Tuesday, 26 May 2015

MENGGALI POTENSI IKAN DARI SEGI KESEHATAN DAN EKONOMI



Budidaya ikan dengan teknologi bioflok (sumber foto: klik di sini)
 
Siapa yang suka atau malah nggak suka makan ikan? Ikan memiliki banyak manfaat lho. Ikan mengandung omega 3 yang bagus untuk perkembangan otak. Selain itu protein ikan lebih mudah dicerna dibandingkan protein hewani lainnya. Ikan juga bermanfaat mencegah penyakit degeneratif seperti jantung dan hipertensi. (Sumber: Perempuan.com)

Ikan di Pasar Dinoyo, Malang

Saat ini ada program pemerintah yang menargetkan pada tahun 2019 nanti, Indonesia harus bisa mengkonsumsi ikan sebanyak 50 kg per kapita per tahun. Sebab sebenarnya hasil perikanan di negara kita ini berlimpah. Hanya saja karena teknologi pasca panen ikan masih minim, jadinya ikan belum bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Sebab produk perikanan cepat rusak alias perishable. (Sumber: Republika Online)





Nah, kalo banyak masyarakat yang menerapkan budidaya ikan, ada kemungkinan bisa dinikmati oleh banyak lapisan masyarakat, meskipun jauh dari laut. Selain itu, budidaya ikan juga membantu perekonomian. Kan bisa nambah penghasilan. 

Kolam ikan patin di samping rumah saya


Menurut prediksi PBB, tahun 2021 konsumsi ikan dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Kok dikit? Katanya nih, di masa itu produksi ikan tangkap alias seafood udah susah didapat akibat overfishing. Udah abis. Bahkan menurut perkiraan, tahun 2048 nggak ada lagi seafood. Ngeri banget kan? (Sumber: Alamtani).


Satu-satunya solusi untuk menjaga ketersediaan ikan adalah memajukan budidaya perikanan. Keunggulan dari ikan hasil budidaya adalah lebih aman dikonsumsi tentu saja. Karena pastinya kualitas air terjaga dan bebas dari pencemaran seperti merkuri misalnya.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan budidaya perikanan menurut saya adalah:

1. Meningkatkan permintaan ikan nasional maupun negara impor.
Berbicara memajukan budidaya perikanan, menurut saya bukan cuma sekadar teknik budidaya saja. Harus dipikirkan juga gimana caranya agar permintaan ikan dalam negeri dan negara-negara importir juga meningkat.


Untuk mendongkrak minat masyarakat Indonesia untuk menikmati ikan, ide saya adalah menggalakkan promosi tentang betapa pentingnya makan ikan. Promosi di sini harus dilakukan secara masif. Kalo saya sih kepikiran melalui iklan di televisi. Mengingat saat ini televisi udah bisa dinikmati hingga ke pelosok-pelosok. Biasanya masyarakat awam mudah kemakan iklan. Nah, pemerintah harus bisa membuat iklan yang unik, sering ditayangkan di jam-jam tertentu yang kira-kira banyak orang nonton, dan iklan tersebut bisa diingat baik kalangan muda maupun dewasa.


Selain melalui media televisi, bisa juga dengan lomba-lomba seperti lomba blog dari PT Central Proteinaprima atau CP Prima ini. Bisa pula melalui promosi kampanye makan ikan di posyandu, puskesmas, sekolah-sekolah, perguruan tinggi seperti aksi dari CP Prima pula atau internet.

2.Pemerintah daerah harus aktif mensupport dan turun tangan 
Untuk membuat masyarakat mengerti bahwa budidaya ikan memiliki prospek yang cerah, pemerintah daerah sebaiknya rajin memberikan penyuluhan. Bisa pula dengan pembagian benih ikan unggulan gratis. Selain itu perlu juga melakukan pembinaan dan penggelontoran dana untuk menarik minat masyarakat melakukan budidaya perikanan.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bangka yang aktif membina masyarakatnya melakukan budidaya ikan air tawar. Pemkab Bangka juga membina masyarakat setempat bikin abon air tawar lho. Karena abon ikan makin diminati. Wah, kalo abon mereka laris, otomatis kebutuhan ikan makin meningkat, bukan? (Sumber: Bangka Pos)

3.Bekerja sama dengan pola kemitraan inti dan plasma dengan perusahaan akuakultur

Pola kemitraan yang dimaksud di sini adalah: perusahaan akuakultur menyuplai benih ikan, pakan ikan, listrik dan air, pelatihan dan dukungan agar pada petambak agar ikan yang dipanen memiliki mutu yang bagus. Nanti ikan akan dipanen oleh perusahaan tersebut tentu saja agar kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan.




Salah satu perusahaan akuakultur yang menerapkan pola kemitraan inti dan plasma adalah PT CP Prima. Jadi para petambak ditugaskan mengelola tambak sementara CP Prima memberikan kebutuhan tambak dan SOP atau Standard Operation Procedure yang wajib dipatuhi pengelola tambak. (Sumber: CP Prima)

Diagram Program Kemitraan Inti dan Plasma (Sumber: CP Prima)


4.Meningkatkan teknologi pengolahan hasil perikanan

Seperti yang saya sebutkan sebelum ini, ikan adalah produk yang gampang rusak. Perlakuan pasca panen ikan harus betul-betul diperhatikan biar ikan tetap dalam kondisi bagus hingga ke tangan konsumen.


Mungkin dengan difillet, diasap, dibekukan, dikalengkan, diasinkan, atau bisa saja diolah menjadi aneka makanan yang bisa bertahan lama. Seperti sosis, otak-otak, nugget, bakso, abon dan lain-lain. Bisa nambah pendapatan juga :D.
Contoh abon ikan patin (Sumber foto: Winny Abon)


Ini, abon ikan buatan saya hehe. Enak lho :D

Nggak menutup kemungkinan produk olahan perikanan juga bisa diekspor ke mancanegara. Contohnya aja kerupuk ikan tenggiri yang sudah bisa ekspansi ke Singapura.(Sumber: Isukepri)


Saya pribadi sih optimis, Indonesia bisa menggenjot dan memajukan budidaya perikanan. Apalagi saat ini industri kuliner berbasis produk perikanan semakin lama semakin booming. Besar kemungkinan permintaan ikan dalam negeri akan terus meningkat. Semoga saja. 

Ngomong-ngomong, saya abis bikin bakso dari ikan cakalang. Enak lho :D
  
Bakso ikan cakalang buatan saya :D




REFERENSI:

- http://www.republika.co.id
- http://health.perempuan.com/

- http://pelakuukm.blogspot.com
- http://alamtani.com/
- http://www.cpp.co.id
- http://www.winnyabon.com/
- http://www.isukepri.com 
- http://bangka.tribunnews.com


JAGA KECANTIKAN DIRI, JAGA LINGKUNGAN

Jerawatan? Wajah kusam? Itu adalah masalah kulit saya sejak SMA. Kalau cuma kusam masih lumayan lah. Yang membuat tidak percaya diri adalah ...