Thursday, 16 April 2015

REVIEW BUKU ANAK SILAT BOYS PETUALANGAN HOBE DI SILAT CAMP



Judul  : Silat Boys,Petualangan Hobe di Silat Camp
Penulis: Tethy Ezokanzo
Komikus: Bagus W.R
Penerbit: Anakkita

Sinopsis:
Teman-teman, Hobe lagi deg-degan bukan main gara-gara bakal dikirim ke Silat Camp, lho! Apa? Apa kata kamu? “Silat Camp itu apa?” Aduh. Masa nggak tahu?
Silat Camp kan ajang paling bergengsi di dunia persilatan! Perkemahan silat yang hanya berlangsung selama satu pekan, dihadiri oleh guru-guru paling wahid, dan diikuti oleh peserta-peserta terbaik! Nah, kira-kira Hobe si peserta paling heboh dari Padepokan Gajah Duduk bisa mengemban tugasnya dengan baik nggak, ya? Ikuti ceritanya, yuk!

Aku dapet buku ini di Lembang. Mbak Tethy mengunjungi teman-teman penulis yang lagi ikutan workshop. Dan saat itu sepatuku lagi bermasalah hihihi. 

Aku baru sekarang nulis review padahal bacanya udah lama. Pertama, aku nggak pernah nulis review jadi bingung. Bisaku cuma "bagus apa nggak". Udah. Kedua, akunya sering mudik, akses internet juga susah. Aku kalo mudik kan nggak bawa laptop. Oke lanjut.

Kesan pertama yang aku baca dari buku Silat Boys adalah: lucu. Lucu nama tokohnya. Lucu para tokohnya juga. Jadi nama tokohnya tuh ya, berasal dari karakter utama sang tokoh yang dibalik dan huruf awalnya dihilangkan. Seperti: Pugu. Kalo dibalik jadi “Ugup” kan? Tambahi aja huruf “G” jadi “gugup” deh. Berarti karakter sang tokoh juga gugupan gitu deh hehehe. Bisa aja ya, Mbak Tethy. Selain lucu, buku ini juga unik. Sebab cerita yang diangkat masalah dunia persilatan. Silat kan termasuk budaya kita ya.

Selain tokoh, ceritanya juga lucu. Nggak menggurui. Para tokoh juga jail, apa adanya lah. Jailnya tapi lucu dan natural. Semisal kasus Hobe yang mengendap-endap menuju kamar Sadre, trus kacamata Sadre diwarnai hitam. ALhasil bangun tidur Sadre panik. Karena dunia menjadi gelap.

Meskipun nggak menyelipkan pesan moral secara terang-terangan, tapi dari sini kita bisa menangkap makna akan pentingnya bekerja sama. Akur. Juga pesan moral lain tentang makna mengikuti perlombaan. Apa itu? Yuuuk, baca bukunya hehe.

Buku ini juga menurutku mudah diterima anak-anak. Bahasanya sederhana. Apalagi ada cuplikan komik di tiap akhir bab. Namanya aja Noomic ya. Novel komik.

So far buku ini menarik. Aku cepet selesai bacanya. Semoga Silat Boys bagian kedua diterbitin juga hehe. Sukses terus, Mbak Tethy ya :)

No comments:

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...