Saturday, 5 July 2014

AIR MINUM BEBAS KUMAN? PUREIT JAWABANNYA!

SAYA DAN AIR MINUM

Air putih??? Oh, dulu saya tidak suka minum air putih. Bikin pipisan. Saya menyukai air putih setelah sakit typus dan usus buntu. Waktu itu dokternya bilang, perbanyak minum air putih. Katanya air putih bagus untuk tubuh.

Pernah juga saya sakit radang tenggorokan parah. Ya ampun! Sampai tergolek 3 harian. Mana lanjut  dengan sakit maag lagi. Badan panaaas, tenggorokan sakit, mual. Bu dokter bilang, "Kurang minum itu. Minum yang banyak." Memangnya apa hubungan banyak minum dengan sakit ya? Entahlah. Waktu itu saya nggak nanya saking loyonya.
Sejak saat itu saya mulai jadi pecinta air putih. Udah kebiasaan. Kalau tenggorokan sakit, segera saya minum air putih lebih banyak dari biasanya. Sampai beser hihihi. No problemo. Asal jauh-jauh dari dokter. Biasanya sakit tenggorokannya ilang-ilang sendiri setelah banyak minum. Ajaib kan? Well, that's it, the magical of water :D.

Pengalaman satu lagi. Pas lagi program menurunkan berat badan, saya makin gila-gilaan kalau minum. Habis fitness keringat kan mengalir deras tuh, saya bisa nenggak bergelas-gelas air putih. Jadi segaaar lagi. Apalagi sama pelatih fitness juga dianjurkan banyak-banyak minum. Alhasil, bobot saya turun 10 kiloan. Ahay! Langsing bo'! Nilai plusnya lagi, kulit saya jadi cling dan kencang. Bahkan seringkali saya dikira anak sekolahan. Psst, padahal saya udah lulus kuliah, udah kerja. Hihihi. 

Nah rupanya seiring waktu, saya makin tahu manfaat minum air putih. Kalau buka majalah wanita atau tabloid, di bagian tips-tips kesehatan, selalu tercantum "perbanyak minum air putih". Mau tips merawat kulit, tips tampil cantik alami, tips menghilangkan jerawat, bahkan tips menguruskan berat badan. 

Sebenarnya apa saja sih manfaat air putih bagi tubuh?


MANFAAT AIR PUTIH

Pantas saja minum air putih banyak direkomendasikan ahli kesehatan. Manfaatnya banyak lho. Ini saya tulis beberapa saja ya. 
 

1. Memperlancar sistem pencernaan.
Jadi, bisa membuat kita terhindar dari sembelit. Eh, bener lho. Alhamdulillah, aku jarang sekali sembelit. Bahkan di bulan puasa.

2. Membantu memperlambat berkembangnya zat-zat penyebab kanker, sekaligus mencegah penyakit batu ginjal dan hati.

3. Melembabkan dan menyehatkan kulit. Yang ingin kulit kenyal, yukk banyak minum air putih :D.

4. Menyehatkan jantung.


5. Menguruskan badan. 
Sebab, minum air putih bisa bikin kita lebih kenyang. Jadi, porsi makan berkurang. Apalagi air putih bebas kalori. Nah, yang ingin langsing, silahkan minum lagi, lagi, dan lagi.

6. Menambah kesuburan

7. Membantu memperlancar peredaran darah dan pernapasan. Bahkan bisa membantu memulihkan pasien stroke.

8. Tubuh lebih bugar
Karena air adalah bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia, menurunnya jumlah air dalam tubuh menyebabkan fungsi organ tubuh terganggu. Jadi rentan terkena virus, bakteri, dll. Katanya sih, kebutuhan air dalam tubuh berkisar antara 2-2,5 liter per hari atau 8-10 gelas. Jumlah ini bisa didapat dari kuah makanan atau minuman lain seperti teh, kopi, dll. Tapi mending air putih saja deh. Kan bebas kalori. Ya nggak, ya nggak?

(Sumber: www.medscore.com diambil dari www.muslimah.or.id)

 
AIR MINUM ISI ULANG

Tahun 2012, Ibu saya meninggal. Praktis Bapak saya sering sendirian. Pembantu nggak ada yang ngontrol. Pembantu juga kerjanya cuma beres-beres rumah, setrika, nyuci. Jam 11-an sudah pergi. Saya kerja. Karena nggak ada yang rebusin air minum, Bapak beli air galon. 
Bapak kan orang awam. Jadi air minum isi ulang di depo, dikiranya sehat-sehat aja. Kalau di depo air galon bermerk habis, Bapak beli air isi ulang.

Mungkin saya juga akan berpikir begitu kalau nggak nonton tivi atau baca berita. Di beberapa daerah, ternyata air isi ulang nggak layak minum. Karena mengandung bakteri E. Coli dan bahan kimia. Bisa menyebabkan typus dan diare. Kandungan bahan kimia dalam air juga tidak baik untuk kesehatan.Pantesan air minum isi ulang rasanya agak-agak pahit. Jeng jeng! Jadi takut. 

Saya sudah protes sama Bapak. Tapi Bapak mana percaya sama saya. Pas saya lagi nggak kerja, tayangan tentang bahaya minum air isi ulang muncul lagi di tivi. Saya panggil Bapak. Percakapan kami kurang lebih begini.

Saya: "Pak, Pak. Coba liat itu. Nggak baik minum air isi ulang.

Bapak: (kedip-kedip dan melongo). "Lho, iya ya. Wah, lain kali ta usahakan beli yang bermerk aja wes.

Saya: (tiba-tiba saya ingat sesuatu). "Kenapa nggak beli yang dari Unilever itu? Apa namanya ya? (swear, saya lupa waktu. Ingatnya karena pernah ke rumah temen, di sana minumnya pakek Pureit, hanya saja detik itu saya mendadak blank)."


Bapak: "O iya ya 'itu'. Kan tinggal nuang air tok toh ke alatnya itu? Udah langsung bisa diminum."

Saya: "Nah, makanya. Beli itu. Biar nggak usah bolak-balik beli galon. Kalo galon habis, bingung. Murah kok kayaknya."

Bapak: "Oya? Wah, iya ta beli kapan-kapan.

Momen di atas terjadi beberapa waktu lalu. Lha kok tepat ya, Pureit mengadakan lomba blog tentang "Air Minum Yang Layak Dikonsumsi". Jadilah saya ikutan lomba ini.

Begitulah akhirnya. Bapak meninggalkan air minum isi ulang, beralih ke air sumur yang direbus. Syukurlah pembantu mau dimintain tolong ngrebus air. Cuma rada ribet. Apalagi kalo hauuuus, terus airnya baru diangkat dari kompor. Masih panas begitu. Ihhh, menggemaskan sekali dan menguji kesabaran hehe.

Tapiiiiii, ada yang mengganjal juga di hati, kalo minum rebusan air sumur. Denger-denger air sumur pun belum tentu layak. Waduh! Setelah saya baca di www.m.detik.com, bahaya juga katanya minum air  dari sumur dangkal. Sumur dangkal di sini maksudnya kurang dari 15 meter. Lha, sumur di rumah berapa meter ya? Nggak tau juga saya.

Menurut ahli hidrogeologis Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Heru Hendrayana, sudah tidak ada air tanah dangkal di daerah perkotaan yang memenuhi syarat sebagai air minum.

Masih menurut Dr. Heru, air tanah dangkal sudah banyak dicemari bakteri, logam berat, hingga zat berbahaya seperti nitrat. Kalau bakteri bisa langsung mati saat direbus, tapi kalau nitrat, bisa menyebabkan risiko lahirnya bayi berpenyakit baby blue. Baby Blue Syndrome dapat menyebabkan kematian pada bayi usia 3 bulan. Selain itu, akumulasi nitrat juga dapat menimbulkan sesak napas. Sekali senyawa nitrat masuk, dibutuhkan 6000 liter air untuk menetralisir. Oh, wow!

Bukan cuma itu saja. Air sumur juga rentan terkena cemaran alami seperti:


-Radionuklida atau unsur radioaktif.

-Radon, yaitu suatu gas yang dihasilkan dari pecahnya uranium dalam tanah.


-Fluor, bermanfaat sih, untuk gigi. Tapi kalau kebanyakan bisa mengganggu jaringan tulang. (Sumber: www.p2kp.org)

Menakutkan! Jangan-jangan air minum kami nggak layak. Terus air minum yang layak itu bagaimana sebenarnya?



AIR MINUM LAYAK KONSUMSI

Bicara mengenai air layak konsumsi (berarti yang sesuai standar kesehatan), dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 492/MENKES/PES/IV/2010 (bisa dibaca di sini), Pasal 3, telah disebutkan. "Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologis, kimiawi, dan radioaktif yang dimuat dalam parameter wajib dan parameter tambahan". 

Parameter yang dimaksud saya lampirkan di seperti di bawah ini:



Jadi secara umum, air minum itu harus: tidak berasa, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengandung bakteri/kuman berbahaya, dan tidak mengandung logam berat.



PUREIT  MEMBANTU MEMBERIKAN SOLUSI


Foto diambil dari: https://www.facebook.com/unileverpureitindonesia

Saya melihat secara nyata Pureit ini pas ke rumah temen. Temen saya seorang dosen. Saya ingat betul waktu itu saya minta minum karena kehausan. Dia menyuruh saya mengambil sendiri. 

Jujur, awalnya agak ragu. Setahu saya air minum dari Pureit kan air mentah. Air mentah dalam pikiran saya sama dengan air nggak higienis, air yang bikin sakit perut. Waktu kecil suka ditakut-takuti. "Awas jangan minum air mentah. Nanti sakit perut". Gitu kan? Tapi nggak ada pilihan, ya sudah, saya terpaksa minum air dari Pureit itu.

Seteguk, dua teguk, tiga teguk, keraguan saya raib. Airnya nggak ada rasanya. Sama sekali nggak berasa apapun. Bening pula. 

Airnya baik-baik saja. Maksud saya, setelah minum, saya tidak merasakan sakit perut atau apa. Padahal air mentah. Well, dari segi persyaratan fisika saja udah terpenuhi. Makanya, saya usul pada Bapak untuk membeli Pureit

Seiring waktu saya jadi tahu. Oh, ternyata Pureit itu adalah alat pemurni air minum atau water purifier dari Unilever, yang menggunakan teknologi canggih. Jadi, air tanah/PAM bisa langsung diminum jika langsung dialirkan ke wadah Pureit.

Kok bisa?

Bisa dong. Pureit kan menggunakan sistem pemurnian melalui 4 tahap yang disebut sebagai Germkill Technology


Kelayakan air minum dari Pureit sudah teruji oleh IPB, UGM, dan ITB. Bahkan sudah memenuhi kriteria pembunuh kuman paling ketat menurut Environmental Protection Agency, Amerika Serikat.

Sertifikat Pureit. Foto diambil di: Giant Supermarket Dinoyo, Malang
Sertifikat Pureit. Foto diambil di: Giant Supermarket Dinoyo, Malang

Jadi nggak perlu ragu lagi. Pureit layak minum, bebas dari mikroorganisme dan zat-zat berbahaya. Tuh sertifikatnya saja dikeluarkan dari universitas terkenal di negeri ini dan beberapa institusi internasional.


TEKNOLOGI PUREIT
 
Cara kerja teknologi pemurnian air Pureit sebagai berikut.


Pertama, saat menuang air, maka air melewati Saringan Serat Mikro. Saringan Serat Mikro berfungsi menghilangkan semua kotoran yang tampak oleh mata.


Kedua, air akan melewati Filter Karbon Aktif. Filter Karbon Aktif berperan menghilangkan semua parasit dan pestisida berbahaya yang ada dalam air.

Ketiga, air akan melalui Prosesor Pembunuh Kuman. Dengan metode "programme disinfection technology", virus dan bakteri berbahaya yang tidak terlihat, akan hilang. 


Keempat, air mengalir ke bagian Penjernih. Penjernih menyerap semua bahan berbahaya dan bau. Jadi, air yang dihasilkan tidak berbau, jernih, dengan rasa alami.

Proses Pemurnian. Foto diambil dari: http://www.pureitwater.com


Filter Karbon Aktif, Prosesor Pembunuh Kuman, dan Penjernih disebut sebagai Germkill Kitt (GKK) atau Perangkat Filter Pembunuh Kuman. GKK ini memiliki kemampuan memproduksi air layak minum sebanyak 1500 liter atau sekitar 80 galon. 

Foto diambil dari: https://www.facebook.com/FBmarket.UNILEVER.PUREIT
Keterangan Gambar: 
No 2:  Karbon aktif
No 3: Prosessor Pembunuh Kuman
No 4: Penjernih


Harga GKK (semisal menggunakan Pureit Classic) Rp. 175.000. Masa pemakaian sekitar 6-8 bulan. Ih, mahal amat! Tunggu, Bro, Sis. Mari kita kalkulasi.

Analoginya adalah Rp. 175.000=1500 liter. Berarti harga air jatuhnya cuma Rp. 117 per liter. Kalo segalon (19 liter) jadinya cuma Rp. 2.233,- Murah kan?


Nah, terus kalo GKKnya rusak, gimana kita bisa tahu? No worry. Pureit dilengkapi dengan Germkill Life Indicator (GLI). GLI akan memberitahukan kapan waktunya mengganti GKK. Kalau nggak diganti-ganti juga, maka secara otomatis proses pengaliran air mulai dari wadah atas akan berhenti. 

Foto diambil di: Giant Supermarket Dinoyo, Malang


Pembelian GKK  bisa dilakukan dengan menghubungi Suara Konsumen Pureit di: (kode area) 500-258. Atau melalui: www.pureitwater.com di bagian "hubungi kami".

Canggih ya? Hemat pula. Eh, beneran saya jadi minat. Secara jatuhnya jadi murah. Hihi. Nggak pakek ribet pula. Praktis abis.



KEUNGGULAN MENGGUNAKAN PUREIT

-Hemat tenaga, hemat gas, dan hemat listrik (untuk Pureit Classic). Eh, lupa. Hemat ongkos bensin buat beli gas dan galon juga ditiadakan:P. Jadi beneran hemat.

-Sangat praktis. Kalau kehabisan air minum, nggak usah repot ngerebus atau beli galon segala.

-Lebih aman tentu saja. Bayangkan kalau merebus air di kompor, terus lupa. Bahaya kan? 

-Dilengkapi dengan teknologi canggih yaitu pemurnian 4 tahap (Germkill Technology).

- Aman dari bakteri dan virus.

- Nggak usah beli galon.

- Garansi 1 tahun.

- Masa pakai lama yakni 5 tahun.


- Ada layanan pemasangan gratis oleh teknisi.

- Kalau ada masalah tinggal telpon ke (kode area) 500-258. Tarifnya pulsa lokal. Atau nanya-nanya di social media Pureit yaitu:
a.Twitter: @PureitIndonesia
b.Facebook: https://www.facebook.com/unileverpureitindonesia
Pureit Classic. Foto diambil di Giant Dinoyo, Malang

TIPE PUREIT


Pureit memiliki 2 tipe, yakni:

1. Pureit Classic (harganya Rp. 650.000,- dan harga GKK Rp. 175.000,-)
Tersedia dalam 2 warna yaitu: putih biru dan putih marun.

2. Pureit Marvella (harganya Rp. 2.500.000,- dan harga GKK Rp. 400.000).
Tersedia dalam warna putih biru saja.

Keunggulan dan perbedaan masing-masing tipe apa? 

Sebenarnya kedua tipe tersebut sama-sama menggunakan Germkill Technology alias 4 tahap pemurnian. 

Bedanya adalah:


A. Marvella

Foto diambil dari www.pureitwater.com

-Menggunakan 4 tahap teknologi pemurnian antara lain:

1. Filter Sedimen, untuk menghilangkan kotoran yang terlihat.
2. Filter Karbon Aktif, untuk membasmi pestisida, klorin, rasa, dan bau.
3. Filter Sedimen Plus, untuk menghilangkan partikel karbon dan lainnya.
4. Sinar UV intensitas tinggi 11 Watt, untuk melenyapkan mikroorganisme berbahaya.

-Pureit Marvella merupakan water purifier pertama di Indonesia yang menggunakan Advance Alert System dan Auto Shut Off.
Advance Alert System fungsinya bisa memberikan petunjuk 150 liter sebelum GKK habis.
Auto Shut Off berperan untuk menghentikan aliran air ketika UV dan komponen lain sudah tak berfungsi. 

-Menggunakan listrik

-Pemurnian sudah sesuai dengan standarisasi Environmental Protection Agency, Amerika

-Pengisian air disambungkan ke kran, jadi terisi secara otomatis. Lebih nyaman dan praktis digunakan, karena tidak perlu repot-repot menuangkan secara manual. Juga lebih hemat tenaga.

-Dilengkapi perlindungan tegangan listrik untuk mengantisipasi kerusakan saat terjadi perubahan tegangan secara mendadak.

-Kapasitas air hasil pemurnian 4 liter.
 


B.  CLASSIC

Foto diambil dari www.pureitwater.com
-Tanpa listrik.


-Pengisian air secara manual, jadi tidak bisa disambungkan ke kran.

-Kapasitas air hasil pemurnian 9 liter.

-Sertifikat IPB dan UGM.

-Mudah digunakan. 


-Harga terjangkau.

-Bebas kuman.


Begitulah sekilas tentang saya mengenal Pureit. Saya tadi telpon ke 500258 untuk nanya-nanya. Soalnya pas ke Giant, pengunjungnya superrame dan nggak sempat konsultasi sama petugasnya.

Akhir kata, yuk hati-hati memilih air minum. Kesehatan taruhannya. Pilih air minum yang layak, sesuai standard kesehatan. Pureit membantu kita mendapatkan air minum higienis dengan cara praktis, murah, dan hemat.
Drink a lot and get fresh :).

Sumber:
-www.muslimah.or.id
-www.m.detik.com
-www.p2kp.org
-www.hukor.depkes.go.id
-www.facebook.com/unileverpureitindonesia
-www.pureitwater.com
-www.facebook.com/FBmarket.UNILEVER.PUREIT
-brosur Unilever Pureit Marvella
-suara konsumen Pureit di 500258, dengan Mbak Fatma



Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog dengan tema "Syarat Air Minum Yang Layak Dikonsumsi".

13 comments:

Tatit said...

Semoga menang.

lathifah Iffah said...

wah, selamat mba, sudah jadi pemenang :)

Aida Maruf said...

Selamat jadi pemenang pertama ya mbak :)

Tian Lustiana said...

selamat mbak :)

Widya Ross said...

Alhamdulillah menang Mbak hehe

Widya Ross said...

Makasih :)

Widya Ross said...

makasih :)

Widya Ross said...

Makasih :)

Caroline Adenan said...

Selamat ya mba :)

Widya Ross said...

Makasih :)

Yunar Winardi said...

Mbak ini reviewnya bagus sekali, pantas menang. Selamat. Terima review produk dalam bahasa inggris tidak? Kalau iya berapa harga per review nya? Thanks.

Widya Ross said...

Yunar Winardi: Terima kasih :)
Liat produknya dulu, Yunar. Produk apakah? :)
Bisa hubungi: widya.ros@gmail.com untuk info lebih lanjut :)

Ace Maxs said...

terimakasih banyak untuk artikel ini, informasi yang bermanfaat.

http://obattraditional.com/obat-tradisional-penyakit-tipes/

Post a Comment