Thursday, 5 November 2015

REVIEW BUKU: PELANGI DUA HATI by ICHEN ZR


Judul: Pelangi Dua Hati
Penulis: Ichen ZR
Penerbit: Dar! Mizan

Sinopsis:
Bayangkan, bagaimana bila Nona yang serba telunjuk harus hidup satu atap dengan cowok aneh dan menjengkelkan? Bagi Selena, semua itu seperti kutukan nenek sihir di cerita dongeng. Tapi ini bukan dongeng, juga bukan mimpi buruk. Dia harus menerima kenyataan, bahwa hidupnya telah bergulir ke titik yang paling suram.
Selena bukan selebriti sekolah lagi. Teman-teman menjauhinya, bahkan ... Curio, penyiar radio dan juga kakak kelasnya, seolah membencinya. Lalu, tiba-tiba Falih, sang cowok menjengkelkan dan sering mencela Selena mengajak Selena dagang bubur kacang. Hei, ini tidak salah, kan?
Selena tak ada pilihan lain. Dia perlu uang untuk mentraktir teman-temannya di hari ulang tahunnya. Selena paham, jalan yang dilaluinya sekarang, memang tidak sama seperti hari-hari kemarin. Begitu tiba-tiba dan penuh misteri. Inilah petualangan hidup yang paling mendebarkan bagi Selena.

Saya mendapatkan buku di atas setelah menang kuis kira-kira taun lalu apa ya? Apa awal taun ini? Ah, lupa. Baru sekarang saya review, karena buku ini sempat lenyap dari pandangan selama beberapa waktu.
Saya nggak jago mereview, hehe. Tapi akan tetap mereview. Kesan pertama baca novel ini adalah: ringan dan enak dibaca.
Tokoh utamanya bernama Selena, remaja tajir yang mendadak kehidupannya berubah menjelang hari ulang tahunnya. Orangtuanya kudu pulang kampung, meninggalkan rumah besarnya. Sementara Selena, ngotot tetep sekolah di tempat elit. Dia mau tinggal sama tantenya yang punya anak nyebelin tingkat dewa haha. Nama anak  Tante Mira adalah Vina.
Perlakuan Vina bikin Selena makin nggak betah. Akhirnya Selena mangkir dari rumah tantenya, pindah ke rumah asisten yang dulu ngasuh Selena. Namanya Bi Sufi. Di sinilah Selena bertemu dengan cowok jail bernama Falih.
Falih dan Selena hobi tengkar. Tapi akhirnya keduanya jadi akur. Di rumah Bi Sufi inilah, Selena buanyak mengalami perubahan. Perubahan apakah itu? Bagaimana pengalaman Selena  jualan bubur kacang ijo? Sanggupkah Selena panas-panasan? Trus gimana rencana perayaan ultah mewahnya?
Nah, baca aja buku “Pelangi Dua Hati” ini. Kamu bakalan suka, kamu bakalan eh tau-tau udah nyampe halaman terakhir. Asik deh. Sukses terus buat penulisnya.

2 comments:

dewi cendika (ichen) said...

Makasiiiih widyaaaa ....mwaaah

Widya Ross said...

Sama sama, mbak Ichen :D

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...