Thursday, 14 August 2014

BAHAGIA ITU...

Dulu aku suka kagum sama buku. Lihat saja kekuatan sebuah buku. Nggak usah jauh-jauh. Pengalamanku saja. Yang paling baru saja. Pasca Ibu wafat, siapa juga yang bisa membantuku tidur nyenyak plus tepat waktu, kalau bukan buku. Waktu itu yang kubaca bukunya Christopher Paolini. Panjang umur dirimu, Mister. Biar bisa bikin cerita yang menghipnotis lagi.

Harry Potter juga gitu. Aku ingat bener waktu itu galau karena apa ya? Abis tengkar apa ya? Hahaha. Tengkar dengan beberapa (bukan satu lho) orang dekat kalo ga salah. Galau? Super! Dan imajinasi Bu Rowling, sukses membuatku lupa diri. Hah? Jadi aku di dunia manusia toh, kirain dunia sihir :P. Gitulah kalo abis baja (nggak sih, ini saking lebayku).

Aku punya angan-angan, ingiiiin sekali apa yang kutulis juga bisa menghibur orang lain. Ingiiiin bikin orang lupa sama kepelikan hidupnya. Seperti yang dilakukan oleh penulis-penulis yang buku-bukunya udah ta baca (halah, kebanyakan "yang").

Dan angan-angan tersebut terwujud tanpa kuterka-terka. Jadi... Semalam aku habis dari rumah Bu Lik. Jam setengah 10an mungkin, sampe di kos. 

Rupanya Mbak kos yang sakit berbulan-bulan, kembali. Dengan tubuh superceking (huah, shock aku). Padahal dia ngidam kepingin kurus dulunya, eeh, kurus beneran dengan cara sakit misterius. Huu,seram ya. Ati-atiiii sama keinginan. 

Singkat cerita (sengaja disingkat sebab mataku udah lelah hoho)dia rada-rada nggak berdaya. Letih lemah lesu loyo letoy lapar (kali ya? lha wong susah makan). Trus dia BBM (aku kan di lantai 2, dia di lantai 1) mau pinjem novelku. Iyaaa, novel karyakuuuu. Nggak beli???? Ah, buat orang yang baik hati padaku(dia pernah meliuk-liuk di pagi hari nganterin aku ke terminal pas Ibu masuk RS karena stroke), ta kasih ajalah.

Dan tahukah efek dari peminjaman tersebut? Aku superhepiiiii. Yak ini lebay sesi 2. Aku berharap sekali bukuku bisa membuatnya tersenyum, lupa sama masalahnya, menghiburnya kala kesepian, membantunya mengalihkan rasa nggak nyaman karena sakit.

Sesimple itulah bahagiaku kemarin. Semogaaaa makin buanyaaaak pembaca yang terhibur dengan tulisanku. Aamiin...

 

No comments:

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...