nyaman. Tapi lha gimana acaranya dimulai pukul 9. Kereta baru tiba di stasiun Gubeng Lama sekitar pukul 10an. Saya kan benci sama yang namanya "telat".

Pilihan kedua adalah naik travel. Nggak enaknya naik travel adalah, berangkatnya kudu pagi. Mana di mobil pasti dan selalu ber-AC. Pagi-pagi buta kena AC bisa-bisa perut saya bisa kembung.  

Pilihan ketiga naik bis. Ini lebih memungkinkan karena berangkatnya nggak harus pagi-pagi banget. Berangkatnya sekitar jam setengah enam. Ada temennya lagi. Yaitu Mbak Sukimah Yono. Masalah yang saya pikirin adalah trus abis naik bis itu, saya ke gedung Intiland-nya naik apa?

Saya udah whatsapp mbak Sukimah kalo batal dateng. Tapi setelah dipikir-pikir, kok sayang banget kalo nggak dateng. Sama aja buang kesempatan dapat ilmu. Ya nggak? Setelah gambling bin galau malam harinya, saya mutusin berangkat. Naik bis.

Tepat tanggal 7 November, saya mandi jam 4 pagi. Alamak! Dingin bro! Berbekal pisang cavendis untuk sarapan, saya langsung cus ke terminal Arjosari. Di sana udah ada mbak Sukimah yang udah setia menanti hihi. Lalu kami naik bis patas dan wuss! Bis membawa kami ke Surabaya.

Tiba di Terminal Purabaya, saya tanya-tanya sama petugas terminal. Kami diarahkan naik bis kota P1. Bis kota P1 ini berhenti di seberang jalan gedung Intiland. Ah, ternyata nggak seruwet yang saya bayangkan.

Di gedung Intiland inilah saya bertemu dengan teman-teman blogger. Dan kami pun siap menimba ilmu.

ACARA FUN BLOGGING 7 DIMULAI

Slide pertama yang ditampilkan
Peserta Fun Blogging dipersilahkan masuk sekitar jam 9.30 an. Ruangan lumayan penuh, pertanda peminat acara ini juga banyak. Acara ini digelar lesehan, saya pilih posisi di pinggir biar bisa bersandar. Aseek.

Acara perkenalan dibuka oleh mbak Haya Aliya Zaki. Mbak Haya meminta peserta menyebut nama dan nama akun social media masing-masing secara bergantian. Lepas sesi perkenalan, beliau mengedarkan kertas. 
"Tuliskan sesuatu yang kalian dapatkan dari blogging dengan tangan kiri," kata beliau.

Weleh! Susah bo' nulis pakek tangan kiri. Tulisan saya pletat-pletot macam kecambah. Macem-macem keinginan yang ditulis peserta. Kalau keinginan saya sih travelling gratis. Aamiin. Semoga terkabul :D

Penjelasan singkat dari mas Frenavit

Acara berikutnya adalah perkenalan kilat dari mas Frenavit, salah satu perwakilan dari sponsor acara yaitu Qwords.com. Bagi yang belum tau, Qwords.com merupakan penyedia layanan jasa web hosting dan penyedia domain murah. Tertarik? Silahkan klik aja link di atas.

MENULIS KONTEN YANG BAGUS

Psst, aku kalo deketan sama mbak Haya serasa jadi Hobbit. Beliau tinggi banget bagiku.

Sesi pertama kembali dilanjutkan oleh mbak Haya. Mbak Haya menjelaskan materi pertama yakni tentang "Writing Great Content"

Menurut beliau, yang harus diperhatikan dalam menulis di blog adalah konten. Sebab konten inilah nantinya yang akan menentukan penilaian dan reaksi pembaca. Seperti kata Bang Win: "Sesungguhnya 'napas' blog kita adalah KONTEN,"

Nah, syarat konten yang bagus adalah mudah dipahami tapi berbobot. Selain itu, konten juga harus bisa meng-engage pembaca. Jadi pembaca tuh betah bacanya.

Agar tulisan kita bisa seperti itu, mbak Haya menyarankan agar kita sebaiknya menulis dengan jujur. Apapun yang kita tulis, memang betul-betul kita sukai dan bersentuhan dengan kehidupan kita sehari-hari.

Mbak Haya juga menekankan pada pentingnya EYD dalam menulis. Jangan sampai ada typo dan kesalahan EYD. Kekeliruan seperti itu bikin pembaca jadi nggak nyaman. Plus menunjukkan pula kalau penulis blog kurang profesional. Biar bebas typo, penulis blog harus melakukan self-editing berkali-kali.

Nah, trus blog yang asik tuh yang kayak gimana? Blog yang menarik pembaca itu biasanya berisi: artikel yang menghibur, sharing pengalaman, aktual, membantu memecahkan masalah, dan menyuguhkan sharing tip dan tutorial. 
 
Pada akhir sesi, mbak Haya menekankan agar penulis blog harus melakukan yang terbaik. Berusahalah menulis dengan baik. Nggak boleh melakukan copy paste. Kalo pun harus menukil dari sebuah referensi, tulis aja sumbernya. Pokoknya copy paste is a big no dalam menulis apapun.

Giliran pak Rangga kasih penjelasan singkat.
 
Setelah sesi dari mbak Haya berakhir, acara dilanjutkan dengan perkenalan oleh Pak Rangga. Pak Rangga merupakan perwakilan dari sponsor kedua yakni mobil123.com. Mobil123.com merupakan layanan jasa untuk pengiklanan jual beli mobil. Ada yang butuh mobil? Yak, silahkan klik aja websitenya.

Hari semakin siang, perut semakin keroncongan. Ih, saya laper banget waktu itu. Alhasil kacang sukro milik mbak Tatit dan roti sisirnya mbak Vanda saya lumat sampe abis. Aduh rakus bener ya? 

Untunglah nggak lama kemudian makan siangnya dateng. Sekotak menu dari Hoka Hoka Bento. Alhamdulillah. Peserta pun dikasih jatah istirahat selama sejam untuk makan dan salat. 

Sekitar jam 1, acara kembali dilanjutkan. Materi berikutnya diisi oleh mbak Shintaries.

MEMAKSIMALKAN PLATFORM BLOG

Pertama kali ketemu mbak Shintaries.Orangnya murah senyum.

Pada sesi ini, mbak Shintaries menjelaskan tentang "gimana sih agar tampilan blog oke?". Nah menurut beliau nih, tampilan layout blog yang ideal itu background-nya putih. Boleh aja kanan kiri warna-warni, tapi main blog alias tempat kita nulis artikel tuh, backgroundnya putih. Sebab kalo backgroundnya hitam misalnya ya, yang baca jadi males.

Beliau juga kasih masukan, sebaiknya blog nggak perlu dikasih musik. Kan sekarang udah zamannya MP3. Orang udah nggak butuh lagi yang namanya musik pengiring blog. Bikin pembaca nggak enak juga kan. Bayangin aja pas buka sebuah blog tau-tau... JEDAR! Musik keras membahana. Biasanya kita akan cepet-cepet nutup blog tersebut kan? Males bacanya.

Blog juga sebaiknya tampak profesional. Nggak usah lah repot-repot dikasih salju-saljuan yang turun dan bertabur di mana-mana. Biar nggak keliatan alay hihi.

Font yang dipakek juga sebaiknya yang normal-normal aja. Jangan font yang keriting macam tulisan latin zaman kerajaan. Nanti yang baca jadi puyeng dan nggak nyaman.
 

MEMAKSIMALKAN BENEFIT SOCIAL MEDIA

Mbak Ani Berta lagi kasih materi. Sesaat sebelum saya dikasih Tolak Angin hihi.
Lanjut ke sesi berikutnya, pematerinya adalah mbak Ani Berta. Pada sesi ini, saya berhasil membuat perhatian peserta dan mbak Ani teralih. Sebab saya pusing banget sampe megang kepala segala haha. Mungkin masuk angin karena harus mandi jam 4 pagi. 

Ngeliat saya pegang kepala, Mbak Ani langsung nyamperin dan kasih Tolak Angin sachetan. Duh baik banget deh, mbak Ani. Saya tenggak aja. Alhamdulillah, pusing saya berkurang. Jadi bisa nyimak penjelasan mbak Ani dong.

Pada sesi ini mbak Ani menjelaskan perihal bagaimana social media dan blog bisa dijadikan sebuah pekerjaan alias mendatangkan uang. Haduh, mata makin melek denger kata "hepeng" atau duit. 

Mbak Ani cerita kalo udah 10 tahunan ngeblog. Awal-awal ngeblog sih beliau nggak dibayar. Cuma dikasih ucapan terima kasih. Namun karena beliau konsisten, kebaikan yang beliau sebarkan melalui artikel di blog berbuah manis. Mbak Ani ini udah dikontrak sama LSM Australia lho. Keren kan?

Menurut blogger yang juga menjalin kerjasama dengan pihak kementrian ini, social media yang kita miliki sebaiknya berisi hal-hal yang bermanfaat. Sebab social media adalah tempat kita untuk melakukan personal branding. Kalo nyetatus, tulislah hal-hal positif. Nggak usahlah pasang status-status menyindir. Apalagi keluh kesah. Demikian pula dengan tulisan yang kita buat di blog. Sesekali boleh curcol tapi jangan keseringan. Pihak yang akan menjalin kerjasama dengan kita itu punya teropong. Bayangkan kalo tulisan kita isinya negatif mulu. Pasti mereka males duluan.

Agar kita bisa dapet job dari blog maupun social media, sebaiknya kita juga aktif menjalin networking. Hadir kalo ada gathering. Biasanya job itu datangnya dari keaktifan kita menjalin networking. Aktiflah di social media. Sapa teman-teman di sana. Kalo ada mention dibales. Duh, pada sesi tersebut saya merasa tertohok. Saya tipe orang yang cuek. Kadang mention atau inbox nggak saya bales. Insaf deh.

Hal terpenting yang patut diperhatikan adalah, tulislah hal-hal yang bermanfaat. Lakukan yang terbaik. Jangan karena saking butuh duit, terima job review dari minuman keras atau rokok. Banyak mudaratnya kan? Hindari juga memasukkan konten-konten berbau pornografi. Selain berimbas buruk, pembaca juga ogah dong mantengin blog yang isinya naudzubillah. Bisa-bisa image kita juga jelek.

Sesi mbak Ani Berta diakhiri dengan nasihat, "Jangan lupa sisihkan pendapatan yang kita peroleh pada orang lain. Kalo belum punya, sebarkan ilmu yang kita miliki pada orang lain. Tebarkan manfaat. Lakukan yang terbaik, nanti yang baik-baik akan mengikuti." 

KESAN

Beberapa hal yang membekas dalam diri saya adalah, para pemateri tersebut ternyata rendah hati dan ramah. Padahal ilmu mereka udah mumpuni. Mereka nggak pelit berbagi ilmu dan telaten menjawab pertanyaan peserta.

Saya juga merasa beruntung bisa ikut acara tersebut. Saya kayak abis disiram sama ilmu yang bikin mata saya melek dan ngucap "ooo" berkali-kali. Ikut acara Fun Blogging 7 membuat pengetahuan saya naik level.

Saya juga jadi kenal dengan beberapa blogger lain. Ternyata peserta lain banyak yang datang dari luar kota lho. Ada yang dari Situbondo, Jember, Lamongan, bahkan Jakarta. Kami juga bisa saling follow, saling mention di social media. Ah, pokoknya asik aja bisa nambah temen. 

Trus acaranya juga seru banget. Nggak formal tapi fun. Namanya aja Fun Blogging ya hihi. Isinya serius tapi santai. Banyak celetukan-celetukan peserta yang bikin ngikik dan bikin suasana jadi akrab. Gokil abis!
Kehebohan foto bareng.

Para pemateri foto seru-seruan sama peserta Fun Blogging 7

Curi-curi kesempatan foto sama mbak Haya.

Terima kasih banyak buat para mbak Haya Aliya Zaki, mbak Shintaries, dan mbak Ani Berta, yang udah jauh-jauh datang ke Surabaya. Tak lupa saya ucapkan terima kasih pada sponsor yakni: Qwords.com, Mobil123.com, dan Smartfren. Semoga kita bisa bersua kembali next time. 




Thursday, 5 November 2015

REVIEW BUKU: PELANGI DUA HATI by ICHEN ZR


Judul: Pelangi Dua Hati
Penulis: Ichen ZR
Penerbit: Dar! Mizan

Sinopsis:
Bayangkan, bagaimana bila Nona yang serba telunjuk harus hidup satu atap dengan cowok aneh dan menjengkelkan? Bagi Selena, semua itu seperti kutukan nenek sihir di cerita dongeng. Tapi ini bukan dongeng, juga bukan mimpi buruk. Dia harus menerima kenyataan, bahwa hidupnya telah bergulir ke titik yang paling suram.
Selena bukan selebriti sekolah lagi. Teman-teman menjauhinya, bahkan ... Curio, penyiar radio dan juga kakak kelasnya, seolah membencinya. Lalu, tiba-tiba Falih, sang cowok menjengkelkan dan sering mencela Selena mengajak Selena dagang bubur kacang. Hei, ini tidak salah, kan?
Selena tak ada pilihan lain. Dia perlu uang untuk mentraktir teman-temannya di hari ulang tahunnya. Selena paham, jalan yang dilaluinya sekarang, memang tidak sama seperti hari-hari kemarin. Begitu tiba-tiba dan penuh misteri. Inilah petualangan hidup yang paling mendebarkan bagi Selena.

Saya mendapatkan buku di atas setelah menang kuis kira-kira taun lalu apa ya? Apa awal taun ini? Ah, lupa. Baru sekarang saya review, karena buku ini sempat lenyap dari pandangan selama beberapa waktu.
Saya nggak jago mereview, hehe. Tapi akan tetap mereview. Kesan pertama baca novel ini adalah: ringan dan enak dibaca.
Tokoh utamanya bernama Selena, remaja tajir yang mendadak kehidupannya berubah menjelang hari ulang tahunnya. Orangtuanya kudu pulang kampung, meninggalkan rumah besarnya. Sementara Selena, ngotot tetep sekolah di tempat elit. Dia mau tinggal sama tantenya yang punya anak nyebelin tingkat dewa haha. Nama anak  Tante Mira adalah Vina.
Perlakuan Vina bikin Selena makin nggak betah. Akhirnya Selena mangkir dari rumah tantenya, pindah ke rumah asisten yang dulu ngasuh Selena. Namanya Bi Sufi. Di sinilah Selena bertemu dengan cowok jail bernama Falih.
Falih dan Selena hobi tengkar. Tapi akhirnya keduanya jadi akur. Di rumah Bi Sufi inilah, Selena buanyak mengalami perubahan. Perubahan apakah itu? Bagaimana pengalaman Selena  jualan bubur kacang ijo? Sanggupkah Selena panas-panasan? Trus gimana rencana perayaan ultah mewahnya?
Nah, baca aja buku “Pelangi Dua Hati” ini. Kamu bakalan suka, kamu bakalan eh tau-tau udah nyampe halaman terakhir. Asik deh. Sukses terus buat penulisnya.

JAGA KECANTIKAN DIRI, JAGA LINGKUNGAN

Jerawatan? Wajah kusam? Itu adalah masalah kulit saya sejak SMA. Kalau cuma kusam masih lumayan lah. Yang membuat tidak percaya diri adalah ...