Friday, 20 December 2013

MENDADAK RAMAH

Pagiiiiiiiii :D

Pagi ini aku mendelik. Apa pasal? Iyak, beratku naik. Cuma dikit sih. Gimana nggak naik, wong jarang masak. Jarang main-main ke gym. Hehe. Tapi nggak apa lah. Nggak segemuk dulu kok :D.

Jadi begini *sok serius*.

Akhir-akhir ini ada teman yang dulunya cuek abis, trus mendadak jadi deket-deket dan jadi ramah hehe. Tentu saja aku ramahin balik. Namanya temen lama kan. Aku orangnya nggak pedulian. Mau dulunya menyebalkan, kalau sekarang tiba-tiba muncul, rasanya surprise gitu.

Sebut saja namanya Sinta. Entah Sinta ini kerasukan apa, kok tiba-tiba kontak aku pengen ketemuan. Kebetulan waktu itu aku nggak kemana-mana karena sakit Infeksi Saluran Kencing. 

Sinta ini ngotot pengen ketemu. Okelah, ta jabanin. Demi teman lama! Di kafe, rupanya ada teman-teman Sinta yang lain. Dan pemirsa, aku pun masuk ke dalam zona prospek. Apa aku jengkel? Beluuuuuummmmmm! Justru aku seneng liat orang ngomong di depan sampai berbusa-busa. Aku sih kebagian senyam-senyum aja.

Pas salah satu pemrospeknya mulai berbuih-buih, Sinta ini berbisik. "Coba, pendapatanmu berapa sebulan? Palingan juga besaran sampinganmu, kan?"

Oh, My God!

Aku seperti disentak. Jadi Sinta ini meremehkan gitu? Ya ampun! Tau apa dia tentang aku? Ketemu aja baru saat itu! Tapi aku pilih diam. Ta dengerin lagi pemrospeknya. Astaga! Dia menjelek-jelekkan profesi petani, pegawai bank, pegawai kantoran, dll. 

Aku noleh ke arah Sinta. Dia masih senyam-senyum. Dan tiba-tiba aku dilanda muak akut. Apalagi saat pemrospeknya nunjuk aku trus nanya.

"Mbak mahasiswa."
"Kerja." Aku nyahutnya datar.
"Nah, kerja pagi pulang malem penghasilan pas-pasan kan ya." Pemrospek tersenyum DENGAN salah satu ujung bibirnya terangkat. 
"Nggak, Alhamdulillah. Nggak pas-pasan," aku membalas dingin.

Lalu Mbak Pemrospek kembali ngoceh. Nggak tau kenapa mendadak aku pengin nyumpal mulut para pemrospek itu. Wooooooyyy! Emang profesi terhebat di dunia ini cuma kerja di MLM ala dia apa?

Sebelum acara bubar, aku walk out. Males. 

Sebenernya aku nggak anti-MLM. Aku akan mensupport usaha apapun sepanjang halal, yang dilakukan temen-temenku. Bahkan aku beberapa kali lho, bantu jualin produk MLM temenku. Meskipun gak jadi member.

Yang aku jengah adalah: RAMAH MENDADAK, TRUS ADA MAUNYA. Ayolah jujur aja. Apa sih tujuannya ramah sama temen-temen lama? Buat jualan kan? Bukan memang pengen aja kan? Salah? Nggak salah, ASAL, nggak bikin orang lain bete.

Minta bantuan nyebar katalog? Aku bantu! Promosiin ke temen-temenku? Ayooo sini! Aku bantu! Hehehe. Tapi asal jangan nyebelin. Jangan sok ngerasa usahanya paling hebat sendiri. Jangan terlalu mengagung-agungkan sesuatu ah. Aku nggak mau ceramah. Silahkan direnungkan sendiri :).

Sekian saja curhatnya. Mau siap-siap olahraga nih :D.




Monday, 16 December 2013

DI BALIK PENULISAN BUKU: CURHATAN (MANTAN) CEWEK GEMUK



Aku nulis naskah ini berapa lama ya? Dua bulanan mungkin. Kalo nggak sebulan. Lupa. Aslinya 100 halaman pas. 

Sebenarnya waktu itu naskah ini mau diikutkan lomba. Aduh, waktu itu lomba apa ya? PSA Grasindo mungkin. Ah. lupa. Karena saat itu nggak nututi tetep aja aku lanjutin nulisnya.

Bedanya dengan nulis cerpen, aku suka ngasih tanda di kalender. Aku usahakan sehari nulis 5 lembar. Kalau sehari nggak nulis sebanyak itu, berarti aku anggap utang. Besoknya, WAJIB nulis 10 lembar.

Sebenarnya tujuanku nulis naskah ini bukan nyindir orang-orang gemuk. Jadi kalau aku nulis nukilan buku ini di social media, jangan keburu naik darah. Hahaha. Sensitif hati itu nggak baik buat pikiran ya. Dont do that :).Eh, tunggu dulu. Kok aku ketawa? Ya, habisnya lucu aja. Semisal, aku nulis nukilan isi bukuku, trus ada yang celetak-celetuk yang keliatannya tersinggung. Please, no offense, ok? Sampai sekarang kalau ada orang subur pun, aku enggan berkomentar kok. Aku pernah dikomentari, jadi yaaah. Tau lah gimana rasanya.

Nah, lalu apa dong tujuannya? Berbagi pengalaman aja. Berbagi isi pikiran juga. Siapa tahu bermanfaat. Nggak ada maksud nyindir siapapun. Ngapain pakek nyindir? Tulis aja langsung wkwkwkwk. Beneran aku tulis lho kejadian-kejadian nggak mengenakkan di masa lalu itu. Biar nambah-nambahin halaman, biar naskahnya banyak, biar bukunya agak tebel ya, masak cuma 50 halaman? Dijualnya murah dong *penulis matre*.

Jadi buku ini bercerita tentang saat aku kurus, saat gemuk trus dikomentari macem-macem yang jleb! di hati. Akhirnya aku nyoba diet. Diet segala macam pokoknya. Gagal hahaha. Duh, kasian ya, si kecil ini *fiuhh*

Akhirnya nemulah cara diet sehat. Tapi ini juga nggak berjalan mulus. Aku nggak becus masak. Iyak, pengalaman konyol dan lucu aku tulis di sini. Tunggu. Konyol dan lucu itu apa bedanya coba? Ini namanya menghambur-hamburkan kata. Baik, kalau gitu "lucu"nya aku coret ya.

Jadi isi buku ini bukan buku pedoman kesehatan. Ini buku curhatanku selama berjuang agar bobotku jadi ideal. Jadi ya, ngelantur-ngelantur begitulah. Ada bab saat aku diet makan 3 sendok, diet makan gado-gado, diet makan kentang, diet rebus-rebusan, dll. Isinya: kata editorku, lucu. Ada yang bilang, cara bertuturku bagus.

Bukan kataku lho. Aku bukan tipe penulis yang membagus-baguskan naskah sendiri. Soalnya yang baca orang lain, berarti yang menilai juga orang lain. Aku cuma merasa enjoy aja pas nulisnya.

Nanti kalau udah terbit baru aku kasih tau teasernya ya :). 








Wednesday, 4 December 2013

EKONOMI SYARIAH, ALTERNATIF SOLUSI DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI


Tentang Ekonomi Syariah
Ekonomi syariah bukanlah hal baru bagi kita. Hanya saja, mungkin sebagian dari masyarakat Indonesia, belum benar-benar memahami artinya. Biasanya jika kita mendengar “ekonomi syariah” yang terbersit adalah lembaga keuangan berbau Islam. Memang benar. Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan Al Qur’an dan sunah untuk mensejahterakan masyarakat, baik itu muslim maupun non-muslim. Bedanya dengan sistem ekonomi konvensional adalah, ekonomi syariah tidak mengenal sistem bunga, tapi bagi hasil.
Ekonomi syariah sendiri sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad. Namun di Indonesia, sistem ekonomi syariah mulai diperkenalkan pada tahun 1991, tepat saat Bank Muamalat didirikan. Berikutnya, lembaga-lembaga keuangan syariah pun mulai bermunculan seperti BMT (Baitul Maal Tanwil), asuransi syariah, dan masih banyak lagi.

Pangsa Pasar dan Pertumbuhan
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia sudah berjalan dua dekade lebih sejak berdirinya Bank Muamalat. Perbankan syariah terus mengalami kemajuan, hanya saja lajunya cukup lambat. Menurut Bank Indonesia, pangsa perbankan syariah pada 2013, masih di bawah lima persen.
Namun, meskipun pangsa pasar perbankan syariah cukup kecil, pertumbuhan perbankan syariah sangat tinggi. Sekitar 37 persen, melebihi pertumbuhan bank konvensional, asuransi, dan pegadaian. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan pertumbuhan aset industri keuangan syariah pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 40 persen, jauh meningkat dibandingkan pertumbuhan insdustri keuangan konvensional yang cuma berkisar antara 15-20 persen tiap tahunnya.
“Permintaannya besar sekali dan prospeknya di Indonesia bagus sekali,” tegas Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani dalam sebuah seminar November lalu.
Geliat pertumbuhun ekonomi syariah di tanah air tercermin dari pertumbuhan aktivitas di sektor perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, lembaga keuangan mikro syariah, dan pengelolaan zakat. Di sektor perbankan, tren dari sisi pembiayaan, aset, maupun dana pihak ketika, menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data Bank Indonesia saat ini sudah ada 11 bank umum syariah (BUS), 24 bank syariah dalam bentuk unit usaha syariah (UUS), dan 156 BPRS, serta jaringan kantor yang terus bertambah dari 1.692 kantor pada 2011, menjadi 2.574 pada 2012 atau mengalami pertumbuhan sebesar 25,31 persen (per 17 Desember 2012).
Hanya saja, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, Indonesia masih belum mampu menjadi negara dengan perekonomian syariah terbesar di dunia. Hal ini cukup ironis. Mengingat selama ini ekonomi syariah identik dengan negara yang memiliki sistem pemerintahan Islam atau mayoritas berpenduduk muslim. Yang lebih mencengangkan lagi, Indonesia ketinggalan jauh dibandingkan Inggris yang notabene bukan negara berbasis penduduk muslim.
Menurut wakil Menteri Keuangan II, Bambang PS Brodjonegoro dalam sambutan pembukaan The 2th Islamic Economics and Science Research Forum, Indonesia seharusnya mampu menjadi pusat dan keuangan syariah dunia. Indonesia juga sepatutnya menjadi acuan negara lain, baik negara Islam ataupun bukan, dalam pengelolaan ekonomi syariah.

Keunggulan
Saat ini, sejumlah negara yang penduduknya kebanyakan non-muslim pun mulai mulai melirik sistem ekonomi syariah sebagai landasan perekonomiannya. Seperti Hongkong, bahkan Inggris. Di antara negara Eropa lainnya, Inggris merupakan negara yang saat ini benar-benar serius menjalankan sistem ekonomi syariah.
Ekonomi syariah memang dinilai memiliki keunggulan dibandingkan sistem ekonomi konvensional. Salah satunya adalah faktor resiliensinya di tengah krisis ekonomi global. Tak heran, sistem ekonomi syariah mulai bergaung di negara-negara lain bahkan di negara yang didominasi penduduk non-muslim sekalipun.
Maka dari itulah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap, sistem ekonomi syariah bisa menjadi alternatif solusi dalam mengatasi krisis keuangan global dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
“Ada tiga hal penting mengapa kita membutuhkan ekonomi syariah berkembang di Indonesia,” tandasnya pada sambutan acara Pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!).
Pertama, sistem ekonomi syariah mampu mengurangi kesenjangan antara sistem keuangan dengan sektor riil atau sektor usaha kecil yang ada di masyarakat, sehingga mencegah timbulnya bubble economy atau penggelembungan ekonomi.
"Dengan adanya sistem bagi hasil membuat tidak adanya jarak antara sistem keuangan dengan sektor rill. Sistem keuangan ekonomi syariah mencerminkan ekonomi rill sehingga menghindari pengelembungan ekonomi atau sering disebut bubble economy," ungkap Presiden.
Kedua, ekonomi syariah mampu mencegah dari pembiayaan yang sifatnya masih spekulatif.
"Dengan terhindarnya pembiayaan yang spekulatif dapat memperluas financial inclusion sehingga melalui pembiayaan kepada UMKM, berdasarkan landasan kebersamaan, tidak untuk kepentingan para pemilik modal," kata beliau.
Ketiga, ekonomi syariah dapat memperkuat sistem pengaman sosial.
"Hadirnya dana-dana syariah potensial seperti zakat, infaq dan sedekah dapat memperkuat sistem pengaman sosial yang sudah ada. Orang miskin, kaum duafa dapat mendapatkan manfaat ini sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kita," Presiden menjelaskan.
Presiden juga menyatakan, sistem ekonomi global tengah menghadapi masalah serius. Belajar dari masalah tersebut, sudah sepatutnya, Indonesia mulai memperbaiki sistem, kebijakan, dan etika perekonomian.
Pernyataan Presiden bukan sekadar persuasif. Terbukti, Menteri Keutuhan Masyarakat Inggris, Baroness Warsi, juga menyatakan keseriusan pemerintahannya dalam menangkap peluang potensi ekonomi syariah dunia. Menurutnya, keterlibatan Inggris dalam sistem keuangan syariah bertujuan agar tidak kehilangan pasar global yang sedang tumbuh.
Keseriusan Inggris diaplikasikan dengan ditawarkannya produk syariah di 22 bank, dan lima diantaranya, sepenuhnya berbasis syariah. Ketua UK Islamic Finance and Investmen Group ini menyatakan, ekonomi syariah sudah mengajarkan pada perbankan  mengenai etika dan moral. Oleh sebab itu, penerapan ekonomi syariah dinilai sangat sesuai dengan misi perekonomian negaranya sekaligus memanfaatkan sumber daya ekonomi kaum Muslim Inggris.

Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!)
Gerakan Ekonomi Syariah atau Gres! merupakan program kampanye (campaign program) yang digagas oleh 13 asosiasi ekonomi syariah. Program ini melibatkan industri keuangan syariah, bisnis islami, regulator, dan asosiasi.
Peluncuran Gres! dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 November 2013 lalu. Dalam acara tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didapuk menjadi Bapak Pemimpin Gerakan Ekonomi Syariah. Alasannya, selama menjabat, ekonomi perbankan syariah mengalami kemajuan. Gerakan ekonomi syariah ini diresmikan oleh Presiden dan dan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo.
Gres! bertujuan untuk membangun kesadaran (awareness) masyarakat supaya dapat menjalankan prinsip-prinsip luhur Islam (Islamic values) dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan ekonomi syariah sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Presiden berjanji, pemerintah akan berusaha mengoptimalkan ekonomi syariah di berbagai sektor. Yaitu sektor perdagangan, asuransi, perbankan dan sebagainya agar tercipta ekonomi yang adil dan merata. Masih menurut Presiden, pemerintah juga ingin berperan aktif dalam membangun ekonomi syariah agar dapat menciptakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang stabil dan dapat memberikan kesejahteraan bersama.

REFERENSI:
-          http://www.metrotvnews.com
-          http://gresindonesia.com/
-          http://bisnis.liputan6.com
-          http://www.metrotvnews.com
-          http://www.republika.co.id
-          http://www.mediajakarta.com
-          http://finance.detik.com
-          http://wartaekonomi.co.id
-          http://economy.okezone.com
-          http://id.wikipedia.org
-          http://www.ekonomisyariah.org

(Tulisan ini diikutkan dalam lomba Karya Tulis Ekonomi Syariah Gres! Indonesia, 2013)


JAGA KECANTIKAN DIRI, JAGA LINGKUNGAN

Jerawatan? Wajah kusam? Itu adalah masalah kulit saya sejak SMA. Kalau cuma kusam masih lumayan lah. Yang membuat tidak percaya diri adalah ...