Tuesday, 24 February 2015

MENGELUH

Kemarin-kemarin aku bete. Betenya karena hal sepele, sangat sepele, sesepele upil yang kecil mungil. Iya ciyus. Asal muasal kebetean itu dipicu oleh orang-orang yang mengeluh. 

Astaga, beneran deh. Keluhan itu sama dengan melontarkan energi negatif ke orang lain. Jangan keburu sensi bagi yang baca. Mengeluh beda sama curhat. Kalo curhat, dikasih solusi mau. Kalo curhat sama dengan menceritakan masalah dengan tujuan, bebannya lebih ringan. Berbagi lah istilahnya. Nanti nanti, si pencurhat berubah menjadi manusia yang ceria seperti abis dapat undian.

Beda 180 derajat sama tukang ngeluh.

Tauk deh. Mungkin aku capek. Mungkin mentalku nggak siap. Mungkin aku pinginnya menikmati alam Indonesia nan indah ternyata terpolusi oleh deretan keluhan.

Keluhannya sih simple. "Suamiku nggak bisa ngertiin aku." Kata si, sebut saja Z.

Masalahnya, keluhan yang sama itu udah aku dengar bertahun-tahun yang lalu sejak mereka belum nikah. Sejak aku masih unyu, masih sekulah. Coba gimana nggak bosen gendang telingaku menangkap kata-kata itu?

Apakah suaminya memang semenjengkelkan itu? Ngggaaaaak. Suaminya bukan Voldemort. Baiiik banget. Cuma ya, namanya manusia ada sesi-sesi nyebelinnya juga. Tapi overall suaminya anak baik-baik. Nggak mabuk, nggak main cewek, nggak kelayapan berhari-hari sampe nggak pulang. 

Si Z ini nih yang kebanyakan nuntut. Dulu nangis bombay pingin punya rumah sendiri, pingin jauh dari mertua yang katanya cerewet. Lha emang dunia sihir, bim salabim, dalam semalam rumah megah langsung jadi? Ya ada prosesnya doooong. Ngumpulin duit dulu doooong. 

Trus udah punya rumah sendiri, pingin ini itu. Sedereeeet keinginannya. Pingin anaknya bim salabim sholeh semua sementara dia ongkang-ongkang nonton tivi. Ngimpi a????

Beneran deh, aku bete. Pingin ta jejelin daun mulut si Z tuh. Capek rek dengerin orang lain ngeluh. Apalagi di belakangku si Z ini juga suka nyritain diriku. Coba, apa nggak kurang ajar dia?

Tapi beteku cuma sebentar hohoho. Beres ngeluh, beres deh betenya. Terserah perkara si Z mau ngegosipin aku. Toh nggak ngaruh sama aku. Nggak ada yang berkurang dari aku. Nggak lantas bikin pipiku cuil gitu, nggak. 

Lha, udah nggak bete, ngapain ngeblog? Biar yang baca blog ini ngeh, betapa kata "mengeluh" itu efeknya errrrrr. Bikin orang lain terkadang ingin mangkir.

Udah, gitu aja :P>

No comments:

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...