Friday, 8 August 2014

NGUMPUL SAMA KERABAT

Kalo Idul Fitri itu ada nyaman dan gak nyamannya. Asiknya kalo pas ngumpul sama keluarga besar, makan, ngobrol ringan, mengenang masa lalu. Seruuu gitu. Nggak enaknya kalo udah ngebahas salah satu sodara.

Jadi pas ke rumah Bu Lik, ada yang nanya. "Lho, mana si A?" 
A adalah keluarga Bu Lik. 

Bu Lik langsung gugup, trus bilang "Oh, ke sana ngumpul di sana." Harusnya kalo si penanya ngerti, kegugupan seperti itu adalah pertanda. Pertanda ada yang nggak beres. Kalo udah tau ada yang nggak beres, penanya yang cerdas kudunya mengalihkan pada obrolan yang lebih fun.

"Wah, sekarang pelihara burung love bird ya. Bagus," misalnya. Udah deh, pembicaraan akan mengalir lebih santai.

Sayangnya, kebanyakan orang punya sifat kepo berlebihan. Padahal nggak semua urusan orang lain patut kita ketahui. Dan nggak semua kejanggalan dibahas rame-rame seolah-olah masalah orang lain adalah masalah negara juga. Emang pilpres?

Tapi ya, aku juga nggak bisa mengendalikan lidah orang lain. Yang kulakukan cuma duduk diam, sok anteng, padahal pingin teriak-teriak bilang "stop".

Karena gini. Seringnya aku melihat, kelakuan mencela keburukan orang lain, semisal, si X adalah siswa pencuri. Nanti-nanti entah anaknya, entah suaminya, atau dirinya, juga bakal dicela orang. 

Kata-kata itu ibarat bumerang. Sekali terlontar, dia akan kembali tanpa kita duga. Bukannya aku sok dewasa. Seringnya begitu. Makanya, warning buatku juga, bertanya, berkomentar, supersepele pun, kudu dipertimbangkan. Karena tendensi menyakiti orang lain itu mudah sekali.

Nanya "Gimana kabar si B?" >> Si B ini terkenal pemakai narkoba. Nanyanya ke ibunya. Apa nggak jleb itu ibunya? 

Nanya "Sekolah di mana anaknya?" / Si Ibu bilang, "Di SMA Z." / Dengan usilnya ada yang nyeletuk, "Anaknya teman saya sekolah di SMA unggulan. SMA XYZ."
Apa nggak tersengat ibunya?

Banyaaaaak, celetukan-celetukan macam ini kalo lagi ngumpul sodara. Belum lagi kalo banding-bandingin kepintaran. Jadilah ajang debat. Padahal niat ngumpul buat menjalin tali silaturahim, tali kasih sayang. Malah saling ngotot. Cape deh!

No comments:

Post a Comment

REVIEW LIPSTIK: POPPY DHARSONO LIQUEFIED MATTE LIP COLOR

Zaman sekarang yang namanya lipstik banyak sekali macamnya. Cuma saat ini yang lagi ngehits adalah lipstik matte yang kesat dan tahan berja...