Thursday, 19 February 2015

MERASAKAN SURGA INDONESIA DI KAMPUNG SAMPIREUN

“Not all those who wander are lost.” (J.R.R. Tolkien, The Fellowship of the Ring)


Saya adalah tipe cewek penakut jika pergi ke tempat asing sendirian. Percaya atau nggak, dari bayi sampe dewasa begini, saya cuma sekali mbolang sendirian ke luar kota. Maksud saya kota yang benar-benar asing. Yakni ke Lembang, Bandung. Catet, cuma sekali! Itu pun nggak totally sendirian. Cuma perjalanan dari kota Malang aja yang sendiri, naik kereta api. Kenapa nggak naik pesawat? Padahal tiket pesawat, taksi, dibayarin. Jawabannya adalah: TAKUT! Itu pun saya terpaksa meneguhkan hati berangkat sendiri karena ada workshop menulis cerita anak yang “wajib” saya hadiri. Di Lembang, saya ketemu dong sama teman-teman sesama penulis. Rame lagi dong hehe. 

Pas mau berangkat, saya agak berdebar-debar :P. Maklum anak Mama. Agak takut juga 16 jam sendirian di kereta. Takut tersesat. Takut ada apa-apa. Ternyata? Alhamdulillah, kekhawatiran itu raib. Ternyata berada di tempat asing asik juga. Serasa berada di dunia lain.

Tapi... Sepulang dari Lembang bulan Januari kemarin, kok saya belum puas ya. Saya ingin ke Bandung lagi tapi bukan ke Lembang. Melalui "Lomba Blog Pegipegi" ini, saya ingin mengafirmasi keinginan saya, siapa tahu bisa terwujud. Saya ingin ke Garut.Terserah deh mau naik pesawat atau kereta api. Akan coba saya beranikan kalau memang "wajib" naik pesawat jurusan Malang-Bandung. Nanti saya akan pesan tiket pesawat di http://pegipegi.com/. Pokoknya saya ingin menikmati keindahan Kampung Sampireun.

Foto diambil dari: http://the-wonderful-of-indonesian.blogspot.com/


Kenapa sih harus Kampung Sampireun?

Ceritanya begini. 
Dulu sekali, saya pernah melihat tayangan mengenai Kampung Sampireun di televisi. Dan tayangan tersebut berhasil menghipnotis saya, merasuk ke dalam jiwa saya, hingga saat ini. Saya ingat betul waktu itu, Bapak saya pun sampai terpesona. 

Awalnya saya pikir Kampung Sampireun adalah nama kampung beneran. Eh, ternyata salah. Kampung Sampireun adalah hotel resort yang desainnya dibuat seperti kampung khas Sunda. Asyik gitu lho, karena berada di atas danau. 

Kampung Sampireun terletak di Kabupaten Garut, lebih tepatnya di Kampung Ciparay, desa Sukakarya. Konon luas Kampung Sampireun adalah 5.5 hektar, sementara luas danaunya sendiri sekitar 1.5 hektar. Sst, danaunya berasal dari tujuh mata air lho. Tempat ini posisinya 1000 meter di atas permukaan laut, jadi hawanya dingiin dan sejuk. Ah, saya membayangkan kalau pagi-pagi kabut menyelimuti tempat ini, terus kalau saya bicara, mulut saya beruap. Fantastis sekali.

Kampung Sampireun memiliki 22 bungalow yang berada di sisi danau. Jadi kalau kemana-mana naik danau yang ada tutupnya tuh, ala-ala pengantin baru. Yang saya takjub sekali dengan suasana kampungnya sepertinya beneran terasa. Dikelilingi pepohonan, bungalow-bungalownya terbuat dari bambu dan kayu. Seperti desa ala-ala zaman dulu. 

Foto diambil dari: http://travelasumbokmu.blogspot.com/


Saya membayangkan di pagi hari yang berkabut, saya naik perahu, menikmati warna hijau di mana-mana, menghirup udara ekstra segar, sambil memberi makan ikan-ikan gemuk beraneka warna. 

Foto diambil dari: http://olasolahudin.blogspot.com/

Saking kagumnya saya sama tayangan Kampung Sampireun, saya sampai membandingkan dengan desa The Hobbit. Bagus mana? The Shire emang unik, bagus, beneran ala negeri dongeng. Tapi Kampung Sampireun, sangat sangat alami, budaya Indonesianya kental, dan juga nggak kalah menakjubkan. 

Saya berkali-kali (mungkin seribu kali lebih ya), bilang pada sahabat saya. Saya ingin ke Kampung Sampireun. Saya ingin merasakan sensasi malam yang senyap kecuali ditemani suara hewan malam. Saya ingin duduk di depan bungalow memperhatikan indahnya pantulan air danau yang terkena cahaya bulan. Saya ingin berada di tempat romantis yang cuma dikelilingi oleh banyak sekali lilin. Saya ingin merasakan ketenangan yang membuat saya damai dan lupa pada rutinitas sehari-hari.

Foto diambil dari: http://the-wonderful-of-indonesian.blogspot.com/


Selama ini rute saya adalah Lumajang (mudik ke kota kelahiran), dan Malang (tempat kuliah dan bekerja). Saya ingin merasakan sesuatu yang berbeda. Dan hati saya, begitu keukeuhnya kepingin ke Kampung Sampireun.

Foto diambil dari: http://olasolahudin.blogspot.com/


Terlebih saya juga ingin mengganyang kuliner ala Sunda. Masakan Sunda di sini kurang booming. Mungkin kurang cocok dengan lidah orang Malang. Sementara saya penasaran abis dengan segala hal yang berbau kuliner khas Sunda. Kenapa? Karena sahabat saya orang Bandung, yang dengan lebaynya nggak pernah bosan menceritakan kuliner khas Sunda yang lezat. Jahat dia itu. Kalau cerita makanan khas Sunda, detail bukan main. Saya yang mendengar kan jadi ngiler.

Rencana saya jika memang blog saya terpilih sebagai pemenang (Aamiin), saya akan bersepeda menyusuri hutan dan gunung sekitar. Oh, saya suka bersepeda. Saya suka olahraga. Bayangkan, kalo bersepeda di kota besar, naiknya saya ini sepeda statis. Kalau ke Kampung Sampireun, naik sepeda beneran, sambil menghirup udara yang bersih dari polusi. Menikmati hijaunya hutan pinus dan hutan bambu. Huaaaah! Surga Indonesia! Nanti kalau lapar tinggal balik ke bungalow, katanya ada penjaja makanan khas Sunda yang naik sampan. Aduh duh, asik banget kan? Khas Indonesia sekaleee. Pingin sekalian shooting film pribadi hihihi.

Menurut artikel yang saya baca, Kampung Sampireun suka penuh. Harapan saya, semoga semoga semoga ada yang mengikuti jejak Kampung Sampireun. Yang khas daerah masing-masing. Jika kita begitu takjub dengan desa-desa di luar negeri, hello di negeri sendiri juga ada lho yang nggak kalah seru. Nggak kalah indah. Nggak kalah asik. Kulinernya nggak kalah lezat.

Pokoknya saya kepingin ke Kampung Sampireun (afirmasi sekali lagi). Saya terkagum-kagum dengan penataannya yang unik dan hebat. Saya yakin sepulang dari sana saya bukan sekadar terkesan dengan pemandangannya yang indah. 

Tapi juga:
1. Penataan lokasi yang beneran mirip kampung.
2. Keunikan service yang diberikan yakni menjajakan makanan Sunda melalui perahu.
3.  Makanan khas Sunda yang terkenal sehat dan kaya sayuran. Siapa tahu nanti bisa saya Googling resepnya. Bisa saya tiru.
4. Pastinya sedikit banyak saya jadi tahu bahasa Sunda berikut budayanya. Saya berharap ada sesuatu baik itu seni maupun budaya, yang bisa saya temukan, yang bisa mengupgrade pengetahuan saya tentang budaya Indonesia.

Semoga keinginan saya terkabul. Aamiin 3x.


REFERENSI:
- http://the-wonderful-of-indonesian.blogspot.com/
-  http://travelasumbokmu.blogspot.com/
-  http://olasolahudin.blogspot.com/

Tulisan  ini diikutkan dalam Lomba Blog Pegipegi.

Lomba BLOG-2

No comments:

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...