Wednesday, 30 October 2013

DONT JUDGE A BOOK BY ITS COVER

Ini ngeblog kilat hahaha.

Jadi gini. Aku suka heran dengan orang-orang yang celetak-celetuk nggak penting. Contoh:

- Hah? Kamu nulis buku Islami? Wah, bakal surprise!
- Tumben dengerin pengajian?
- Oh, ternyata kamu suka juga ya buku yang berbau agama
- Masa sih kamu baca Qur'an?
dan lain lain, dan teman-temannya.

Beberapa kali aku menerima komentar yang kurang lebih seperti itu. Jelas yang mengatakan hal tersebut bukan orang yang benar-benar ada di sekitarku. 

Tapi orang-orang yang cuma ketemu 1-2 jam, yang bisanya cuma mantengin statusku di Facebook tanpa mengetahui latar belakang yg sebenarnya.

Bukannya aku meradang. Nggak sih, biasa aja. Cuma janggal aja. Yang berkata begini ini bukan orang-orang nggak sekolah. Mereka berpendidikan. Dalam hal ilmu agama, aku yakin pengetahuan mereka luas. 

Jadi hanya karena aku jarang nulis status semisal: berdoa di soscmed, menyebut kalimat tauhid di socmed, menceritakan kalo lagi puasa sunnah, kalo lagi beribadah, ada yang menganggap aku urakan bin begajulan gitu ya.

Hanya karena aku karaoke, ke cafe, keluyuran, judgement mereka buruk aja. 

Ta kasih tau. Di tempat karaoke di Malang, itu room-roomnya banyak dihuni oleh cewek-cewek berkerudung juga. Rata-rata mereka bergerombol banyak orang. Selama aku mengeram di tempat karaoke, nggak nemu tuh cewek-cowok berduaan dalam satu room. 

Apa sih tujuanku karaoke? Ya ngilangin stres lah. Bedanya sama nyanyi di rumah atau kos-an, kalo di tempat karaoke bisa pilih lagu, bayar, bisa rame-rame. Ngaku deh! Mustahal bin musykil kalo ada yang nggak pernah nyanyi di rumah. Lha kalo bisa barengan sama temen-temen, why not? Lagunya juga lagu yang familiar di telinga kita. Saat ini jujur, kalo karaoke aku pengen nyanyi Roar-nya Katy Perry. Karena penuh semangat.

Kalo ke cafe? Ya makan dong. Salah? Cafe = buruk? Tergantung cafenya kaleeeee. Kalo cafe remang-remang yo penuh wong pacaran. Kalo cafe-cafe biasa adanya orang wifi-an ngerjain tugas. Dan biasanya aku ke cafe selain ngobrol, aku suka merenung sendirian. Liat jalan, liat attitude orang-orang, nulis, nyari ide, baca. Aku tinggal di kos-kosan ya. Yang anak-anaknya pada ajaib. Ngakak, teriak-teriak, nangis, amburadul. Aku perlu konsentrasi penuh kalo otakku udah exhausted.

Kalo ke mall? Salah? Lha kan di sana ada hypermart. Suka ada pelembab/barang-barang diskon. Ada Gramedia. Ada 21. Please deh.

Kalo pengajian? Kalo buku agama? Harus gitu aku laporan, helloooo lagi pengajian nih. Hellooooo, lagi baca bukunya Gus Mus nih. Sekali lagi, masalah kegiatan yang beraroma agama seperti puasa, pengajian, dll, aku memang cenderung tertutup. Bukannya nggak mau menyampaikan walau satu ayat, bukan.

Aku lebih suka aplikasi ketimbang ngumbar dalil yang udah aku pelajari. Contoh aja: nggak galau di socmed, nggak buang sampah sembarangan, nggak full day ngutak-ngatik socmed (ingat manajemen waktu dalam Islam?), punya keyakinan teguh, bersemangat, dll. Apakah itu bukan bagian dari agama??? Think again :)

Trus dikiranya aku nyetatus tentang hal-hal bersemangat itu bukan bagian dari agama? Ingat Allahu akbar kan? Berapa kali disebut dalam sehari?? Lha lapo masih kurang yakin? Lapo masih merasa nggak pede? Aku selalu bersemangat gara-gara itu. Aku ingin menularkannya pada orang lain.

Bukan berarti aku udah bener dalam beragama. Banyaaaaaaakkk alphanya. Tapi sangat disayangkan kalo perkara-perkara sepele bisa membuat manusia yang berpengetahuan dan berpendidikan, menjudge orang lain seenak udel mereka.

Selamat pagi :D

Friday, 18 October 2013

Hepi Karena Naskahku Di-acc

Weekend tlah tiba, hore hore hore :D

Yang kurasakan pagi ini adalah: hepi dong. Sebab naskahku diacc kemarin, sebab habis beli novel baru kemarin, sebab aku bangun dengan keadaan baik-baik saja tadi pagi, sebab aku bisa menghirup napas tanpa kesulitan, sebab banyaaaakkk hal. Totally happy? Of course not. Ada sedikit hal yang bikin aku agak galau. Tapi ah, sudahlah. Kan cuma sedikit, aku memilih fokus pada anugerah yang banyak kuterima. Yang sedikit itu, biarlah aku serahkan pada Sang Pengatur Segala Hal.

Aku mau cerita yang bikin aku hepi aja.

Waaa, nggak nyangka naskahku bisa diacc. Bohong ding. Sebenarnya aku udah yakin kalo naskah itu bakal diacc, entah oleh siapa. Keyakinan itu muncul sebab:
1. Teman-teman yang aku minta baca draftnya, ketawa-ketiwi dan nggak bisa brenti baca.
2. Teman penulisku yang aku minta jadi 1st reader per bab, nagih minta baca bab berikutnya.

Naskah tersebut aku ikutin lomba Bluestroberi. Aku bikinnya sekitar 3 mingguan. Tujuanku ikut lomba adalah: membunuh rasa galau akut. Waktu itu ibuku habis meninggal. Jatah berkabung kan dalam Islam cuma 3 hari ya. Kenyataannya, berhari-hari aku disusupi perasaan kehilangan tingkat tinggi. Dunia terasa mau kiamat aja dah.

Akhirnya aku memilih jadi manusia supersibuk. Untuk sementara, yang namanya leha-leha alias having fun sama teman-teman, aku pending. Terbukti having fun nggak menyembuhkanku. Fiuhh. Sisa-sisa waktu aku pakek buat nulis naskah ini. Aku memilih tokoh orang-orang sekitar, biar cepet dan gampang. Aku nulis di mana-mana. Di bis, di mall, di mana-mana. Pokoknya aku nggak mau pikiranku ngelantur.

Alhamdulillah, naskahku jadi. Aku kirimlah ke Ice Cube Publisher. Dan... Jeng jeng! Naskahku nggak kepilih. Hahahahaha. Berdasarkan advice teman-teman penulis, aku lempar ke BIP. Diacc deh, Alhamdulillah.

Jadi aku punya calon buku:
1. yang 50 dongeng anak (Kiddo)
2. yang 12 cerita anak (Elex)
3. yang dongeng udah diilustrasi (BIP)
4. naskah pengalaman pribadi (BIP)
5. naskah teenlit kocak ini (BIP)

Semoga semua berjalan lancar. Aamiin. Saat ini aku kepingin bikin naskah lagi untuk lomba Grasindo. Tapi belum bikin. PRku masih banyak hahahaha.

Oh ya, aku juga lagi getol belajar cerpen untuk Kompas. Kemarin pagi udah kirim. Mbuh, dimuat apa nggak. Udah nyelesein aja bikin aku seneng kok. Kebiasaanku gitu. Bahagia nggak harus dimuat atau diacc. Bahagia itu waktu aku udah menyelesaikan tantangan yang aku buat sendiri.Etapi, semoga naskah cerpen yang kukirim kemarin, mendapatkan hasil yang terbaik ya. Yang terbaik itu bukan berarti dimuat :D. Yang terbaik itu, ya, yang terbaik. Kalaupun nggak dimuat, itu udah yang terbaik. Aku membiasakan berpikir dan berharap seperti itu. Karena aku nggak tahu yang terbaik itu seperti apa. Jadi mendingan diserahkan sama yang Di Atas ya nggak? :)

Sekian dulu. Aku mau jogging. Sekalian nyari kue getas. Favoritku tuhhh :D


JAGA KECANTIKAN DIRI, JAGA LINGKUNGAN

Jerawatan? Wajah kusam? Itu adalah masalah kulit saya sejak SMA. Kalau cuma kusam masih lumayan lah. Yang membuat tidak percaya diri adalah ...