Wednesday, 23 March 2016

MELEWATI MASA BERKABUNG

Yuhuuu...
Ini cuma postingan random aja. Aku nggak tau apakah ada yang bernasib serupa sama aku. Pokoknya tujuanku post ini, yah siapa tau ada yang bernasib serupa, trus baca blog ini, jadi ceria lagi. Percaya deh. Kesedihan itu nggak selalu buruk.

Aku ditinggal ibuku tiga tahun lalu. Sakit hepatitis, diabetes, dan jantung. Tiga tahun kemudian, aku ditinggal bapakku. Yang ini, mendadak sekali. 

Shock? Jelas! 

Kalau ditinggal ibu aku masih nemenin pas sakit. Kalau Bapak betul-betul nggak nyangka kalau bakal dipanggil secepat itu. Ya, nemenin juga sih, untungnya.

Aku nggak mau cerita proses meninggalnya Bapak karena udah berlalu hehe. Udah lewat masa berduka. Aku mau cerita aja gimana melewati fase ini tanpa depresi. 

Beberapa waktu lalu ada acara yang saya simak, salah satu peneleponnya cerita kalau dia belum bisa melupakan kesedihannya setelah ditinggal wafat oleh orang tercintanya. Padahal udah 7 tahun berlalu. 

Aku? Syukurlah, aku sedih hebat cuma 3 hari.
Bukan karena aku nggak deket sama ortu lho ya. Rezekiku adalah, justru akulah yang paling dekat dengan orangtua. Paling dimanja juga. Mau minta apapun, tinggal ngucap. Di dalam rumah, aku membiarkan diriku dimanja. Biar mereka happy. Namun di luar rumah, aku menolak dimanja. Aku nggak kepingin jadi cewek bermental tahu. 

Oke, pasca bapak wafat, jam 11 malam itu aku nungguin jenazah. Sama kakak dan tetangga. Sebelumnya di ambulans aku udah nangis tapi nggak parah sih. Mauku sih aku teriak-teriak tapi, aku bukan tipe orang seperti itu. Aku gak bisa teriak. Gengsi? Bukan. Kalopun aku teriak histeris, otakku masih bisa diajak mikir bahwa Bapak nggak akan kembali. Berteriak-teriak juga bakalan nambah masalah baru. Kalo pingsan? Ribet deh. Kalo lemes dan digotong? Ribet berkali-kali.

Selagi menunggui jenazah, karena malam jumat, aku baca Al-Kahfi. Abis itu aku minta dukungan teman-teman minta didoakan. Terus, aku berdoa untuk diri sendiri. Karena aku muslim, aku berdoa dengan doa yang aku tau. Prinsipku, aku harus berdoa dan berdzikir, agar terkontrol. Plus, bolak balik juga nyebut “innalillahi wa inna ilaihi rojiun.” Bagaimanapun cintanya diriku ke ortu, tetap. Ortu bukan milikku. Mereka adalah milik Tuhan. 

Syukurlah, aku tetap terkontrol hingga pagi, hingga menjelang dimakamkan. Nangis sih iya, cuma karena banyak pelayat dan sibuk, jadi nangisnya kepotong-kepotong. Rezekiku juga sih saudara cuma mas aja. Jadi kesibukan secara nggak langsung bisa mengimbangi kesedihanku.

Nah, pas mau dimakamkan, aku sama mas dilarang ikut. Mungkin takutnya aku bakal histeris ya. Aku ngotot mau ikut. Apakah aku histeris? Syukurlah nggak. Banyak berdzikir, sekali lagi bikin aku terkontrol. 

Pas udah dimakamkan, mauku kan nangis sampe puas. Eh, Bapak yang kasih ceramah mengatakan kurang lebih gini.
“Mati itu, harus bagi orang yang hidup. Kita juga akan mati, cuma nggak tau kapan. Kematian, itu nggak bisa dimajukan, nggak bisa dimundurkan.”

Pada kalimat “nggak bisa dimajukan dan nggak bisa dimundurkan” inilah, aku merasa logikaku kembali menguat. Dan, aku berhenti menangis.

Aku menghindari komentar-komentar bernada “kasihan”, karena itu akan bikin logikaku acak-adut. Jadi kalo ada pelayat yang nanya berrrrrrulang-ulang, yang sok tauuuuuu kasih nasihat seolah-olah dia kenal betul dengan keluargaku, yang kasihan seolah-olah dunia bakalan kiamat tanpa orang tua, aku minta izin masuk. Aku nggak mau mendengar hal-hal yang tidak mau kudengar.

Dan sejak bapakku wafat tet, aku sudah berjanji. Ya Tuhan, aku cuma punya waktu berkabung selama 3 hari. Mohon bantu saya melalui ini. Alhamdulillah. Cuma butuh 2 hari aku menangis. Pada hari ketiga, menurutku, aku sudah pulih. Yang bikin galau lagi tuh justru bukan dari mengenang almarhum ya. Galau lagi tuh kalo ada komentar-komentar yang bernada “kasihan”. 

Jadi kalo ada yang mengasihani, aku berusaha berpikir logis, bahwa yang ditinggal orangtua meninggal di dunia ini bukan cuma aku tok. Haloo! Di seluruh dunia ini seandainya ada seleksi 10 besar orang paling sedih sedunia, aku rasa aku nggak masuk hitungan. Masih banyak orang yang kesedihannya jauh lebih hebat dibandingkan diriku. Berpikir logis, akan membantu aku up lagi.
Memang hati ini tergoda bilang “seandainya”. Aku sih segera cut off andai-andai seperti itu. Tidak ada seandainya. Yang ada adalah fakta bahwa bapakku wafat. Kesannya kejam, tapi nyatanya memang iya toh?
Suka ingat kenangan manis? Oh, banget. Ingat syekaleee. Kalau ingat, aku baca doa untuk orangtua. Kalau ingat, kadang baca istighfar. Itu membantu menenangkan. Bagaimanapun dekatnya diriku dengan mereka, aku belum bisa sepenuhnya membahagiakan mereka. Belum sepenuhnya membalas kasih sayang mereka. Dan aku rasa seluruh anak di dunia nggak akan bisa 100% melakukannya.

Pokoknya kalau sedih melanda, kembalikan. Kembalikan pada Sang Pemilik Hati. Cuma Dia yang mampu bebolak-balikkan hati. Cuma Dia yang bisa menurunkan ketenangan. Aku bukannya ceramah, nggak sama sekali. Ini sharing aja. Aku juga nggak tau tulisanku ini bakal dibaca apa nggak. Yang penting niatku di sini berbagi.

Bagi yang mengalami, yakinlah, kesedihan itu selalu punya pendamping yakni kebahagiaan. Banyak-banyaklah bersyukur. Kenangan manis dengan ortu itu juga hal yang patut disyukuri, bukan cuma ditangisi. Dan yang paling penting, kesedihan nggak akan membuat ortu kita bangga di alam sana. Nggak akan menambah apapun bagi mereka. Mereka cuma butuh doa. Nah, daripada nangis, lebih baik berdoa untuk mereka.
Jangan lupa pula, berdoalah dengan sungguh-sungguh agar kita dikuatkan. Hati ini toh milik Tuhan. Kalau Tuhan sudah menguatkan, mau apapun yang terjadi, tetap akan kuat.


4 comments:

Ade Delina Putri said...

Sukaaaaa banget. Mbak Widya kuat banget :)

Widya Ross said...

Ade Delina: Makasih dah main ke blog ini :D

RF.Dhonna said...

Tengs for sharing mbak...
Bermanfaat 😊

Widya Ross said...

@RF.Dhonna: Makasih dah halan-halan kemari :D

Post a Comment

REVIEW LIPSTIK: POPPY DHARSONO LIQUEFIED MATTE LIP COLOR

Zaman sekarang yang namanya lipstik banyak sekali macamnya. Cuma saat ini yang lagi ngehits adalah lipstik matte yang kesat dan tahan berja...