Thursday, 5 March 2015

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Raganya, Untuk Indonesia Raya

Foto diambil dari sebuah warung di kota Malang

A. SYUKUR
Berbicara mengenai bersyukur, saya hendak menjelaskan makna kata “syukur” terlebih dahulu. Kalau membuka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata “syukur” berarti:
1. rasa terima kasih kpd Allah
2. untunglah (pernyataan lega, senang, dsb)

Pertanyaan berikutnya, kenapa kita harus bersyukur? Sebab biasanya, bersyukur bisa membuat hati lebih tenteram, membuat kita jadi lebih baik.

Setahu saya, bersyukur itu bukan cuma berterima kasih. Tapi juga mengaplikasikan makna syukur melalui perbuatan. Caranya? Yaitu dengan cara memanfaatkan setiap anugerah yang kita terima untuk memberikan sesuatu yang lebih baik. Contoh, kita bersyukur karena diberikan kesehatan. Maka, badan sehat kita gunakan untuk berkarya, belajar, pokoknya untuk melakukan sesuatu yang baik.

B. BANGSA

Sekarang saya hendak menjelaskan makna kebangsaan yang berasal dari kata “bangsa”. Menurut KBBI, bangsa memiliki beberapa arti, namun saya kutip satu saja. Bangsa adalah kelompok masyarakat yg bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri.

C. MENSYUKURI KEBANGSAAN

Jadi menurut saya, mensyukuri kebangsaan memiliki makna bahwa kita berterima kasih, kita beruntung menjadi bangsa Indonesia, dan kita harus berupaya turut serta menjaga dan melindungi hal-hal yang sudah dimiliki bangsa ini.

Memang, kita tahu saat ini bangsa Indonesia lagi mendapatkan ujian. Masalah politik yang membuat kening berkerut, penegakan hukum yang menuai banyak pertanyaan, dolar yang menembus angka Rp 13.000, kenaikan harga, korupsi, keamanan yang sedikit terganggu karena maraknya begal, dan beberapa persoalan lain yang tak pernah berhenti mengisi headline surat kabar.

Namun sekali lagi, bukan berarti hidup di Indonesia adalah seburuk-buruknya tempat. Masih banyak yang patut disyukuri, di-untung­-i, karena kita menjadi masyarakat Indonesia. Apa saja yang patut kita syukuri? Mari saya jabarkan.

1. Alam yang indah.
2.Makanan yang lezat. Makanan khas Indonesia terkenal kaya bumbu sehingga membuat masakan menjadi sedap. Ingat rendang yang menjadi terkenal di dunia?
3. Walaupun belum maksimal, setidaknya saat ini banyak sekolah negeri yang gratis. Berarti sistem pendidikan mulai membaik. Sekali lagi, meskipun pendidikan yang layak belum menjangkau seluruh pelosok Indonesia.
4. Negeri kita tergolong aman. Tidak terjajah, tidak dalam kondisi berperang.
5. Program kesehatan untuk masyarakat mengalami kemajuan dengan adanya program BPJS.
6. Secara umum, masyarakat kita kebanyakan akur.
7. Penduduk Indonesia ramah dan suka menolong.
8. Tanah di negeri ini subur.
9. Kaya budaya yang sanggup menghipnotis dunia internasional
10. Dan masih banyak lagi tentu saja.

D. MENSYUKURI PROGRAM BPJS
Ya, saya bersyukur sekali dengan munculnya program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) di negara ini. Tentu masih banyak kekurangan di sana sini. Namun, dengan adanya BPJS, setidaknya banyak sekali masyarakat sakit yang terbantu. Tak perlu merisaukan biaya perawatan dokter yang mahal. Kalau dulu kan, sakit parah sama dengan menjuali harta benda. Sekarang, pasien sakit dibebaskan dari biaya. Kalaupun membayar, biayanya tidak sampai mencekik leher.

Tetangga saya di kampung sana, harus menjalani cuci darah. Kita tahu kan, biaya cuci darah itu mahal sekali. Dan harus kontinyu pula. Namun berkat program BPJS, sekali cuci darah, tetangga saya cuma dikenakan biaya 25 ribu saja.

Program BPJS membuat masyarakat jadi:
1. Sadar berobat
2. Tidak perlu mengkhawatirkan masalah biaya

E. KENDALA PROGRAM BPJS

Namun, BPJS tidak otomatis menyelesaikan masalah. Semakin mudahnya masyarakat mendapatkan perawatan gratis, tak pelak membuat rumah sakit, Puskesmas, dokter, kebanjiran pasien. Saking banyaknya pasien, saya pernah periksa ke urologi di sebuah rumah sakit, mulai dari pukul setengah delapan pagi hingga pukul lima. Dan pasien di sana, jumlahnya luar biasa banyak hingga ruang tunggu rumah sakit  tidak cukup. Bahkan saya menyaksikan sendiri, pasien berpenyakit parah seperti: kanker stadium 4, pasien cuci darah, kaki yang dibebat, bergeletakan seperti pengungsi. Itu cuma antre di dokter. Belum tes lab. Belum antre di apotek.

Antre nomor pasien rumah sakit sudah seperti ini sejak pukul 6 pagi. Foto koleksi sendiri

Ditambah lagi, pelayanan pihak rumah sakit yang mungkin saja kelelahan akut, jadi mereka bukannya bersikap ramah, malah ketus. Tentu saja hal itu membuat pasien atau keluarga pasien jengkel. Okelah, BPJS memang gratis. Tapi kan tiap bulan pihak pasien membayar.

Selain itu, pihak rumah sakit juga terkesan menganaktirikan pasien. Saya bilang seperti ini karena mengalami sendiri. Jadi saat itu usai periksa, saya diminta mengisi data. Kemudian perawat rumah sakit bertanya, “BPJS kan?” Saya menangkap nada meremehkan ditambah lagi body language yang kurang menyenangkan. Saya jawab tak kalah ketus, “Bukan. Umum.” Apa yang terjadi? Sikap perawat berubah total. Lebih ramah. Lebih welcome. Kejadian ini bukan cuma terjadi di dalam rumah sakit. Bahkan di apotek rumah sakit pun seperti itu. Kalau saya menyebut “umum” ketika bertanya, barulah pihak apotek bersikap baik.

Permasalahan belum usai sampai di sini. Terkadang kuota kamar rumah sakit juga terbatas. Mungkin karena terlalu banyak pasien yang antre.

F. SARAN DAN IDE
Dalam rangka mensyukuri meningkatnya pelayanan kesehatan, saya ingin sumbang saran dan ide. Nah, jika program BPJS dipromosikan sedemikian gencar, tidakkah jika pemerintah juga menggembar-gemborkan slogan “mencegah lebih baik daripada mengobati”? Bukankah tindak pencegahan juga tidak kalah penting? Sangat penting sekali malahan.

Kita tahu saat ini penyakit berat tidak cuma mengincar manusia lanjut usia. Saya pernah membaca dan mendengar kasus diabetes, juga hipertensi, menimpa anak sekolah dasar. Pola hidup yang serba instan, bahan kimia baik yang berbahaya maupun khusus makanan begitu marak dan dikonsumsi sedemikian bebas, polusi, kurangnya olahraga, membuat banyak penduduk rentan terkena penyakit.

Sebagai contoh, dulu kolesterol cuma mengincar penduduk berusia 40 tahun ke atas. Sekarang? Anak-anak muda pun juga rawan terkena kolesterol seiring dengan maraknya fast food dan makanan instan.

Ide dan saran saya untuk pemerintah antara lain sosialisasi.
Sosialisasi bisa melalui:
- Iklan televisi
- Spanduk, baliho, brosur.
- Radio
- Koran dan majalah
- Lomba 
- Karya tulis
- Kegiatan bersama
- Dan lain-lain

Apa saja yang perlu disosialisasi?

1. Pola hidup sehat
Dulu saat ada program Keluarga Berencana (KB), tiap stasiun televisi gembar-gembor mengiklankan pentingnya ber-KB. Sama ketika program BPJS pertama kali diluncurkan. Sekarang ada baiknya pemerintah mengiklankan betapa urgent-nya memperbaiki pola makan, agar kita sehat, agar kita lebih maksimal dalam bekerja dan berkarya.

Pola hidup sehat di sini meliputi:
A. Menu sehat

Menu sarapan terdiri dari buah dan sayur. Koleksi pribadi

- Memilih karbohidrat yang lebih baik.
Sumber karbohidrat bukan cuma nasi putih. Bisa talas, ubi jalar, singkong, nasi jagung, nasi merah. Kita juga bisa mengurangi konsumsi beras putih, siapa tahu jumlah impor beras bisa menurun. Bukan tidak mungkin, bahkan tidak perlu impor sama sekali.
- Makanan yang bagus dan tidak untuk tubuh
Walaupun bergizi, ada beberapa makanan yang tidak baik jika dikonsumsi tiap hari bagi usia tertentu. Seperti kuning telur yang mengandung kolesterol tinggi, misalnya.
- Pengaturan porsi makan
Kebanyakan masyakat Indonesia kalau makan nasi lebih dominan porsinya daripada lauk dan sayur. Hal inilah yang memicu terjadinya obesitas. Kita tahu kalau obesitas memicu terjadinya gangguan kesehatan.
- Cara memasak yang benar dan baik untuk kesehatan
Bahwa makanan yang digoreng, dihangatkan berulangkali, tidak bagus untuk tubuh kita. Kenyataannyanya , proses memasak seperti yang saya sebutkan di atas sering terjadi. Lihat saja cemilan yang digoreng sekarang lagi marak kan?

b. Olahraga teratur
Foto diambil dari salah satu tempat fitness di Malang


Saya pernah membaca kalau di Brazil, treadmill dan alat-alat olahraga kardio di letakkan di pinggir jalan. Jadi warga Brazil bebas melakukan olahraga gratis. Memang, di Indonesia agak susah diterapkan. Bisa-bisa alat olahraga tersebut dicuri dan di-rombengkan.
Bisa saja pemerintah membangun tempat olahraga di dekat Puskesmas, dengan biaya murah atau gratis.
Bisa pula pemerintah menggalakkan program jalan kaki, sebagai olahraga paling murah.
Olahraga bukan perkara menguruskan badan, namun dengan berolahraga teratur, tubuh bisa jadi lebih fit dan tidak mudah sakit.

c. Tidur Cukup
Dalam novel “The Fault in Our Stars” ada statement yang menyatakan bahwa tidur bisa mencegah kanker. Tidur yang cukup, memang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Tidur cukup, bisa membantu kita memelihara kesehatan.

2. Program Cinta Lingkungan

Foto diambil di alun-alun kota Malang. Koleksi pribadi

Kita tahu penebangan pohon sudah kerap terjadi beberapa tahun terakhir. Hutan gundul. Kabut asap merebak. Kebakaran hutan sering terjadi. Longsor dan banjir melanda. Yang paling berkaitan dengan masalah kesehatan adalah: polusi.

Siapapun tahu, kalau polusi alias pencemaran lingkungan tidak bagus untuk kesehatan. Di Indonesia, kasus pencemaran lingkungan bukan hal yang baru. Malah semakin menjadi. Kita punya sungai yang semula jernih, banyak ikan, banyak pemancing, jadi kotor karena sampah dan limbah. Air minum tercemar, ikan-ikan pun tercemar. Jika dikonsumsi, fatal akibatnya untuk kesehatan.

Dulu pepohonan begitu rindang berdiri di pinggir jalan raya, menaungi penggunan jalan. Sekarang ditebangi diganti dengan aksesoris jalan seperti tiang lampu hias, diganti dengan pohon-pohon pendek yang lebih asyik dipandang. Sebut saja pohon palem.

Padahal pepohonan bermanfaat meredam polusi udara. Mengurangi racun-racun yang bersliweran di jalan raya. Memberikan udara bersih untuk kita hirup. Sekaligus memberikan keteduhan.

Dengan menggalakkan “program cinta lingkungan” di semua lini,  secara tak langsung kita mengaplikasikan rasa syukur dalam tindakan. Kita dianugerahi alam yang melimpah ruah, dan kita harus menjaganya. Pun kita diberikan anugerah kesehatan, program layanan kesehatan yang sangat membantu masyarakat bangsa ini, maka kita juga harus berusaha menjaga kesehatan itu sendiri.

Banyak hal yang dilakukan kita selaku bangsa Indonesia. Bisa dengan menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Kesehatan yang baik akan mengoptimalkan kita dalam berkarya untuk  bangsa. Seperti lirik lagu Indonesia Raya yang berbunyi: Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya, untuk Indonesia Raya.

Referensi: 
- www.kbbi.web.id



1 comment:

Murah Grosir Isyamoda said...

Mbak km fitness di malang mana kok ada tridmillnya bagi info dong

Post a Comment

REVIEW LIPSTIK: POPPY DHARSONO LIQUEFIED MATTE LIP COLOR

Zaman sekarang yang namanya lipstik banyak sekali macamnya. Cuma saat ini yang lagi ngehits adalah lipstik matte yang kesat dan tahan berja...