Saturday, 30 August 2014

MARI BERPARTISIPASI DALAM MEWUJUDKAN INDONESIA SEHAT BERSAMA AQUA

KRISIS AIR BERSIH

Pernah mengalami krisis air bersih? Saya pernah lho. Tapi nggak sampe 24 jam, syukurlah. 

Ceritanya waktu itu air PDAM di kos dan lingkungan sekitar mati. Padahal teman-teman kos banyak yang belum mandi. Hebohlah teman-teman. 

Ada yang di kamar mandi teriak-teriak panik sebab air di bak tinggal sedikit,  sementara di rambutnya banyak busa. Ada pula yang kebelet pipis. Yang habis makan bingung harus nyuci peralatan makan.

Astaga, itu beneran satu kos pada galau. Bahkan sampai ada yang punya ide mandi di pom bensin. Air yang cuma tinggal sedikit juga memicu perdebatan.
Pokoknya serba tegang deh. Mana harus mengurangi jatah minum biar nggak kebelet pipis. Oalah, krisis air juga bisa memecah belah persatuan anak kos ternyata.

Untunglah pukul 8 malam, kran PDAM mengucur. Ya ampun! Keberadaan air yang selama ini diabaikan, jadi saya syukuri habis-habisan. Ketegangan di kos berganti dengan sorakan gembira. Bahagia mendengar suara air. 

Pernah juga dulu, air minum AQUA galon saya habis. Saya memang suka minum. Selain menjaga tubuh tetap fit, banyak minum juga menjaga kelembaban kulit biar selalu segar dan nggak kering. Cieee... Uhuk!

Pergilah saya ke depo air minum terdekat, eh tutup. Ke minimarket, nggak nyediain jasa antar. Lha masa iya, saya mau manggul galon sepanjang jalan menuju kos? Nggak kuaaaat hehe.
Kasus ini memicu kepanikan saya. Saya tanya lagi ke depo air lain, sudah tutup katanya. Kurir airnya sudah pulang.

Kepikiran nanti malam minum apa? Merebus air PDAM? Waduh, kan mengandung kaporit. Rasanya nggak enak. Selain itu, keberadaan kaporit dalam air jika berlebihan juga nggak sehat. Bisa memicu terjadinya kanker dan anemia. Mana saya kan doyan minum pula. Gimana kalo kehausan? 

Untung, ada teman yang punya motor. Jadi abis beli AQUA galon di toko kecil, galonnya yang berisi 19 liter air itu, saya angkat sendiri. Dari lantai 1, ke lantai 2. Fiuhh! Serasa wonder woman.

Hal positifnya dari PDAM mati dan kehabisan AQUA galon adalah, kalau lagi bete trus ke kamar mandi atau minum, saya jadi ingat betapa beruntungnya saya. Masih punya air. Seruwet apapun pikiran, at least ada air bersih. Hidup akan jauh lebih ruwet lagi bila nggak ada air bersih.



Memang sih, kejadian yang saya alami belum ada apa-apanya dibandingkan dengan daerah krisis air bersih. Namun setidaknya saya mengerti betapa berharganya air dalam kehidupan kita. Sebab air berperan penting dalam hal sanitasi dan kesehatan.

Waktu mengalami kejadian di atas, saya berkali-kali membatin. Ini baru beberapa jam nggak ada air, paniknya udah kayak mau stres. Gimana yang di Gunung Kidul? Nusa Tenggara? Gimana kalau cuci-cuci? Kalo minum? Memasak? Mandi dan buang air? 

Pantas saja banyak kasus diare dan gizi buruk. Juga penyakit pencernaaan lainnya. Ternyata di beberapa daerah di Indonesia masih ada lho yang hidup minim air bersih.

Buktinya salah satu poin dalam kesepakatan Millenium Development Goals(MDGs)atau Tujuan Pembangunan Milenium, adalah menargetkan Indonesia harus memenuhi kebutuhan air minum sebesar 68,87% dan sanitasi 62,41% pada tahun 2015. Sementara menurut data statistik tahun 2013, Indonesia baru memenuhi kebutuhan air minum nasional sebesar 58,05% dan sanitasi  sebanyak 57,35%. 

Berarti di negara tercinta ini, masih banyak toh yang kekurangan air bersih? Hmm, padahal air bersih kan simbol kehidupan.




AIR BAGI KEHIDUPAN

Tiga perempat bumi ini isinya air. Sebagian besar tubuh kita, sekitar 70%, juga terdiri dari air. Dan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, kita mutlak butuh air. Air yang bersih tentu saja.  

Lalu, yang dimaksud air bersih itu air yang bagaimana sih?


A. AIR BERSIH


Menurut Wikipedia, air bersih adalah sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas sehari-hari termasuk sanitasi.

Untuk air minum menurut Departemen Kesehatan, harus memenuhi syarat-syarat yakni: tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat.

Lantas, apa manfaat air bagi tubuh kita?

B.MANFAAT AIR BAGI TUBUH

Menurut artikel yang saya baca di Reader Digest, air bermanfaat sebagai:

1. Pembentuk Sel dan Cairan Tubuh
Sebab sebagian tubuh kita terdiri dari air.

2. Mengatur suhu tubuh
Air mampu menghasilkan panas, menyerap panas, lalu menyebarkannya ke seluruh tubuh. Pun air juga bisa mendinginkan tubuh melalui penguapan melalui kulit dan paru-paru. 

3. Pelarut zat gizi dan membantu proses pencernaan makanan
Produksi air liur membantu melumatkan makanan dan memperlancar proses pencernaan. 

4. Pelumas dan bantalan
Air bisa berfungsi sebagai pelumas dalam bentuk cairan sendi supaya sendi bisa bergerak dengan baik.
Air juga berguna sebagai bantalan tahan getar pada jaringan tubuh, semisal otak.

5. Media transportasi
Yaitu berfungsi dalam hal pengangkutan oksigen dan karbondioksida saat kita bernapas. 

6. Media pengeluaran sisa metabolisme
Berguna untuk mengeluarkan sisa metabilisme melalui saluran kemih, pencernaan, saluran pernapasan, dan kulit.
 

Banyak manfaatnya kan, air untuk tubuh kita. Oya. Ada tambahan lagi. Ini pengalaman saya. Kalau saya mendadak sakit tenggorokan  terus badan agak meriang. Saya akan minum bergelas-gelas air. Biasanya sih batal sakit.Ini anjuran dokter yang saya datangi lho :)

Lalu, apa yang terjadi bila kita kekurangan air bersih? Mari kita lanjutkan :).

C. DAMPAK KEKURANGAN/KRISIS AIR BERSIH BAGI KEHIDUPAN



Sebelum membahas dampak krisis air bersih, kita tinjau ulang kegunaan air bersih. 

Biasanya air bersih digunakan untuk:
1. Kebutuhan rumah tangga.
Seperti memasak, nmencuci mandi, minum dan  lain-lain.
2. Kebutuhan rekreasi
Seperti kolam renang umum, pemandian umum, air mancur di kota, dan lain-lain.
3. Kebutuhan industri
Seperti untuk pabrik, usaha kerajinan,  dan usaha lainnya.
4. Kebutuhan perdagangan
Seperti restoran, hotel, salon/spa, penginapan, kontrakan, rumah kos, dan lain-lain
5. Kebutuhan pertanian dan peternakan
Seperti mengairi sawah, memberi minum ternak,menjaga kebersihan kandang, kolam ikan, dll.
6. Kebutuhan lingkungan dan ekologi
Semisal digunakan untuk reservasi makhluk air, pembuatan danau buatan, dll.

Tak bisa dipungkiri lagi, air adalah kebutuhan vital dalam kehidupan. Apa jadinya bila jumlah air bersih tidak dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia? 

Berikut adalah dampak yang terjadi jika kita kekurangan air bersih.


1. Terganggunya proses produksi dan hasil dari usaha makanan minuman.


Semisal, apa jadinya kalau pengusaha tempe kekurangan air bersih? Lha kan kedelainya harus direndam air dalam jumlah yang nggak sedikit? 
Otomatis proses produksi jadi tersendat kan? Berpengaruh juga terhadap kuantitas dan kualitas yang dihasilkan toh?

Tempenya jadi kurang higienis. Sanitasi di ruang produksi juga nggak higienis. Tempe yang digadang-gadang sebagai makanan sehat ternyata jadi kurang sehat karena kebersihan selama proses produksi nggak terjaga.

Lebih lanjut lagi berpengaruh terhadap jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Kalau kapasitas produksinya sedikit, buat apa mempekerjakan banyak karyawan ya nggak?
Kapasitas produksi yang sedikit, tentu berisiko menaikkan harga jual. Agak berat di konsumen. Konsumen pun mengirit, padahal gizi harus terpenuhi.

Buruknya sanitasi dalam proses produksi juga bisa menjadi penyebab terjadinya keracunan makanan. Makanan terkontaminasi oleh mikroorganisme berbahaya. Lihat saja kasus keracunan makanan yang menimpa anak-anak sekolah. Dampak keracunan ini ada yang sampai fatal lho. Keponakan teman saya sampai ada yang meninggal. Ngeri kan?

2. Menurunnya Jumlah Pendapatan Daerah

Bayangkan di daerah kita ada tempat wisata. Katakanlah pantai nan indah misalnya. Otomatis menarik wisatawan. Baik itu wisatawan domestik maupun asing. 

Sayangnya, di tempat tersebut kekurangan air bersih. Penginapan dan rumah makan kekurangan air bersih. Apa yang terjadi? Nggak ada yang berminat datang. 

Siapa juga yang mau mandi air payau atau air keruh? Persoalan ini jangan dikira hal sepele. Saya pernah rekreasi ke  pantai di Jember, indahnya nggak ketulungan. Tapi mandinya di kamar mandi umum, pakai air payau. Yang terjadi adalah: badan lengket nggak enak.

Pernah pula saya makan, trus teh yang disuguhkan nggak bening. Semacam ada partikel melayang-layang. Jijik lah. Air kan harus bening. Apakah saya akan makan di sana lagi? TIDAK!

Situasi semacam ini tentu berpengaruh pada jumlah wisatawan yang datang ke tempat tersebut. Kalau sepi, pastinya berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Kalau ramai, nah perekonomian daerah tersebut tumbuh pesat. Banyak wisatawan sama dengan banyak peluang bisnis toh? Banyak pendapatan toh? Gizi terpenuhi kan?

3. Menurunnya hasil pertanian dan perkebunan

Selain manusia, tanaman juga butuh air. Krisis air bersih juga berpengaruh buruk pada petani. Sebab petani membutuhkan banyak air untuk mengairi sawah/kebun mereka.

Kalau air bersih susah didapat, bisa-bisa gagal panen. Kasihan petani. Terpaksa rugi. Jangan heran kalau beras, buah, dan sayuran sering impor.


Padahal kalau dipikir-pikir, buah impor itu udah menempuh jarak yang sangat jauh untuk sampai di Indonesia. Otomatis kesegarannya menurun. Apalagi buah impor diberi lapisan lilin biar awet. Ya mending makan buah lokal dong. Lebih segar. Tapi bila buah dan sayuran lokal langka, gimana? Kita kan harus mengkonsumsi sayur dan buah tiap hari.



4. Menurunnya hasil ternak/ikan lokal

Nggak ada yang nggak butuh air termasuk hewan. Jika kekeringan melanda sebuah daerah, rumput pun susah di dapat. Alhasil yang memiliki hewan ternak sapi atau kambing, juga kebingungan. Ternak-ternak akan kurus, kalau dijual jatuhnya murah.

Begitu pula yang memiliki usaha kolam ikan. Buat kebutuhan sehari-hari saja air susah didapat, bagaimana mau memaksimalkan kebutuhan air untuk ikan. Ikan-ikan bisa mati. Peternak ikan rugi. 

Padahal ikan adalah alternatif lain untuk menggantikan daging. Harganya kan lebih murah, tapi nilai gizinya nggak kalah sama daging. mengandung lemak baik pula.

Kalau ikan langka, hasil pertanian dan perkebunan langka, gimana mau meningkatkan standard kesehatan masyarakat?


5. Kesehatan terganggu

Ini jelas. Menurut perwakilan UNICEF, Bu Angela Kearney, Diare akibat minimnya air bersih adalah salah satu pembunuh terbesar anak-anak balita di Indonesia. Nggak menyangka ya :(

Kok bisa? Soalnya sanitasi di daerah-daerah krisis air bersih juga buruk. Air bersih susah didapat. Masyarakat jadi jarang mandi. Jarang cuci tangan. Selain itu masih banyak pula masyarakat yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kotoran akan memicu banyaknya lalat. Lalat membawa bakteri, menyebarkannya pada makanan dan minuman. Banyak yang belum punya kamar mandi sendiri. Banyak yang BAB di sungai, empang, laut, danau.Saya kan anak kampung, jadi pernah liat juga orang-orang yang BAB di sungai. 

Yang lebih mengejutkan lagi, menurut World Bank Sanitation Program (WSP) pada 2013 lalu, Indonesia berada di ranking kedua sebagai negara dengan sanitasi terburuk. Astaga! Memprihatinkan sekali ya!

Sulitnya mendapatkan air bersih juga memicu timbulnya penyakit lain semisal infeksi kandung kemih, ginjal, penyakit kulit, typus, gizi buruk, kematian, kolera, hepatitis dan lain-lain.

Beda lagi kalau krisis air di kota besar. Bukannya nggak ada air. Ada sungai dan waduk dengan air melimpah. Tapi... tercemar. Cemaran dari limbah industri, rumah tangga, dan kotoran manusia.  Yah, jangan dikira di kota besar nggak ada BABS. Ada juga lho. Saya beberapa kali memergoki di sungai di bawah ini.


Gambar diambil di sebuah sungai kecil di kota Malang

Bagaimana kalau kita tidak menggunakan air sungai yang tercemar? Meskipun kita nggak menggunakan air tercemar, tapi bahan-bahan kimianya terserap oleh tanah. Termakan oleh ikan. Tentu saja ikut mencemari air tanah, ikut termakan sama ikan. Bahan kimia termasuk logam berat yang masuk ke tubuh kita berpotensi menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker atau cacat bayi. Makanya, air sumur masyarakat perkotaan pun belum tentu bersih.



6. Menurunnya kualitas sumberdaya manusia

Kasus gizi buruk sudah pasti akan mempengaruhi kualitas pendidikan. Ya kan harusnya anak-anak itu belajar, ke sekolah. Sayangnya mereka nggak bisa belajar maksimal karena sakit. Boro-boro beli buku, uangnya buat beli air, beli makan, berobat.

Pendidikan jadi terganggu, putus sekolah demi mencari nafkah, kualitas sumber daya manusia juga menurun.

Maka dari itulah, Friends, sebagai warga negara yang baik, peduli, dan cinta tanah air, sebaiknya kita turut andil untuk mewujudkan mandat MGDs 2015. Demi membantu memenuhi dan melestarikan air bersih untuk Indonesia yang lebih sehat. Biar seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati air bersih.

Caranya? Ini dia.


GERAKAN DARI KITA UNTUK INDONESIA (DKUI)

Sejak 2007 silam, AQUA telah berperan untuk meningkatkan akses air bersih pada 100 ribu orang lebih di seluruh Indonesia. 

Di bawah ini adalah peta peningkatan air bersih dan penyehatan lingkungan yang telah dan sedang dilakukan AQUA


 Foto ini diambil dari www.aqua.com

Tahun 2014 ini, AQUA Grup meluncurkan gerakan "Dari Kita Untuk Indonesia". Apa itu? Nah, gerakan "Dari Kita Untuk Indonesia/DKUI" adalah gerakan peduli air bersih yang demi Indonesia yang lebih sehat.

Tujuannya, mengajak kita untuk peduli dan turut serta dalam menjaga kualitas dan kuantitas, serta kelestarian air bersih  di negeri ini. Mengingat hingga sampai sekarang banyak saudara-saudara kita di daerah lain yang nyatanya masih kekurangan air bersih.

Gerakan DKUI ini mendapatkan dukungan dari pemerintah. Soalnya menurut Prof. Nilla Moeloek, DKUI sangat membantu dalam mewujudkan tercapainya target MGDs tahun 2015. 

Semoga target tersebut benar-benar terwujud, Aamiin. Ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah dan pihak-pihak tertentu lho, tapi tanggung jawab kita juga.

Selain memperoleh dukungan dari pemerintah, kampanye DKUI juga didukung oleh beberapa musisi. Ada Mbak Kikan, Mike Mohede, Angga Malik and D' Essential, dan masih banyak lagi. Klipnya lucu. Terutama pas bagian Tika dan Ronald muncul. Bikin senyam-senyum sendiri hehe.

Penasaran? Ini dia.

 Video diambil dari: http://www.youtube.com/watch?v=ECXD8g5XMV0

Terus sasaran DKUI daerah mana aja? Nah, saat ini DKUI fokus pada daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kandidatnya adalah wilayah Lombok Timur, Lombok Barat, dan Sumbawa Barat yang nantinya akan dipilih salah satu yang paling memenuhi syarat.

Kalau begitu, tugas kita apa untuk mendukung gerakan DKUI? Mudah saja. 

1. Menggunakan Air Secara Bijak


Artinya, nggak boros air. Jangan mentang-mentang air di tempat kita melimpah ruah, bukan berarti lantas kita buang-buang air. Sebisa mungkin sebaiknya kita menghemat air. 

Memangnya kenapa harus hemat air segala? 
Soalnya menurut penelitian, air tawar di bumi ini cuma 3%. Yang 97% adalah air laut. Dari air tawar yang cuma 3% itu, katanya cuma 0,62% yang bisa digunakan.

Berarti, jumlah air bersih cuma sedikit. Sementara jumlah penduduk semakin banyak. Maka dari itulah, mulai sekarang kita harus serius menjaga air bersih. Biar anak cucu kita kelak nggak kekurangan air.

Sekarang, mari kita lihat data di bawah.


Gambar diatas discreen shot dari situs bps.go.id


Berdasarkan data di atas, ternyata 87% rata-rata penduduk Indonesia tidak memanfaatkan air bekas untuk keperluan air. Huaaa, kebayang berapa banyak air yang hilang sia-sia. Sayang sekali.


Kalau begitu, gimana cara kita menghemat air? Berikut saya tulis beberapa tips yang diambil dari situs AQUA dan tips yang ada di sekitar saya.

a. Usahakan mandi pakai shower alias pancuran

Pakai pancuran alias shower memang lebih hemat lagi. Air akan mengucur membasahi kepala, terus sampai ke kaki. 

Gimana kalau nggak punya shower? Ya udah deh gayung aja. Asal usahakan jangan berendam. Seandainya lagi menginap di hotel, pokoknya tahan godaan untuk membenamkan badan di bathtub. Pakai shower aja. Biar lebih hemat air. Kalau berendam, baknya kan berukuran besar, kita butuh air lebih banyak.



Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita

b. Memperbanyak lubang biopori (resapan) di halaman rumah

Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita

Biopori adalah lubang sedalam 80-100 cm dengan diameter 10-30 cm. Fungsinya antara lain:

- mencegah banjir
Air hujan yang melimpah akan masuk ke lubang-lubang biopori dan tidak mengalir kemana-mana.

- tempat pembuangan sampah organik
Sampah-sampah organik bisa dijejalkan ke lubang biopori lho. Nantinya bakal terurai oleh mikroorganisme dan jadi pupuk. Tanaman jadi subur deh. Kan biasanya di rumah ada tuh tulang ayam, roti jamuran, sayur basi, dedaunan kering, dll. Kalo punya banyak lubang biopori di halaman, bahan-bahan tersebut bisa dibuang kesana.

- kualitas air tanah meningkat
Mikroorganisme dalam tanah akan menguraikan sampah-sampah organik menjadi mineral. Hasilnya, air tanah pun juga kaya mineral. Bagus kan?
Betewe, masih penasaran sama lubang biopori? Kayak begini nih gambarnya. Gambar di bawah ini tergolong lubang biopori yang paling sederhana.
  Gambar diambil dari: ristek.go.id

Di kota Malang maupun di kampung halaman saya sih belum terlalu booming. Semoga saja next time masyarakat familiar bikin lubang biopori ya.

Trus, bikinnya gimana?

Sebenarnya sih ada alatnya. Tapi simplenya cuma tinggal gali pakek linggis aja katanya. Lalu permukaan lubang ditutup sama semacam saringan yang kokoh, biar anak-anak atau siapapun yang melintas, nggak terperosok. Gampang kan?


c. Memandikan hewan peliharaan di tempat yang membutuhkan air

Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita

Dengan begitu, air nggak terbuang sia-sia. Mungkin bisa bermanfaat untuk diserap rerumputan, bunga-bunga, atau tanaman lain. Tapi, bisa saja di pekarangan yang punya banyak lubang biopori. Aha! Nggak sia-sia dong airnya. :D.

d. Perbaiki kran yang bocor





Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita

Wow! Kehilangan 75 liter air! Bayangkan! Segalon Aqua aja 19 liter ya. Empat galon dong kurang lebih. 
Selain buang air sia-sia, meteran PDAM juga jalan terus. Sayang juga uangnya, buat bayar air yang nggak digunakan.

Betewe, tadi pas jalan pagi nemu gambar di bawah ini:
Gambar diambil dari samping sebuah laundry

Airnya netes terus. Lihatlah, basah begitu selokan mininya. Semoga pemiliknya segera tahu. Saya mau ngasih tau, kios laundrynya masih tutup.

e. Bersihkan kandang dan jari-jari/kaki hewan dengan lap basah.


Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita

Sekalian ngelus-ngelus sang hewan biar mereka tenang hehe. Lapnya yang lembut ya, biar hewannya anteng. Lagian juga kalo disemprot hewannya panik. Boros air pula.

f. Menampung air wudhu

Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita



Kalau saya bukan cuma menampung air wudhu. Tapi ngecilin air kran. Trus air yang tertampung saya buat bersih-bersih kamar mandi. Semisal buat ngosek, atau nyiram lantai kamar mandi kalau kotor. 

g. Gunakan kertas daur ulang

Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita

Nah ini yang susah dicari. Mungkin perlu bikin sendiri ya. Kan lumayan buat bikin notes. Daripada beli juga. Sekalian berhemat, sekaligus turut berpatisipasi menjaga lingkungan.
Saya sih belum bernah bikin. Nggak punya stok koran cukup banyak. Hmm, semoga saja lain kali kertas daur ulang mudah didapat. Kalau nemu pasti beli.

h. Mendiamkan makanan beku di tempat hangat


Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita

Bagaimana kalau harus masak pagi-pagi buta? Malam harinya, pindahkan aja makanan beku tersebut dari frezeer ke rak kulkas. Setidaknya nggak terlalu keras saat dikeluarkan.

i. Habiskan Air Minum

 Gambar diambil di sebuah teras

Malu menghabiskan air minum saat bertamu? Takut dicap rakus? Haish! Cuek aja. Jangan buang-buang rezeki. Air bersih kan rezeki.

Banyak sekali saya temui orang minum tapi nggak dihabiskan. Yuk, mulai sekarang minum sampai gelasnya tandas. Bayangkan berapa banyak air kalau 1000 gelas setengah kosong terkumpul. Sayang kan?

j. Kuah secukupnya

Seringkali kita makan bakso, soto, rawon, dan lain-lain, kuahnya masih nyisa di mangkok. Bila makan di warung atau restoran, usahakan minta kuah sedikit, jika kira-kira nggak abis. Kuah kan juga dibuat dengan tambahan air. Saya juga biasanya gitu. Minta kuah sedikit. Lagian kuah makanan siap saji alias beli biasanya banyak vetsinnya toh? Nggak baik juga buat kesehatan.

Trus gimana kalo masak sendiri tapi kuah masih tersisa?

Kalau almarhumah ibu saya, semisal bikin rawon dagingnya udah tinggal dikit. Nah, sama Ibu dikasih potongan tahu goreng. Mungkin berlaku juga bila memasak soto. Isi habis, tambahin aja bahan-bahannya. Kuah nggak terbuang sia-sia.

k. Bila hendak menguras kamar mandi, air yang hendak dibuang sebaiknya dibuat menyiram tanaman.

l. Menasihati dan memberikan pemahaman pada anak-anak supaya mereka nggak boros air.

m. Kalau mau memakai obat pel, tuang air ke dalam botol AQUA bekas. Tambahkan pewangi lantai, kocok-kocok. Lubangi tutup botol AQUA terus semprot-semprotkan ke lantai, gosok dengan kain pel. Yah, kayak di rumah sakit gitu deh.

n. Minimalkan penggunaan sabun wajah, ganti dengan lotion pembersih dan penyegar. Jadi nggak perlu air untuk membilas. Selain itu penggunaan sabun wajah terus-terusan juga memicu terjadinya penuaan dini, kata dr. Oz.

o. Air sisa mengukus jangan dibuang, gunakan untuk mengukus bahan makanan berikutnya. Kakak ipar saya melakukannya. Atau... Kalau memang sudah benar-benar nggak dipakai, siramkan saja ke tanaman. Setelah dingin tentu saja.

p. Kalau mau mencuci menggunakan mesin cuci, tunggulah hingga baju kotor menumpuk banyak. Biar nggak boros air.

q. Daripada membilas sayuran dan buah di bawah kran bermenit-menit,rendam buah dan sayuran dengan cuka dicampur air. Perbandingannya 1:3. Terus bilas deh. Fungsi cuka di sini adalah untuk melarutkan pestisida dan menghilangkan bakteri. 

r. Gunakan bekas air pewangi/sabun cuci untuk menyikat sandal jepit, tempat sampah, dan dan lain-lain.

By the way, banyak cara juga cara menghemat air ya. Dan kebanyakan simple. Kalo gitu, mari kita praktekkan :D

2. Menyebarkan info gerakan DKUI di social media.

Hari gini siapa yang ngaku belum punya Facebook atau Twitter? Pasti punya kan. 

Nah, kan nggak semua orang tau kalau AQUA Grup meluncurkan gerakan DKUI. Nggak semua orang tahu cara-cara menghemat air. Biar informasi DKUI ini tersebar, yuk like Fans Page AQUA di Facebook: Sehat AQUA atau follow di Twitter: @sehatAQUA. Terus share atau retweet postingan yang berkaitan dengan program DKUI. Di sana juga ada postingan kesehatan yang bisa menambah pengetahuan kita. Bisa juga dengan mengunjungi web: www.aqua.com/darikita

Ayo, ayo, beritahu teman-teman kita. Semakin banyak masyarakat yang sadar dengan penghematan air, semakin banyak air bersih yang tidak terbuang sia-sia.

3. Mengikuti Lomba Infografis

Bagi yang hobi desain, bisa juga lho berpartisipasi dengan cara mengikuti "Lomba Infografis Dari Kita Untuk Indonesia".

Gambar diambil dari www.aqua.com/darikita

Info lengkap, bisa dilihat di: https://www.facebook.com/notes/sehat-aqua/kompetisi-infografis-dari-kita-untuk-indonesia-dkui-danone-aqua/859176647434998


4. Pilih AQUA

Dengan memilih AQUA, maka kita secara nggak langsung juga telah mendukung program DKUI agar bisa lebih meningkatkan jangkauan akses air bersih di seluruh Indonesia.

AQUA kan mahal? Emang :P. Tapi, Bro/Sis, ada kualitas ada harga. Ya nggak? Saya pilih AQUA karena paling mudah didapat. Di toko-toko kecil, galon yang ada ya galonnya AQUA. Selain itu, air AQUA juga segar. Apalagi pas bangun tidur langsung minum. Hmm segar sekali hehe. Iyalah. Kan AQUA berasal dari mata air pilihan.

Dulu sempat juga, jujur nih, ingin ganti air minum lain. Air galon maksudnya. Sebab banyak yang lebih murah.  Kan lumayan bisa berhemat.

Tapi... Seperti yang sudah saya sebutkan, di depo-depo air mayoritas isinya galon AQUA. Lha nanti kalau air-pengganti-AQUA itu habis (karena stoknya emang minim), saya minum apa? Ya udahlah daripada bingung, setia sama AQUA aja deh.

Bagaimana jika minum air isi ulang? Hmm, kalau bisa memberikan yang terbaik untuk tubuh saya, maka saya pilih yang berkualitas dan jelas-jelas sehat. Pernah nonton TV, air isi ulang banyak yang mengandung bakteri E. Coli. Tentu berbahaya kan bagi tubuh kita. Kan syarat air minum yang layak harus bebas dari mikroorganisme berbahaya.

Beda sama AQUA. Sebab AQUA diproses secara higienis, udah memiliki sertifikat SNI pula. Plus... ada logo MUI-nya. Pasti halal dan sehat dong ya :D. 

Bagi yang ingin bertanya lebih dalam mengenai AQUA, tinggal hubungi AQUA Menyapa di: 0807-15-88888, pulsanya tarif lokal.


Foto AQUA galon di kamar kos


Oya, teman-teman yang membeli AQUA botolan terus airnya udah abis, botolnya jangan langsung dibuang. Botol-botol tersebut bisa dimanfaatkan jadi:

1. Pot tanaman

Punya botol AQUA bekas? Manfaatkan jadi pot. Tinggal lubangi dasarnya, kasih tanah gembur, taburi dengan bibit sayuran. Voila, kita punya kebun mini sendiri yang bebas pestisida dan sehat.


Foto diambil di lantai 3, jemuran

Itu kangkungnya kering karena nyaris 10 harian ditinggal mudik pas lebaran bulan lalu. Nggak ada yang nyiram deh. Tapi udah ada tunas tumbuh tuh. Asik :D



2. Wadah untuk sabun cuci piring

Botolo AQUA 1500 ml, dipotong, jadi deh, mangkok sabun transparan.


Foto diambil di tempat kos
3. Jadi tempat deterjen atau cairan pembersih lantai.


Foto diambil di tempat kos

Sebagai penutup, sekali lagi, marilah kita bersama-sama berpartisipasi dalam menjaga pelestarian air bersih, agar bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita yang lagi krisis air. Bisa ditabung untuk anak cucu kita kelak. Sekaligus membantu mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. 

Indonesia sehat, Indonesia maju, Indonesia makmur :).

Sumber:

- http://id.wikipedia.org
- http://aqua.com
- http://the-marketeers.com
- http://readersdigest.co.id
- http://youtube.com
- http://bps.go.id
- http://ristek.go.id
- http://pplselo.or.id
- http://sindonews.com
- http://swa.co.id
- http://waspada.co.id
- http://koran-sindo.com
- http://koran-jakarta.com
- http://health.detik.com



2 comments:

Tatit said...

Semoga beruntung.aku nggak jadi ikut lomba ini, ra pede :(

Widya Ross said...

Makasih Mbak Tatit :)

Post a Comment

REVIEW LIPSTIK: POPPY DHARSONO LIQUEFIED MATTE LIP COLOR

Zaman sekarang yang namanya lipstik banyak sekali macamnya. Cuma saat ini yang lagi ngehits adalah lipstik matte yang kesat dan tahan berja...