Wednesday, 4 February 2015

JADIKAN "MELEK GIZI" MENJADI RESOLUSI BARU DI TAHUN 2015

Sejak kecil, dari SD malah, saya sudah kenal kata “gizi”. Sudah hapal pula definisi gizi sehingga begitu ulangan IPA, nilai saya bagus. 
Lalu, apakah pelajaran tentang “gizi” saya pegang teguh hingga dewasa? Jawabannya: TIDAK. 
Apakah di sekolah SD saya, bahkan mungkin sekolah-sekolah lain memahami betul dan menjunjung tinggi makna “gizi”? Hmm, saya kok sangsi. Lha buktinya di sekolah-sekolah banyak dijual makanan tidak bergizi. Ada cilok bersaos merah. Ada kerupuk yang menggunakan boraks. Ada snack yang isinya mayoritas bahan kimia, pengawet, vetsin, dan pewarna. 
Nah, sebenarnya “gizi” itu sendiri apa sih?

A. GIZI
Tadi sebelum nulis blog ini saya cek di aplikasi KBBI yang terpasang di gadget. Ternyata gizi adalah zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. 

Mumpung Hari Gizi Nasional baru saja lewat yakni 25 Januari 2015 lalu, mari kita renungkan. Sudahkah kita menyuguhkan makanan dan minuman bergizi untuk keluarga kita? Sudahkah kita berusaha memberikan makanan yang “bagus” untuk kesehatan orang-orang yang kita cintai?
Kalau belum, ayo berubah. Sudah saatnya kita melek gizi dan peduli pada kesehatan diri juga orang-orang yang kita sayangi.

B. MANFAAT MAKANAN DAN MINUMAN BERGIZI
Saya mengenal menu bergizi ketika diet. Jadi apapun yang saya makan “wajib” memiliki nutrisi yang bagus untuk tubuh. 

Hasilnya,penyakit maag, pusing, kram ketika menstruasi, lenyap. Saya juga merasa lebih fit dan tidak mudah capek. Dan, badan jadi menyusut hingga akhirnya saya memiliki berat badan yang normal.

Efek lain dari mengkonsumsi menu bergizi berdasarkan artikel yang saya baca adalah:
1. Menurunkan risiko cacat.
2. Menurunkan angka orang sakit.
3. Menurunkan angka kematian.
4. Menurunkan angka penderita gizi buruk.
5. Menambah tinggi tubuh. 
6. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
7. Meningkatkan kecerdasan otak

C. PENTINGNYA POLA HIDUP SEHAT DAN GIZI SEIMBANG
Beberapa waktu lalu saya membaca koran lokal kota Malang. Isinya cukup mengejutkan. Bahwa jumlah diabetes juga mengincar anak berusia di bawah 14 tahun. Tercatat ada lima pasien anak yang menderita diabetes  pada tahun 2014. Ini cuma di Malang saja. Bagaimana dengan kota lain?

Selain diabetes, kasus hipertensi anak juga menimpa tetangga saya di salah satu desa di Lumajang. Sang anak masih SD, sudah diopname karena menderita darah tinggi. Bayangkan!
Belum tamat sampai di situ. Ketika saya iseng cek gula darah di sebuah mall, sang SPG bercerita kalau kenalannya yang masih SMA terkena luka dan tak sembuh-sembuh. Begitu dicek darah, yang bersangkutan gula darahnya tinggi.

Melihat kondisi sekarang dimana penyakit generatif bukan lagi ancaman bagi orang dewasa atau lansia, namun juga anak-anak, kesadaran akan pola makan sehat dan gizi seimbang harus ditingkatkan. Obesitas pada anak-anak bukan lagi kelucuan yang patut dibanggakan. Namun diwaspadai. Jangan sampai anak-anak kita menderita penyakit degeneratif sejak dini.

Semua bermula dari pola hidup sehat yang meliputi pola makan, olahraga,  dan asupan gizi. Sebaiknya sebelum makan atau memberikan makanan, kita berpikir dulu. Ini yang saya makan sehat, tidak? Bergizi tidak? Jadi kita tidak sia-sia memasukkan makanan ke dalam perut. Biasanya kan kita seringnya mengutamakan sensasi “enak” ketimbang berpikir realistis.

Kesadaran akan pola hidup sehat dan gizi seimbang sebaiknya dimulai sejak dini. Sejak hamil bahkan. Saya pernah membaca seorang artis, chef, yang getol sekali mengkampanyekan pola hidup sehat. Dia rela bersusah payah memasak untuk anaknya. Sejak kecil anaknya tak pernah diberi makanan yang mengandung vetsin, gula dan garam yang tinggi. Hah? Kok bisa?

Rupanya sang artis tersebut menyiasati rasa “manis” dengan madu dan kayumanis. Kalau masak garamnya cuma sedikit. Menurutnya, gula itu miskin nustrisi. Tak bergizi. Bandingkan dengan madu yang kaya manfaat bagi tubuh. Dia juga menyiasati permen dengan buah. Akibatnya ketika anaknya sudah mulai besar, tidak keranjingan jajan makanan yang mengandung gula dan garam tinggi.

Menerapkan pola hidup sehat memang agak ribet. Saya juga mengalaminya ketika sedang berdiet. Segala makanan dimasak sendiri. Namun efeknya juga menghemat ongkos silaturahim ke dokter. Mungkin kelak kalau sudah punya asisten rumah tangga keribetan bisa dikurangi :).

Yuk ah, mulai sekarang berusaha menyuguhkan makanan berkualitas yang bergizi tinggi. Memperbanyak buah dan sayur. Memperhatikan cara memasak agar nutrisi tidak hilang. Bukan menyajikan makanan yang sekadar lezat namun miskin nutrisi.

D. HARI GIZI NASIONAL
Masalah gizi sudah mulai digalakkan di Indonesia sejak tahun 1950-an. Pemrakarsanya adalah Bapak Gizi Indonesia yaitu Prof. Poorwo Soedarmo. Beliau mengepalai sebuah lembaga yang dikenal dengan LMR atau Lembaga Makanan Rakyat.

Hari Gizi Nasional pertama diadakan oleh LMR pada pertengahan 1960. Hari Gizi Nasional awalnya dilaksanakan demi mengenang perekrutan tenaga gizi Indonesia yang ditandai  dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan tanggal 26 Januari 1951. 

Begitulah, akhirnya disepakati kalau Hari Gizi Nasional ditetapkan pada tanggal 25 januari. Jadi, tanggal 25 januari disebut sebagai Hari Gizi Nasional.

E. KARNAVAL AYO MELEK GIZI

Foto diambil dari: http://nutrisiuntukbangsa.org

Pada Hari Gizi Nasional beberapa waktu lalu, PT. Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) yang notabene adalah perusahaan nutrisi untuk ibu dan anak, bekerjasama dengan beberapa komunitas gizi. Mereka mengadakan kegiatan berupa karnaval. Bukan karnaval biasa. Namun karnaval gizi yang disebut sebagai “Karnaval Ayo Melek Gizi”.

Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Heppy Farida Djarot, istri wagub Jakarta dan Presdir Sarihusada yakni Oliver Pierredon. Ada sekitar 400 peserta yang berparade mulai dari Monas hingga Bundaran HI. Para peserta mengenakan atasan berupa kaos merah.
Acara berlangsung bersamaan dengan Car Free Day di Monas, Jakarta.

E.1 Tujuan
Tujuan dari kegiatan karnaval gizi adalah untuk berpartisipasi dalam meningkatkan pentingnya kesadaran gizi pada masyarakat Indonesia melalui pembelajaran atau edukasi mengenai gizi dan pentingnya gizi diperkenalkan sejak dini.

E.2 Latar Belakang
Menurut Presiden Direktur Sarihusada, Olivier Pierredon, pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah cukup bagus. Hanya saja Indonesia masih menghadapi persoalan gizi seperti stunting (kuntet) pada anak. Banyak anak Indonesia yang pendek dan tingginya di bawah rata-rata.
Maka dari itulah Sarihusada mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan karnaval “Ayo Melek Gizi”. Sekaligus mengenalkan dan memberikan edukasi tentang status gizi kepada masyarakat melalui cara yang unik dan menghibur.

E.2 Kegiatan “Karnaval Ayo Melek Gizi”

Karnaval Ayo Melek Gizi dimeriahkan oleh:
1. Parade Sepeda Onthel. Sepeda Onthel dilengkapi dengan semacam tampah bertuliskan huruf-huruf yang jika digabung akan membentuk tulisan “AYO MELEK GIZI”.  Sepeda Onthel juga dilengkapi dengan sayuran hijau yang bergizi dan bermanfaat bagi tubuh.
Parade Sepeda Onthel. Foto diambil dari: www.antaranews.com

2. Parade Ondhel-ondhel. Ondhel-ondhel dilengkapi dengan aneka buah-buahan seperti pisang, jeruk, timun, dll. Pokoknya unik deh.
Karnaval Ondhel-ondhel. Foto diambil dari: Kanalnews.co

3. Parade kostum buah dan sayur.
Peserta menggunakan topeng dan hiasan berbentuk buah-buahan.
Karnaval Kostum. Foto diambil dari Sindonews.com

4. Parade musik tradisional
Parade di atas memiliki rute: Monas-Bundaran HI-Monas.
5. Selain parade, acara juga dimeriahkan oleh kehadiran Chef Muto yang dikenal sebagai “Kungfu Chef”. Chef Muto memperagakan demo memasak makanan sehat dan bergizi.
6. Program edukasi dan konsultasi gizi gratis
7. Pembagian susu kepada anak yatim sebanyak 2015 box.

Saya bisa membayangkan kemeriahan acara ini. Pasti sangat seru dan asyik. Baru kali ini saya mendengar ada kegiatan karnaval gizi.
Semoga acara seperti ini tidak cuma ada di Jakarta. Semoga bisa ditiru oleh kota-kota lain sehingga program edukasi gizi semakin menyeluruh dan merata di seluruh Indonesia. Yuk jadikan  "Melek Gizi" menjadi salah satu resolusi di tahun 2015:)

Referensi:
www.jaringnews.com
www.dancommunity.com
www.nutrisiuntukbangsa.org
www.gizi.depkes.go.id
www.tribunnews.com
www.republika.co.id
www.antaranews.com
www.kanalnews.co
www.sindonews.com


dibuka oleh Ibu Heppy Farida Djarot, istri Wakil Gubernur Jakarta serta Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon - See more at: file:///D:/LOMBA/FEBRUARI/lomba%20blog%20gizi/sarihusada-gelar-karnaval-ayo-melek-gizi.htm#sthash.cXZJYEhF.dpuf

No comments:

Post a Comment

REVIEW LIPSTIK: POPPY DHARSONO LIQUEFIED MATTE LIP COLOR

Zaman sekarang yang namanya lipstik banyak sekali macamnya. Cuma saat ini yang lagi ngehits adalah lipstik matte yang kesat dan tahan berja...