Monday, 17 March 2014

KASIAN TEMENKU

Dunia kayaknya makin aneh. Jadi gini. Eh, tunggu dulu. Postingan ini nggak ada hubungannya dengan statusku di Facebook. Itu beda orang lagi.

Jadi ada sepasang suami istri, pernah ke Baitullah, istrinya juga berhijab. Punya anak cewek yang sekarang jadi temenku.

Temenku ini bingung karena dia kepingin pakek hijab, tapi keluarganya malah mencibir. Coba pikir, mau menjalankan perintah agama malah dicibir. Sampai dia sedih. Parahnya lagi, karena temenku ini nggak mau pacaran, lebih digojlokin lagi. Te tot! Harusnya seneng ya, anaknya aman dari godaan.

Gimana kalau temenku pakek baju minimalis? Wah, malah didukung penuh. Bangga mereka. Anakku cantik katanya.

Oke, aku berusaha berpikir selalu ada alasan dibalik pernyataan orang tua temenku itu. Mungkin mereka trauma dengan sesuatu yang berkaitan dengan hijab (lha tapi ibunya pakek hijab tuh), atau belum siap punya anak alim kali ya.

Kasian temenku. Jadi bulan-bulanan. Hobi baca, sama keluarganya dicela. Padahal secara logika, hobi baca justru bagus, ya nggak sih? Jadinya dia sekarang limbung. Daripada dikomentarin yang bikin telinga gatel, dia pilih yang aman-aman aja. Kadang pakek baju minimalis. Udah jarang baca buku terang-terangan lagi. Dia bacanya kalo pintu kamar udah tertutup alias mau tidur.

Ah, temanku, semoga dikau diberikan kemudahan. Yang baca postingan ini, nggak usah ngasih komen-komen yang menyudutkan. Toh, nggak akan bikin keluarga temenku berubah ya nggak :P




2 comments:

Rosa Al-Rosyid said...

Jadi punya keluarga yg mendukung apa yg kita lakukan tu juga salah satu anugrah besar ya mbak....

Widya Ross said...

yup :)

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...