Sunday, 11 January 2015

NETBOOK ADALAH KADO IMPIANKU



Berbicara mengenai kado tahun 2015, kado yang puaaaaliing aku mau adalah: netbook. 
 
Netbook Impian
Alasannya, biar bisa dijinjing kemana-mana tanpa harus berpenampilan seperti kura-kura ninja. Kan kalau bawa notebook, trus dimasukkan ke dalam ransel, maka punggung kita otomatis akan tampak tebal karena menggendong ransel. Akan baik-baik saja kelihatannya jika badanku tinggi besar. Lah tinggiku minimalis, cuma 149 senti. Alhasil kalau sudah memanggul ransel berisi notebook, kakakku berkomentar, “Kayak kura-kura.” Hah! Tak sedap dilihat!

Selain itu, aku kan suka wira-wiri Malang-Lumajang. Jarak tempuhnya 4-5 jam. Naik bis pula. Naik travel bisa cuma yah, penuhnya minta ampun. Harus kontak jauh-jauh hari. Pengalamanku memanggul notebook, kalau naik bis, ranselku suka membentur benda keras. Kena kursi, pintu, palang besi, dan benda-benda keras di dalam bis. Maklum, notebook-ku jadul, jadi massanya berat. Karena yang bawa kecil, jadinya agak oleng.

Nah, kenapa pula kok harus bawa-bawa notebook mudik? Kan mudiknya cuma 2-3 hari saja? Jawabannya adalah: aku suka menulis. Di rumah sering bengong. Kalau bengong, aku suka ingat sama almarhumah Ibu. Hiks, jadi mellow deh! Menulis membuatku merasa lebih waras dan lebih baik. Yang tadinya sendu nyanyi lagu Geisha “Lumpuhkan Ingatanku”, berubah haluan menyanyikan lagu Pak Dhe Rhoma Irama. Berjuang, berjuang! Berjuang sekuat tenaga! Tetapi jangan lupa, perjuangan, harus pula disertai doa. Tsah! Semangat lagi deh. Maka dari itu kalau pulang, notebook tak pernah absen kubawa. Hingga suatu hari, sesuatu yang membuat shock terjadi pada notebook-ku.

Mungkin karena sering terbentur benda keras, di permukaan laptop bagian tengah, depan, pinggir, retak (Nggak aku foto karena udah nyoba tapi nggak kelihatan garis retaknya. Maklum laptopku warna hitam). Belum tamat sampai di situ, notebook-ku mendadak tak bisa ditutup.

Oalah, setelah diperiksa, penghubung keyboard dan layarnya patah.
Besinya mencuat

 Jadi selama beberapa bulan notebook-ku tak pernah kututup. Ah, sayang sekali.

Nah, biar bisa tetap menulis kalau mudik, terpaksa aku menumpang mengetik di rumah Kakak. Sambil direcokin ponakan. Diajak main. Digelitikin. Dicium-cium sama bibir ponakan yang penuh iler. Lantas konsentrasi nulis pun kocar-kacir. Yah, tak apalah. Kehadiran ponakan kan juga hiburan.
  

Aku membayangkan ada petugas JNE, layanan jasa pengiriman barang yang terkenal itu, mengetuk tempat kos atau kantor, mengantarkan paket untukku dari orang terdekat. Begitu paket dibuka, ternyata sebuah kado. Begitu kado dibuka, taraaa! Netbook! Membayangkannya saja membuatku hepi.

Semoga saja angan-anganku dikado netbook terkabul. Aamiin. Tak peduli dikado Bapak, Kakak, atau Sahabat. 

Tulisan ini diikutkan dalam lomba "Giveaway Kado Yang Aku Mau"

3 comments:

Dewi Rieka said...

semoga terkabuul hihi, netbukku juga parah kondisinya...

Widya Ross said...

@Mbak Dedew: Aamiin, makasiiih :). Mau ta jual trus tukar tambah juga sayang, Mbak. Lepiku ini serasa sahabat. Sedih bahagia nempel ama aku. Sampai ta doain hahaha lebay. Agar awet.

graciemelia said...

Terima kasih atas partisipasinya, Mak. Aminn, semoga segera dapat ya netbook idamannya :)

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...