Friday, 20 December 2013

MENDADAK RAMAH

Pagiiiiiiiii :D

Pagi ini aku mendelik. Apa pasal? Iyak, beratku naik. Cuma dikit sih. Gimana nggak naik, wong jarang masak. Jarang main-main ke gym. Hehe. Tapi nggak apa lah. Nggak segemuk dulu kok :D.

Jadi begini *sok serius*.

Akhir-akhir ini ada teman yang dulunya cuek abis, trus mendadak jadi deket-deket dan jadi ramah hehe. Tentu saja aku ramahin balik. Namanya temen lama kan. Aku orangnya nggak pedulian. Mau dulunya menyebalkan, kalau sekarang tiba-tiba muncul, rasanya surprise gitu.

Sebut saja namanya Sinta. Entah Sinta ini kerasukan apa, kok tiba-tiba kontak aku pengen ketemuan. Kebetulan waktu itu aku nggak kemana-mana karena sakit Infeksi Saluran Kencing. 

Sinta ini ngotot pengen ketemu. Okelah, ta jabanin. Demi teman lama! Di kafe, rupanya ada teman-teman Sinta yang lain. Dan pemirsa, aku pun masuk ke dalam zona prospek. Apa aku jengkel? Beluuuuuummmmmm! Justru aku seneng liat orang ngomong di depan sampai berbusa-busa. Aku sih kebagian senyam-senyum aja.

Pas salah satu pemrospeknya mulai berbuih-buih, Sinta ini berbisik. "Coba, pendapatanmu berapa sebulan? Palingan juga besaran sampinganmu, kan?"

Oh, My God!

Aku seperti disentak. Jadi Sinta ini meremehkan gitu? Ya ampun! Tau apa dia tentang aku? Ketemu aja baru saat itu! Tapi aku pilih diam. Ta dengerin lagi pemrospeknya. Astaga! Dia menjelek-jelekkan profesi petani, pegawai bank, pegawai kantoran, dll. 

Aku noleh ke arah Sinta. Dia masih senyam-senyum. Dan tiba-tiba aku dilanda muak akut. Apalagi saat pemrospeknya nunjuk aku trus nanya.

"Mbak mahasiswa."
"Kerja." Aku nyahutnya datar.
"Nah, kerja pagi pulang malem penghasilan pas-pasan kan ya." Pemrospek tersenyum DENGAN salah satu ujung bibirnya terangkat. 
"Nggak, Alhamdulillah. Nggak pas-pasan," aku membalas dingin.

Lalu Mbak Pemrospek kembali ngoceh. Nggak tau kenapa mendadak aku pengin nyumpal mulut para pemrospek itu. Wooooooyyy! Emang profesi terhebat di dunia ini cuma kerja di MLM ala dia apa?

Sebelum acara bubar, aku walk out. Males. 

Sebenernya aku nggak anti-MLM. Aku akan mensupport usaha apapun sepanjang halal, yang dilakukan temen-temenku. Bahkan aku beberapa kali lho, bantu jualin produk MLM temenku. Meskipun gak jadi member.

Yang aku jengah adalah: RAMAH MENDADAK, TRUS ADA MAUNYA. Ayolah jujur aja. Apa sih tujuannya ramah sama temen-temen lama? Buat jualan kan? Bukan memang pengen aja kan? Salah? Nggak salah, ASAL, nggak bikin orang lain bete.

Minta bantuan nyebar katalog? Aku bantu! Promosiin ke temen-temenku? Ayooo sini! Aku bantu! Hehehe. Tapi asal jangan nyebelin. Jangan sok ngerasa usahanya paling hebat sendiri. Jangan terlalu mengagung-agungkan sesuatu ah. Aku nggak mau ceramah. Silahkan direnungkan sendiri :).

Sekian saja curhatnya. Mau siap-siap olahraga nih :D.




Monday, 16 December 2013

DI BALIK PENULISAN BUKU: CURHATAN (MANTAN) CEWEK GEMUK



Aku nulis naskah ini berapa lama ya? Dua bulanan mungkin. Kalo nggak sebulan. Lupa. Aslinya 100 halaman pas. 

Sebenarnya waktu itu naskah ini mau diikutkan lomba. Aduh, waktu itu lomba apa ya? PSA Grasindo mungkin. Ah. lupa. Karena saat itu nggak nututi tetep aja aku lanjutin nulisnya.

Bedanya dengan nulis cerpen, aku suka ngasih tanda di kalender. Aku usahakan sehari nulis 5 lembar. Kalau sehari nggak nulis sebanyak itu, berarti aku anggap utang. Besoknya, WAJIB nulis 10 lembar.

Sebenarnya tujuanku nulis naskah ini bukan nyindir orang-orang gemuk. Jadi kalau aku nulis nukilan buku ini di social media, jangan keburu naik darah. Hahaha. Sensitif hati itu nggak baik buat pikiran ya. Dont do that :).Eh, tunggu dulu. Kok aku ketawa? Ya, habisnya lucu aja. Semisal, aku nulis nukilan isi bukuku, trus ada yang celetak-celetuk yang keliatannya tersinggung. Please, no offense, ok? Sampai sekarang kalau ada orang subur pun, aku enggan berkomentar kok. Aku pernah dikomentari, jadi yaaah. Tau lah gimana rasanya.

Nah, lalu apa dong tujuannya? Berbagi pengalaman aja. Berbagi isi pikiran juga. Siapa tahu bermanfaat. Nggak ada maksud nyindir siapapun. Ngapain pakek nyindir? Tulis aja langsung wkwkwkwk. Beneran aku tulis lho kejadian-kejadian nggak mengenakkan di masa lalu itu. Biar nambah-nambahin halaman, biar naskahnya banyak, biar bukunya agak tebel ya, masak cuma 50 halaman? Dijualnya murah dong *penulis matre*.

Jadi buku ini bercerita tentang saat aku kurus, saat gemuk trus dikomentari macem-macem yang jleb! di hati. Akhirnya aku nyoba diet. Diet segala macam pokoknya. Gagal hahaha. Duh, kasian ya, si kecil ini *fiuhh*

Akhirnya nemulah cara diet sehat. Tapi ini juga nggak berjalan mulus. Aku nggak becus masak. Iyak, pengalaman konyol dan lucu aku tulis di sini. Tunggu. Konyol dan lucu itu apa bedanya coba? Ini namanya menghambur-hamburkan kata. Baik, kalau gitu "lucu"nya aku coret ya.

Jadi isi buku ini bukan buku pedoman kesehatan. Ini buku curhatanku selama berjuang agar bobotku jadi ideal. Jadi ya, ngelantur-ngelantur begitulah. Ada bab saat aku diet makan 3 sendok, diet makan gado-gado, diet makan kentang, diet rebus-rebusan, dll. Isinya: kata editorku, lucu. Ada yang bilang, cara bertuturku bagus.

Bukan kataku lho. Aku bukan tipe penulis yang membagus-baguskan naskah sendiri. Soalnya yang baca orang lain, berarti yang menilai juga orang lain. Aku cuma merasa enjoy aja pas nulisnya.

Nanti kalau udah terbit baru aku kasih tau teasernya ya :). 








Wednesday, 4 December 2013

EKONOMI SYARIAH, ALTERNATIF SOLUSI DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI


Tentang Ekonomi Syariah
Ekonomi syariah bukanlah hal baru bagi kita. Hanya saja, mungkin sebagian dari masyarakat Indonesia, belum benar-benar memahami artinya. Biasanya jika kita mendengar “ekonomi syariah” yang terbersit adalah lembaga keuangan berbau Islam. Memang benar. Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan Al Qur’an dan sunah untuk mensejahterakan masyarakat, baik itu muslim maupun non-muslim. Bedanya dengan sistem ekonomi konvensional adalah, ekonomi syariah tidak mengenal sistem bunga, tapi bagi hasil.
Ekonomi syariah sendiri sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad. Namun di Indonesia, sistem ekonomi syariah mulai diperkenalkan pada tahun 1991, tepat saat Bank Muamalat didirikan. Berikutnya, lembaga-lembaga keuangan syariah pun mulai bermunculan seperti BMT (Baitul Maal Tanwil), asuransi syariah, dan masih banyak lagi.

Pangsa Pasar dan Pertumbuhan
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia sudah berjalan dua dekade lebih sejak berdirinya Bank Muamalat. Perbankan syariah terus mengalami kemajuan, hanya saja lajunya cukup lambat. Menurut Bank Indonesia, pangsa perbankan syariah pada 2013, masih di bawah lima persen.
Namun, meskipun pangsa pasar perbankan syariah cukup kecil, pertumbuhan perbankan syariah sangat tinggi. Sekitar 37 persen, melebihi pertumbuhan bank konvensional, asuransi, dan pegadaian. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan pertumbuhan aset industri keuangan syariah pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 40 persen, jauh meningkat dibandingkan pertumbuhan insdustri keuangan konvensional yang cuma berkisar antara 15-20 persen tiap tahunnya.
“Permintaannya besar sekali dan prospeknya di Indonesia bagus sekali,” tegas Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani dalam sebuah seminar November lalu.
Geliat pertumbuhun ekonomi syariah di tanah air tercermin dari pertumbuhan aktivitas di sektor perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, lembaga keuangan mikro syariah, dan pengelolaan zakat. Di sektor perbankan, tren dari sisi pembiayaan, aset, maupun dana pihak ketika, menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data Bank Indonesia saat ini sudah ada 11 bank umum syariah (BUS), 24 bank syariah dalam bentuk unit usaha syariah (UUS), dan 156 BPRS, serta jaringan kantor yang terus bertambah dari 1.692 kantor pada 2011, menjadi 2.574 pada 2012 atau mengalami pertumbuhan sebesar 25,31 persen (per 17 Desember 2012).
Hanya saja, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, Indonesia masih belum mampu menjadi negara dengan perekonomian syariah terbesar di dunia. Hal ini cukup ironis. Mengingat selama ini ekonomi syariah identik dengan negara yang memiliki sistem pemerintahan Islam atau mayoritas berpenduduk muslim. Yang lebih mencengangkan lagi, Indonesia ketinggalan jauh dibandingkan Inggris yang notabene bukan negara berbasis penduduk muslim.
Menurut wakil Menteri Keuangan II, Bambang PS Brodjonegoro dalam sambutan pembukaan The 2th Islamic Economics and Science Research Forum, Indonesia seharusnya mampu menjadi pusat dan keuangan syariah dunia. Indonesia juga sepatutnya menjadi acuan negara lain, baik negara Islam ataupun bukan, dalam pengelolaan ekonomi syariah.

Keunggulan
Saat ini, sejumlah negara yang penduduknya kebanyakan non-muslim pun mulai mulai melirik sistem ekonomi syariah sebagai landasan perekonomiannya. Seperti Hongkong, bahkan Inggris. Di antara negara Eropa lainnya, Inggris merupakan negara yang saat ini benar-benar serius menjalankan sistem ekonomi syariah.
Ekonomi syariah memang dinilai memiliki keunggulan dibandingkan sistem ekonomi konvensional. Salah satunya adalah faktor resiliensinya di tengah krisis ekonomi global. Tak heran, sistem ekonomi syariah mulai bergaung di negara-negara lain bahkan di negara yang didominasi penduduk non-muslim sekalipun.
Maka dari itulah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap, sistem ekonomi syariah bisa menjadi alternatif solusi dalam mengatasi krisis keuangan global dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
“Ada tiga hal penting mengapa kita membutuhkan ekonomi syariah berkembang di Indonesia,” tandasnya pada sambutan acara Pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!).
Pertama, sistem ekonomi syariah mampu mengurangi kesenjangan antara sistem keuangan dengan sektor riil atau sektor usaha kecil yang ada di masyarakat, sehingga mencegah timbulnya bubble economy atau penggelembungan ekonomi.
"Dengan adanya sistem bagi hasil membuat tidak adanya jarak antara sistem keuangan dengan sektor rill. Sistem keuangan ekonomi syariah mencerminkan ekonomi rill sehingga menghindari pengelembungan ekonomi atau sering disebut bubble economy," ungkap Presiden.
Kedua, ekonomi syariah mampu mencegah dari pembiayaan yang sifatnya masih spekulatif.
"Dengan terhindarnya pembiayaan yang spekulatif dapat memperluas financial inclusion sehingga melalui pembiayaan kepada UMKM, berdasarkan landasan kebersamaan, tidak untuk kepentingan para pemilik modal," kata beliau.
Ketiga, ekonomi syariah dapat memperkuat sistem pengaman sosial.
"Hadirnya dana-dana syariah potensial seperti zakat, infaq dan sedekah dapat memperkuat sistem pengaman sosial yang sudah ada. Orang miskin, kaum duafa dapat mendapatkan manfaat ini sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kita," Presiden menjelaskan.
Presiden juga menyatakan, sistem ekonomi global tengah menghadapi masalah serius. Belajar dari masalah tersebut, sudah sepatutnya, Indonesia mulai memperbaiki sistem, kebijakan, dan etika perekonomian.
Pernyataan Presiden bukan sekadar persuasif. Terbukti, Menteri Keutuhan Masyarakat Inggris, Baroness Warsi, juga menyatakan keseriusan pemerintahannya dalam menangkap peluang potensi ekonomi syariah dunia. Menurutnya, keterlibatan Inggris dalam sistem keuangan syariah bertujuan agar tidak kehilangan pasar global yang sedang tumbuh.
Keseriusan Inggris diaplikasikan dengan ditawarkannya produk syariah di 22 bank, dan lima diantaranya, sepenuhnya berbasis syariah. Ketua UK Islamic Finance and Investmen Group ini menyatakan, ekonomi syariah sudah mengajarkan pada perbankan  mengenai etika dan moral. Oleh sebab itu, penerapan ekonomi syariah dinilai sangat sesuai dengan misi perekonomian negaranya sekaligus memanfaatkan sumber daya ekonomi kaum Muslim Inggris.

Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!)
Gerakan Ekonomi Syariah atau Gres! merupakan program kampanye (campaign program) yang digagas oleh 13 asosiasi ekonomi syariah. Program ini melibatkan industri keuangan syariah, bisnis islami, regulator, dan asosiasi.
Peluncuran Gres! dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 November 2013 lalu. Dalam acara tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didapuk menjadi Bapak Pemimpin Gerakan Ekonomi Syariah. Alasannya, selama menjabat, ekonomi perbankan syariah mengalami kemajuan. Gerakan ekonomi syariah ini diresmikan oleh Presiden dan dan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo.
Gres! bertujuan untuk membangun kesadaran (awareness) masyarakat supaya dapat menjalankan prinsip-prinsip luhur Islam (Islamic values) dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan ekonomi syariah sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Presiden berjanji, pemerintah akan berusaha mengoptimalkan ekonomi syariah di berbagai sektor. Yaitu sektor perdagangan, asuransi, perbankan dan sebagainya agar tercipta ekonomi yang adil dan merata. Masih menurut Presiden, pemerintah juga ingin berperan aktif dalam membangun ekonomi syariah agar dapat menciptakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang stabil dan dapat memberikan kesejahteraan bersama.

REFERENSI:
-          http://www.metrotvnews.com
-          http://gresindonesia.com/
-          http://bisnis.liputan6.com
-          http://www.metrotvnews.com
-          http://www.republika.co.id
-          http://www.mediajakarta.com
-          http://finance.detik.com
-          http://wartaekonomi.co.id
-          http://economy.okezone.com
-          http://id.wikipedia.org
-          http://www.ekonomisyariah.org

(Tulisan ini diikutkan dalam lomba Karya Tulis Ekonomi Syariah Gres! Indonesia, 2013)


Wednesday, 30 October 2013

DONT JUDGE A BOOK BY ITS COVER

Ini ngeblog kilat hahaha.

Jadi gini. Aku suka heran dengan orang-orang yang celetak-celetuk nggak penting. Contoh:

- Hah? Kamu nulis buku Islami? Wah, bakal surprise!
- Tumben dengerin pengajian?
- Oh, ternyata kamu suka juga ya buku yang berbau agama
- Masa sih kamu baca Qur'an?
dan lain lain, dan teman-temannya.

Beberapa kali aku menerima komentar yang kurang lebih seperti itu. Jelas yang mengatakan hal tersebut bukan orang yang benar-benar ada di sekitarku. 

Tapi orang-orang yang cuma ketemu 1-2 jam, yang bisanya cuma mantengin statusku di Facebook tanpa mengetahui latar belakang yg sebenarnya.

Bukannya aku meradang. Nggak sih, biasa aja. Cuma janggal aja. Yang berkata begini ini bukan orang-orang nggak sekolah. Mereka berpendidikan. Dalam hal ilmu agama, aku yakin pengetahuan mereka luas. 

Jadi hanya karena aku jarang nulis status semisal: berdoa di soscmed, menyebut kalimat tauhid di socmed, menceritakan kalo lagi puasa sunnah, kalo lagi beribadah, ada yang menganggap aku urakan bin begajulan gitu ya.

Hanya karena aku karaoke, ke cafe, keluyuran, judgement mereka buruk aja. 

Ta kasih tau. Di tempat karaoke di Malang, itu room-roomnya banyak dihuni oleh cewek-cewek berkerudung juga. Rata-rata mereka bergerombol banyak orang. Selama aku mengeram di tempat karaoke, nggak nemu tuh cewek-cowok berduaan dalam satu room. 

Apa sih tujuanku karaoke? Ya ngilangin stres lah. Bedanya sama nyanyi di rumah atau kos-an, kalo di tempat karaoke bisa pilih lagu, bayar, bisa rame-rame. Ngaku deh! Mustahal bin musykil kalo ada yang nggak pernah nyanyi di rumah. Lha kalo bisa barengan sama temen-temen, why not? Lagunya juga lagu yang familiar di telinga kita. Saat ini jujur, kalo karaoke aku pengen nyanyi Roar-nya Katy Perry. Karena penuh semangat.

Kalo ke cafe? Ya makan dong. Salah? Cafe = buruk? Tergantung cafenya kaleeeee. Kalo cafe remang-remang yo penuh wong pacaran. Kalo cafe-cafe biasa adanya orang wifi-an ngerjain tugas. Dan biasanya aku ke cafe selain ngobrol, aku suka merenung sendirian. Liat jalan, liat attitude orang-orang, nulis, nyari ide, baca. Aku tinggal di kos-kosan ya. Yang anak-anaknya pada ajaib. Ngakak, teriak-teriak, nangis, amburadul. Aku perlu konsentrasi penuh kalo otakku udah exhausted.

Kalo ke mall? Salah? Lha kan di sana ada hypermart. Suka ada pelembab/barang-barang diskon. Ada Gramedia. Ada 21. Please deh.

Kalo pengajian? Kalo buku agama? Harus gitu aku laporan, helloooo lagi pengajian nih. Hellooooo, lagi baca bukunya Gus Mus nih. Sekali lagi, masalah kegiatan yang beraroma agama seperti puasa, pengajian, dll, aku memang cenderung tertutup. Bukannya nggak mau menyampaikan walau satu ayat, bukan.

Aku lebih suka aplikasi ketimbang ngumbar dalil yang udah aku pelajari. Contoh aja: nggak galau di socmed, nggak buang sampah sembarangan, nggak full day ngutak-ngatik socmed (ingat manajemen waktu dalam Islam?), punya keyakinan teguh, bersemangat, dll. Apakah itu bukan bagian dari agama??? Think again :)

Trus dikiranya aku nyetatus tentang hal-hal bersemangat itu bukan bagian dari agama? Ingat Allahu akbar kan? Berapa kali disebut dalam sehari?? Lha lapo masih kurang yakin? Lapo masih merasa nggak pede? Aku selalu bersemangat gara-gara itu. Aku ingin menularkannya pada orang lain.

Bukan berarti aku udah bener dalam beragama. Banyaaaaaaakkk alphanya. Tapi sangat disayangkan kalo perkara-perkara sepele bisa membuat manusia yang berpengetahuan dan berpendidikan, menjudge orang lain seenak udel mereka.

Selamat pagi :D

Friday, 18 October 2013

Hepi Karena Naskahku Di-acc

Weekend tlah tiba, hore hore hore :D

Yang kurasakan pagi ini adalah: hepi dong. Sebab naskahku diacc kemarin, sebab habis beli novel baru kemarin, sebab aku bangun dengan keadaan baik-baik saja tadi pagi, sebab aku bisa menghirup napas tanpa kesulitan, sebab banyaaaakkk hal. Totally happy? Of course not. Ada sedikit hal yang bikin aku agak galau. Tapi ah, sudahlah. Kan cuma sedikit, aku memilih fokus pada anugerah yang banyak kuterima. Yang sedikit itu, biarlah aku serahkan pada Sang Pengatur Segala Hal.

Aku mau cerita yang bikin aku hepi aja.

Waaa, nggak nyangka naskahku bisa diacc. Bohong ding. Sebenarnya aku udah yakin kalo naskah itu bakal diacc, entah oleh siapa. Keyakinan itu muncul sebab:
1. Teman-teman yang aku minta baca draftnya, ketawa-ketiwi dan nggak bisa brenti baca.
2. Teman penulisku yang aku minta jadi 1st reader per bab, nagih minta baca bab berikutnya.

Naskah tersebut aku ikutin lomba Bluestroberi. Aku bikinnya sekitar 3 mingguan. Tujuanku ikut lomba adalah: membunuh rasa galau akut. Waktu itu ibuku habis meninggal. Jatah berkabung kan dalam Islam cuma 3 hari ya. Kenyataannya, berhari-hari aku disusupi perasaan kehilangan tingkat tinggi. Dunia terasa mau kiamat aja dah.

Akhirnya aku memilih jadi manusia supersibuk. Untuk sementara, yang namanya leha-leha alias having fun sama teman-teman, aku pending. Terbukti having fun nggak menyembuhkanku. Fiuhh. Sisa-sisa waktu aku pakek buat nulis naskah ini. Aku memilih tokoh orang-orang sekitar, biar cepet dan gampang. Aku nulis di mana-mana. Di bis, di mall, di mana-mana. Pokoknya aku nggak mau pikiranku ngelantur.

Alhamdulillah, naskahku jadi. Aku kirimlah ke Ice Cube Publisher. Dan... Jeng jeng! Naskahku nggak kepilih. Hahahahaha. Berdasarkan advice teman-teman penulis, aku lempar ke BIP. Diacc deh, Alhamdulillah.

Jadi aku punya calon buku:
1. yang 50 dongeng anak (Kiddo)
2. yang 12 cerita anak (Elex)
3. yang dongeng udah diilustrasi (BIP)
4. naskah pengalaman pribadi (BIP)
5. naskah teenlit kocak ini (BIP)

Semoga semua berjalan lancar. Aamiin. Saat ini aku kepingin bikin naskah lagi untuk lomba Grasindo. Tapi belum bikin. PRku masih banyak hahahaha.

Oh ya, aku juga lagi getol belajar cerpen untuk Kompas. Kemarin pagi udah kirim. Mbuh, dimuat apa nggak. Udah nyelesein aja bikin aku seneng kok. Kebiasaanku gitu. Bahagia nggak harus dimuat atau diacc. Bahagia itu waktu aku udah menyelesaikan tantangan yang aku buat sendiri.Etapi, semoga naskah cerpen yang kukirim kemarin, mendapatkan hasil yang terbaik ya. Yang terbaik itu bukan berarti dimuat :D. Yang terbaik itu, ya, yang terbaik. Kalaupun nggak dimuat, itu udah yang terbaik. Aku membiasakan berpikir dan berharap seperti itu. Karena aku nggak tahu yang terbaik itu seperti apa. Jadi mendingan diserahkan sama yang Di Atas ya nggak? :)

Sekian dulu. Aku mau jogging. Sekalian nyari kue getas. Favoritku tuhhh :D


Friday, 27 September 2013

Kisah Bella bag. 1

Setelah berbulan-bulan lamanya tempat kosku tentrem ayem damai sentosa, kini kedamaian itu tercemar. Tadinya sih mau nulis terkoyak. Tapi kok kesannya horor seolah ada penjahat. Oke, lanjut.

Ceritanya gini. Ada temen kos, masih kuliah, termasuk baru sih. Bodynya semlohai, rambut sebahu, kulit seputih shampo anti ketombe, trus wajah secantik artis di tipi-tipi yang emang asli cakep. Bukan cakep gara-gara ditemplokin aneka make up. Awal-awal ngekos, dia hidup pas-pasan. Hampir tiap kali makan, menunya mi instan. Karena prihatin, anak-anak kos suka bantu dia. Ngasih mi instan, kalo dia kekurangan tetek bengek anak kos, disumbang.

Nah, ke-pas-pasan dia berubah menjadi berlimpah saat dia (aku kasih nama Bella aja ya) pacaran sama cowok dari kota M. Yang awalnya dia Miss Seret, mendadak dia berubah jadi Miss gadget. Makan mi instan udah lewaaat doooong. Menunya berganti menu-menu menengah ke atas. Dia dimodalin pacarnya, booo!'

Kalo dulu suka ngeluh kehabisan duit, oww, sekarang, harga tiket sejuta dua juta katanya murah meriah. Mungkin kalo ber-banyak orang murah ya. Ini itungannya per orang. Kami anak-anak kos kalo udah dengerin dia sesumbar, pada sok sibuk. Yang kamar pojok nyanyi dangdut, yang kamar tengah nyanyi India, sementara aku nyanyi nggak jelas. Maksudku mau nyanyi Agnes Monica tapi yang keluar malah Chaiya-chaiya. Duh!

Nah, makin hari, Si Bella ini makin menjadi sombongnya. Dan saking sombong bin o'onnya, dia bilang, "Eh, di resto X itu lho enak kalo mau beli makanan Korea." Aku yang awalnya konsen ngetik, langsung duduk tegak. Apa tadi katanya? Restoran X jual makanan Korea? Oh, Si Bella ini sombongnya harus pakek aturan. Jadi dengan ketusnya aku nyeletuk, "Sejak kapan resto X dagang masakan Korea? Tempat itu tuh Chinesse Food. Udah ada sejak zaman duluuuuuuu, mungkin sebelum aku lahir.

"Lho kata temenku iya, Mbak," Bella ngotot. Mungkin udah kadung malu.

Hasyah! Kata temennya. Emang dia pernah menginjakkan sandal di sana? Cerita kok bermodal "katanya".
Aku bales, "Aku kan pernah ke sana. Pelayanannya lamaaaa."
Nah! Kena batunya deh! Bella seketika diam seribu bahasa. Ha! Rasakan kau penyombong nggak pakek tata krama. Kalo mau nyombong mbok ya, emang pernah ngalamin. Bukan bermodal ide cerita "katanya".

Tapi rupanya Bella ini nggak kapok jadi manusia sombong yang tukang pamer. Dia pamer kalo punya pacar baru dari kota U. Pacarnya ini bukan cowok kuliahan. Tapi udah kerja.

Btw, ceritanya bersambung ya... Huaaaa! Ditungguin temen tuh. Byeeeeee :D

50 Dongengku Udah Bereeees!

Yuhuuuu.... Halo, pagi. Halo, weekend. Halo, akhir September. Dan halo, bagi siapapun yang mampir ke blogku hehehehe.

Rasanya excited sekali karena aku sudah menamatkan 50 dongeng. Fiuhhhh. Superlega. Lega karena dah selesai, lega karena kata editor ceritanya oke-oke, lega karena mikir, oh, ternyata aku bisa ya, lega setelah berpuyeng-puyeng. Khusus yang lega karena pujian editor, aku berusaha realistis. Ceritaku itu dipengaruhi oleh banyak hal. Yaitu buku-buku yang kubaca, film, kejadian yang aku lihat dan alami, plus permakan dari editor. Jadi aku nggak mau terlalu geer atau over bangga. Kalaupun nanti pembaca bilang bagus, seru, unik, lucu, Alhamdulillah. Nggak akan seperti itu kalau aku nggak suka baca, nonton, mengamati kejadian sehari-hari. Kalaupun bilang biasa aja dan sama sekali nggak seru, ya, Alhamdulillah. Berarti aku masih harus banyaaaakkkk belajar. Thanks ya, mbak editor :D. Pokoke serasa kursus nulis gratis aja. Alhamdulillah...

Nah. Kalo 50 cerita udah usai, sekarang tinggal ilustrasinya. Masih beberapa cerita yang udah jadi. Masih kurang puluhan lagi. Nggak tau nih bisa terbit sesuai jadwal apa nggak. Semoga aja ya, Aamiin. Kalo pun nggak, yaaa berarti emang takdirnya dibuat nggak on time, dan itu berarti yang terbaik :).

Tugas selanjutnya setelah nulis 50 dongeng adalah: bikin fakta unik. Dikit sih. Sekitar 150an kata. Tinggal browsing-browsing gitu. Yang keliatannya (baru keliatannya nih) puyeng lagi adalah, nyari foto-foto yang berkaitan. Totalnya ada 200 foto. Deziiiiing! Puziiiiiing nggak tuh. Semoga diberi kemudahan aja, Aamiin..

Pas nulis detik-detik terakhir kumpulan dongeng ini, serasa ada keajaiban. Kan aku kurang 11 dongeng. Aku kirim 5 sinopsisnya ke editor sekitar hari senin 23 September kemarin. Baru sinopsis lho ya. Mbak editor bilang, "Jadwal nulisnya diperketat ya, Mbak." Huaaaa, diriku dilanda panik. Apalagi, pas lagi asik email-emailan ada kabar kalo ibunya temen akrabku wafat. Ya sudahlah, email-emailan aku tinggal. Keesokan harinya, pagi-pagi juga aku langsung ke rumah duka buat nemenin sahabatku sejak kuliah itu. Dan aku masih kurang 6 sinopsis lagi sodara. Gawat, gawat, gawat! Tiap abis solat aku berdoa, minta kemudahan.

Alhamdulillah, sepulang dari sana, benih-benih ide bermunculan di kepala. Termasuk ide yang terinspirasi dari buku Titik Nol karya Agustinus Wibowo. Allah itu Subhanallah ya, kalo kasih ide. Udah deh. Enam sinopsis aku serahkan siang-siang. Dan kamis tanggal 26 September, 11 dongeng sudah aku email.  Kemarin direview sama Mbak editor dan nggak terlalu banyak revisi. Alhamdulillah.

Pas aku baca ulang ceritaku, hihihi, aneh-aneh dan lucu. Walaupun ceritanya mengandung pesan moral, tapi ciri khasku masih keliatan. Aseeeeekkkk. Makasih ya, Mbak editor :D.

Mmmm, menemukan ide 50 cerita itu nggak mudah. Sebenarnya mungkin bakal mudah kalau nggak mepet deadline. Aku sangat bersyukur karena hobi baca, hobi nonton, dan diberi kemudahan untuk menjaring ide. Jujur, sebenernya apapun yang aku tulis, itu bukan murni khayalanku. Bukan benar-benar hasil imajinasiku. Isi ceritaku nggak jauh-jauh dari apa yang tertangkap oleh panca inderaku. Kalau bisa aneh-aneh, nah itu karena aku terbiasa membaca dan menonton sesuatu yang isinya nggak biasa. Tapi sebenernya basicnya ada di dalam kehidupan nyata. Ada buku kan ya, judulnya Normal Is Boring. Nah! Kayaknya buku itu aku banget. Hahahaha.

Nanti deh kalo udah terbit, bagi siapa pun yang membaca, boleh tanya-tanya seputar penulisan buku itu. Di blog ini boleh, tapi mungkin balesnya bakal rada telat. Di inbox facebook juga boleh. Mungkin mau nanya, "Kok bisa kepikiran nulis cerita gini?", "Ide cerita ini dari mana?", dst. Semoga bisa terbit on time, Aamiiin :)

Oke deh sekian dulu. Aku mau olahraga nih. Yuk, gerakin badan :)






Monday, 16 September 2013

WHEN I WASN'T ON THAT LIST

Hari ini adalah hari paling bersejarah dalam dunia menulis aku. Naskah novelku nggak lolos seleksi. Jeng jeng! Dan, naskah pendekku juga nggak lolos seleksi. Jeng jeng babak dua.

Apakah aku kecewa? Nggak hahahaha. Entahlah. Mungkin karena akhir-akhir ini aku kelewat stres, mungkin karena aku mulai jaga jarak dengan menulis cerita (sebab utangku numpuk dan aku nggak tau gimana musti ngerjainnnya). Jadi begitu tau I wasn't on that list, ya sudah. Biarkan saja. Aku sudah cenat-cenut nih mikirin naskah nggak kelar-kelar. Mungkin aku manja ya... Mungkin bagi yang lain, udah normal kali ya ngerjain naskah nggak kelar-kelar sementara deadline semakin mendekat.

Mungkin aku bisa menyelesaikan semuanya bila begadang. Mungkin. Mungkin aku bisa membereskannya kalau ngetik sampai tanganku kram. Mungkin. Tapi nggak jamin juga. Pernah pas weekend aku nekat mau ngerjain 5 cerita aja sehari. Ya ampun, kepalaku serasa dibor. Aku nggak bisa. Nggak bisa.

Mendadak bikin cernak seperti melakukan pekerjaan membelah gunung. Mendadak nyari ide seperti diminta nyari sebutir emas di antara lautan pasir. Mungkin terdengar berlebihan. Tapi swear deh. Akhir-akhir ini aku sumpek pek pek. Sungguh! Nulis cerita anak berpesan moral itu nggak semudah angkat beban. Bagi orang lain mungkin gempil. Bagiku, susahnya nggak kira-kira.

Tapi karena aku orangnya optimis  *cieeee*, tiap kali mau ngerjain, aku wanti-wanti sama diri sendiri. Aku harus bersyukur karena punya kesempatan mengerjakan buku ini. Kapan lagi coba? Dulu aku kepingin gimana caranya punya buku, sekarang setelah ada pesanan begini, bukankah ini sebuah Maha Anugerah?

Ah, mungkin karena efek PMS aku jadi jenuh sejenuh-jenuhnya. Semoga saja ya. Aamiin 1000x. Semoga selanjutnya aku kembali menggebu-gebu.

Saturday, 14 September 2013

Kisah Tiara

Sebut saja namanya Tiara. Dia berkecimpung di dunia kesehatan. Dia temenku. Bukan sahabat lho ya. Dia berasal dari keluarga yang tidak utuh. Ortunya cerai, bapaknya nikah lagi. Katanya, bapaknya itu udah cuek abis sama dia. Katanya!

Tiara ini punya pacar. Sebut saja Dodi. Dodi ini ada di kota lain.

Nah, selama pacaran sama Dodi, Tiara mendadak jadi makhluk bodoh. Dodi yang playboy, yang temperamental, yang nggak ada cakep-cakepnya, yang suka minta duit sama Tiara, yang suka ngembat barang-barang berharga Tiara, dipuja habis-habisan. Aku sampe melongo kalo denger Tiara curhat. Kadang dia ditabok, dipukul, dijambak. Dan Tiara bisanya cuma nangis-nangis, trus cinta lagi setelah si Dodi minta maaf. Ya ampuuun! Ini yang salah Tiara yang kelewat o'on, atau Dodi-nya yang terlalu kejam? Dua-duanya salah menurutku!

Parahnya lagi, Tiara ini sampe rela dihamili Dodi. Ketika Tiara hamil, Dodi ini malah selingkuh sana-sini. Buset! Keparat sekali ya! Kalo aku jadi Tiara udah aku tendang, aku tinju, aku tonjok aja Dodi ini. Hehehe. Semoga aku bukan the 2nd Tiara. Semoga aku nggak berubah jadi makhluk bodoh. Semoga keturunanku, ponakan-ponakanku, orang-orang tercintaku, juga nggak jadi makhluk bodoh. Bodoh seperti Tiara maksudku.

Alhasil Tiara ini nagis gerung-gerung, berdukacita semaksimal mungkin, mabuk, ngobat, trus nekat mau bunuh diri. Astagaaaahhhhh!

Oya, aku juga nggak tau kalo dia hamil. Perutnya nggak besar tuh. Aku tau dari temennya. Plus curiga juga kok bisa dia kayak orang kesurupan begitu tau pacarnya selingkuh. Singkat cerita, akhirnya pacarnya balik lagi sama Tiara.

Trus gimana dengan kehamilannya? Yak, Tiara sukses aborsi. Bayinya dikubur entah di mana. Katanya, Tiara suka kebayang-bayang sama bayinya ini. Hiiii, ngeriiiii.

Trus, gimana hubungannya dengan si Dodi sekarang? Yak, putus pemirsa. Si Dodi punya pacar banyak. Cewek-cewek suka nginep di kontrakan dia. Ckckckckck. Duh, semoga orang-orang yang kusayangi nggak sebejat Dodi ini. Dodi ini kerjanya mabuk, ngobat, nge-sex. Apakah Dodi berasal dari keluarga yang nggak utuh? Nggak! Dia berasal dari keluarga baik-baik yang full kasih sayang.

Ini cerita nyata lho ya. Bukan imajinasiku.  Ini cuma satu Tiara yang aku tau. adakah Tiara-Tiara lain di luar sana? Aku rasa banyak. Oh, semoga aku nggak berubah seperti Tiara. Cinta emang buta. Beneran buta.



Friday, 6 September 2013

EDISI PUYENG TAPI HEPI

Hari ini, Jumat tanggal 6 September 2013 tepatnya, aku nggak nulis. Habis solat subuh aku malah jalan pagi, habis maghrib juga jalan-jalan nyari bakso. Emang yang 50 dongeng udah beres? Belum. Emang udah MAU beres? Belum. Lah, kenapa nggak dilanjutin? Jawabannya: karena puyeng bin jenuh hihihi.

Sumpah hari ini pikiranku exhausted sekali. Alhamdulillah otakku nggak konslet. Yang bikin stresnya apalagi kalo bukan yang 50 cerita itu. Bukannya aku kehabisan ide. Kalo ide yang absurd dan unik, Alhamdulillah, stokku mencukupi. Tapi kalo ide yang lurus dan baik-baik saja alias normal, aku BELUM menemukan lagi. Macet nih ceritanya.

Jadi aku ngapain dooongg? Jalan-jalan lah pastinya. Hunting bakso sama temen. Ini baru pulang, trus ngeblog. Habis ini mungkin baca Selimut debu-nya Agustinus Wibowo.

Buku ini seru lho. Bagus. Apa ya, membuka wawasan baru. Oh, Afganishtan itu begini. Oh, penduduknya begini. Oh, kondisi alamnya begini. Aku dibuat terheran-heran. Kupikir Khaled Hossaeni lah yang dulunya berlebihan menggambarkan sikon Afganishtan. Kupikir koran-koran terlalu lebay menurunkan berita. Tapi kenyataannya memang seperti itu. Menakutkan sekaligus menyedihkan :(.

Opium, penembakan, bom, homoseksual, dan perbuatan kriminal-kriminal menakutkan lainnya, terpampang nyata di negara itu. Membaca buku ini membuat aku bersyukuuuuuurrr sekali ditakdirkan tinggal di Indonesia. Di sini listrik banyak. Mati lampu sejam aja hebohnya nggak ketulungan. Di sana? Udah biasa nggak ada listrik. Di sini mau jalan di mana pun aman, di sana? Banyak ranjau bertebaran kayak kerikil. Huaaa! Seram! 

Aku belum baca sampe tengah-tengah sih. Karena meskipun rajin baca, kecepatan membacaku lambat untuk buku-buku seperti ini. Beda sama buku yang full action. Mbok ya sampe tengah malam mataku terang benderang. Hehehe

Mungkin minggu Selimut Debu-nya aku balikin ke perpus kota. Lah, kan belum tamat? Emang aku suka begitu kalo baca. Kadang sampe tengah-tengah, udah stop. Baca novel roman apalagi. Baru 2 bab pertama udah garuk-garuk. Tapi aku paksa aja baca. Sekadar tau. Aku bisa betah namatin buku setebal apapun, kalau isinya menghipnotis. Macam bukunya Dan Brown, Khaled Hossaeni, Paolini, Jonathan Stroud, dll. Tipe-tipe buku begini ini bisa selesai dalam waktu 1-2 hari (kalo wiken). Tapi kalo bukan wiken, paling semingguan lah.

Bagaimana dengan besok? Masih nggak nulis. Ngeblog mungkin iya. Trus ngapain? Ya jalan-jalan lagi dong hahaha. Minggu lalu abis halal bihalal aku pergi tanpa tujuan bareng temenku. Asal jalan aja. Ujung-ujungnya makaaaaannnn terus sampe kekenyangan. Ketawa-ketiwi tiada henti. Dari pagi sampe jam 8 malem baru pulang. Nggak penting banget ya? Terkadang kegiatan nggak penting itu perlu dilakukan demi menyeimbangkan kegiatan yang penting. Menurutku sih. Haha sok filosofis yeeee.

Udah dulu lah, ngeblognya. Yah, yang penting nulis walaupun cuma segini aja. Have a nice weekend semua :)



Saturday, 31 August 2013

Nyonya Nyinyir is everywhere

Kayaknya Nyonya Nyinyir ini makhluk sejuta umat ya. Di mana-mana ada aja orang tipe-tipe begini.

Nyonya Nyinyir aku singkat NN aja ya biar gampang. Jadi kemarin aku ada undangan halal bihalal. Selesai sesi ceramah, aku dan temenku, Pipit, antre buat cek kesehatan gratis. Iseng aja. Apalagi gratisan, kenapa nggak dicoba? :P

Tepat setelah aku selesai tes gula darah, waktu solat udah tiba. Aku nggak segera wudhu, karena Pipit nggak mau ditinggal, dan dia masih antre tes kesehatan. Sambil nunggu, aku buka-buka Google Play. Lalu  melintaslah si Nyonya Nyinyir ini. Dia itu, wajahnya polos tanpa make up dan pelit senyum. Ngeliat aku ngutak-ngatik gadget, dia langsung ngebentak.

"Eh, solat! Solat!" Ngajaknya itu lhoo. Nadanya nggak enak.

Aku yang dasarnya emang anak cuek, ya aku jawab. "Bentar." Jawabanku terdengar asal-asalan emang.

Ih, wajahnya makin senewen aja si NN ini. Mungkin dikiranya aku nunda solat karena asik main gadget ya. Jadi dia belum nyerah juga. Suaranya makin ketus lagi pas dia mengulang, "Ayo solat! Solat!"

Kupikir dia nggak denger aku bilang bentar. Hahaha. Nggak ding. Aku emang sengaja mengeraskan suara bilang, "Bentar, bentar! Masih antre itu lho!". Nadaku juga ketus. Dan emang masih antre beneran. Maksudku tempat wudhunya juga antre, Pipit juga masih antre.

Eh, dia makin manyun.Ta liatin aja dia. Sambil mbatin, "Ayo, bentak aja sekali lagi. Dikiranya aku anak kecil apa?" Wkwkwkwk.

Dan kalian tau sodara? Bukannya bergegas ke tempat wudhu. Dia malah ngobrol sama ibu-ibu lain, padahal antrean wudhu sudah sepi. Oalah, NN! Mudah yeeee, kalau gerakin lisan. Dirinya sendiri juga nggak bergegas. Sami mawon!

Orang tipe-tipe begini nih, aku temui di mana-mana. Jeliiiiii sekali liat minus orang lain. Malah terkadang suka su'udzan. Beberapa kali aku sampe geleng-geleng karena dikira macam-macam. Aku ke tempat karaoke, pikiran mereka udah keruh aja. Padahal kalo aku karaoke, nggak pernah bawa cowok. Pernah dulu, aku nulis cerita anak yang tokohnya bermata satu. Aduh duh duh, dikira nulis Dajjal, bo'. Padahal, secuil pun aku nggak kepikiran perihal Dajjal.

Pernah juga aku mengalami kejadian yang bikin jlebb di hati. Waktu itu di sebelahku, ada mbak-mbak yang keliatannya alim abis. Udah kenal sih. Nah, pas lagi ngobrol-ngobrol, dia nanya. "Hah? Emang kamu ngaji? Tiap hari? Iya?" Dia sampe keheranan. Buseeeeetttt! Apa aku harus pengumuman pada semua orang kalo aku habis tilawah? Please yaaaa....

Memang. Sehari-hari, aku anti sekali mengungkit, membicarakan, tentang ibadah apa yang aku lakukan. Aku takut pahalanya hilang. Aku takut riya'. Dan menurutku, hal itu saaaaangaaaaaat pribadi. Aku nggak perlu pengumuman juga kalo lagi dengerin tausiah. Nggak perlu kasih tau juga sedekah ke mana. Apakah aku tahajud, dhuha, witir, dll? Nah, itu cukup aku yang tahu.

Mungkin karena temen-temenku termasuk "grup hobi ketawa" yang kerjanya kemana-mana ngikik, jadilah aku dianggap perempuan cengangas-cengenges. Pada akhirnya, aku juga mikir. Ah, peduli amat sama tanggapan orang lain.



Friday, 30 August 2013

MENULIS 50 DONGENG

Yuhuuuuuu...

Sudah lama diriku nggak ngubek-ngubek blog. Mohon maaf, kalo ada yg komen tapi tak berbalas yaaa. Jarang ngeblog nih.

Pagi ini ngeblog biar tetep nulis aja. Hari ini sama besok siang (cukup sampe siang haha), aku libur nulis. Kalo baca sih, tetep dooong. Waktu terus melaju, kalo aku hidup tanpa membaca, betapa aku bakal jadi manusia yang tertinggal hahaha.

Pagi ini aku mau cerita perihal naskah dongeng yang aku garap. Totalnya ada 50 cerita. Sebenernya dulu aku ngajuin 2 sample, untuk 12 cerita. Tapi mbak editornya suka dengan cara bertuturku, jadinya ditambahin jadi 50 cerita. Ngerjain ini, butuh kekuatan ekstra (cih, lebay :P). Karena naskah ini dijadwalkan terbit pas Halloween yaitu 31 Oktober. CATET! Sementara waktuku cuma seuprit dan naskahku masih kurang banyak. Sekitar 30an lah.

Waktu seuprit itu aku akali dengan: nulis di kendaraan, nulis di tempat makan, curi-curi waktu di hari-hari biasa, bangun pagi tentunya (aku gak suka begadang & gak mau begadang, mending aku brenti nulis daripada kudu begadang), ke mall pun bawa catetan, browsing artikel di tempat2 umum, dsb. Otakku serasa overload. Makanya kalo weekend, aku WAJIB bersenang-senang.

Sebenernya kalo cuma nulis cerita ngasal gampang ya. Ngawuuuurrr aja semisal: "Pak Menyebalkan itu sombong. Karena sombong, dia celaka & gak punya teman. Trus dia menyesal."  Sayangnya, aku ilfil dengan cerita macam itu. Kalau pun intinya sama, penyampaianku WAJIB berbeda.

Nah, aku menyukai cerita yang unik dan lucu. Editorku pun juga punya pemikiran sama. TAPIIII, cerita yang kubuat harus mengandung pesan moral. Di sinilah aku tersendat. Aku nggak terbiasa bikin cerita berpesan moral. Kadang aku bikin cerita just for fun aja. Aku sampe puyeeeenggg, bikin cerita unik, lucu, konyol, tapi berpesan moral. Yang namanya naskahku, full revisi bahkan banyak yang kembali.

Atas bimbingan sang editor dan usahaku membaca buanyaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk sekali buku (aku sampe donlot ebooknya Andrew Lang, Enid Blyton yg blm pernah kubaca, baca & beli aneka buku anak di Gramedia, dan masiiiih banyak lagi), akhirnya usahaku membuahkan hasil. Makin ke sini, naskahku makin sedikit revisian dan Mbak Editor makin sering bilang oke. Trims buat Mbak Dian Kristiani, Mbak Dewi Rieka, dan Bu Ary Nilandari, yang juga turut mensupportku.Juga trims banget buat editorku.

Mungkin kalo aku nggak terlalu sok perfect sih, tulisanku cepet selesai. Sayangnya, aku ini manusia sok ribet. Misalnya, mau bikin cerita yang berasal dari benua Afrika. Nama tokoh dan nama tempat, itu aku browsing dulu. Semisal tokohnya petani.Maka sang petani itu akan kunamai dengan sesuatu yng berhubungan dengan pertanian dan Afrika. Di tokohku ini, kalo gak salah aku namai dengan nama daerah pertanian di Afrika.
Contoh lagi: tokohnya nelayan. Maka aku akan mencari, nama-nama nelayan terkenal di dunia. Aku ambil nama belakangnya, aku plesetin.

Hal-hal semacam itu yang bikin lama. Sebenernya bisa aja ya, aku ngasal. Tapi nggak tau, rasanya kok kurang total gitu.

Pokoknya ruwet, ruwet, dan ruwet. Tapi seperti sejak awal aku yakin, belajar apa pun, pasti bermanfaat. Menulis naskah ini aku anggap sebagai belajar ya. Hasilnya: aku jadi bisa multitasking dalam menulis. Subuh-subuh nulis cernak unik, malamnya aku lancar (Alhamdulillah) nulis naskah remaja. Padahal dulu aku gak bisa. Hasilnya lagi: tabungan ideku makin banyak. Otakku makin cepet konek nemu ide. Hasilnya lagi: tulisanku jadi lebih baik dong daripada dulu :). Kok tau? Ya aku baca-baca sendiri lah.

Terkadang ada rasa lelah, stres berat, suntuk abis, dan galau akut. Karena aku capek, terus terang. Kalo udah mencapai tahap ini, aku berhenti, makan apapun yang aku sukai (asal nggak berlebihan), dan berdoa. Doa yang seriiiingg aku mohonkan adalah doa nabi Musa biar dimudahkan segala urusan dan "Ya Allah, jadikan aku orang yang optimis. Yakin. Bersemangat. Dan jangan hancurkan harapanku." Baru deh doa untuk kebaikan dunia akhirat.

Memang, aku minta agar harapanku nggak hancur. Memang aku minta jadi optimis. Tapi di akhir doa, aku minta hasil yang terbaik. Jadi seandainya, apa yang aku gadang-gadang, aku harapkan, aku usahakan dengan sungguh-sungguh, ternyata nggak sesuai sama keinginanku, maka aku anggap: itulah yang terbaik dari Tuhan. Dan aku nggak punya alasan untuk DOWN! Alhamdulillah, kalo abis berdoa biasanya otakku jernih lagi, jadi bersemangat lagi. HIDUP BERDOA!

Aku nggak bermaksud ceramah di sini. Cuma berbagi. Tapi emang pada dasarnya, dari kecil aku termasuk anak yang ngotot dan bersemangat kalo berusaha. Dulu sering disindir kalo udah pasrah sebelum bertindak. Bapak bilang," Minder? Takut? Nyerah?" Suka dikomentarin begitu. Suka dikomporin.

Eh, ini kok malah ngelantur ya. Kan awalnya bahas nulis naskah dongeng :P. Ok, kembali ke topik. Sekarang naskah yang terkumpul baru 20an, kurang 30an. Fiuhhh! Semoga aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Di naskah ini, aku membuat cerita-cerita yang unik, nggak umum, lucu, dan ilustrasinya bagus. Di naskah ini, aku merasa nggak bekerja sendirian, karena Mbak editornya terus memantau tulisanku, memberi saran, mengoreksi, dll. Editor itu ya... Duh, nggak bisa diungkapin dengan kata-kata deh. Saluuuutt pokoknya sama para editor. Apa jadinya penulis tanpa editor?

Sekian dulu ya ceritanya. Diriku mau olahraga dulu, mau sarapan dulu, mau pergi dulu, dan mau leha-leha. Hahaha. Selamat berweekend ria, dan tetep semangaaaaat :D













Friday, 18 January 2013

Belajar Hal Baru

Sabtu lagi Sabtu lagi. Alhamdulillah bisa menikmati weekend tanpa kendala dengan kondisi sehat. Hari ini mau nulis tentang tulisanku seminggu ini.

Aku udah nggak nulis cerpen tiap hari, tapi lagi belajar bikin novel dewasa. Seperti yang udah jadi resolusiku, tahun ini harus nyoba sesuatu yang berbeda. Aku nggak mau sama. Mungkin ada yang mikir, ah, kalo aku sih dijalani apa yang ada. Kalo aku sih, nggak mau ngoyo. Kalo aku sih  nggak mau nargetin macem-macem. Ya. Itu terserah masing-masing. Tapi kalo aku, nyoba sesuatu yang sama, itu membosankan. Kalo segala hal bisa dicoba, bisa dipelajari, kenapa harus diam di tempat yang sama? Itu sih aku :).

Awalnya sih rada susah. Aku harus memetakan karakter utamanya, dan rada puyeng milih nama. Padahal yang keluar juga nama pasaran haha. Tau deh. Untuk karakter yang begini, nama itu ada pengaruhnya buat aku. Kalo yang berkarakter keras, susah juga dikasih nama Rini, misalnya. Rasanya kurang dapet. Jadi aku ngepas-ngepasin nama ama karakternya juga. Aku nggak tau apakah penulis lain merasakan hal serupa. Mungkin juga nggak. Mungkin karena aku emang orangnya kemelinti alias rewel :P.

Setelah karakter, baru deh poin-poin utamanya. Pake oret-oretan di kertas gitu. Masalah poin-poin ini, juga memicu kepeningan hahaha. Belum pernah aku sepusing itu. Rasanya banyak banget yang mau diungkapin. Setelah berkali-kali nyoba bikin, pas di kereta api, barulah semuanya lancar. Eh, kayak Rowling ya.. Nulis ide di kereta api (nyama-nyamain :P, semoga ketularan bagus juga tulisanku).

Selanjutnya, aku bisa lancar nulis. Aku nargetin sehari 5 halaman, tapi suka lupa diri. Kadang sehari 6-7 halaman. Tapi aku rem. Aku nggak mau, gara-gara menulis jadwal istirahatku terganggu. Aku emang ngotot kalo berusaha, tapi aku nggak mau mengabaikan hak tubuhku. Kalo udah jam 10 malem, kudu tidur. Apapun yang terjadi. Bisa aja sih begadang sampe jam satu. Tapi nggak ah. Besoknya aku nggak kuat Circuit Training. Bawaannya lemes. Biarlah aku nulis sedikit-sedikit asal rutin. Yang penting sehat.Dan tiap hari, aku berusaha meluangkan waktu membaca novel 15-30 menit, demi menjaga kelancaranku menulis. Sehari saja nggak baca rasanya kayak nggak makan.Gaya banget ya... :P

Oke deh. Sekian dulu ngeblognya. Yang penting blognya ditulisi hehehe. Have a great weekend, friends :)




JAGA KECANTIKAN DIRI, JAGA LINGKUNGAN

Jerawatan? Wajah kusam? Itu adalah masalah kulit saya sejak SMA. Kalau cuma kusam masih lumayan lah. Yang membuat tidak percaya diri adalah ...