Monday, 3 February 2014

MANUSIA LUCU

Aku mau lari pagi. Tapi sambil nunggu kopi agak dingin, mau curhat dulu.

Ini tentang bukuku yang CURHATAN MANTAN CEWEK GEMUK. Kayaknya buku ini bikin senewen orang-orang sensi. Waktu itu aku lagi ngobrol-ngobrol. Awalnya becanda-becanda. Nah, kemudian salah satu teman, sebut saja namanya Bagus, bilang. "Subur-subur ya kita ini."

Temanku, Neni, nyeletuk. "Widya, ajarin dong biar kurus. Kan kamu bikin bukunya."

Nah, catet ya. Pas acara ngobrol nggak penting itu aku sama sekali nggak nyinggung-nyinggung perkara buku. Untuk teman-temanku yang "itu", aku juarang nyinggung tentang menulis karena mereka, ngg nggak tau deh. Hahaha. Tapi aku nyoba ngeblend. 

Oke lanjut. Belum sempat aku menjawab, temenku yang lain sudah nyolot. "Walaupun gemuk asal sehat!" katanya.

Kalian tahu reaksiku? Aku ngakak. Bukan, bukan ngetawain dia. Tapi ingat, aku dulu seperti itu. Aku dulu membohongi diri sendiri. Aku dulu jealous ngeliat orang langsing trus dipuji-puji di deketku. Aku jawab aja reaksi ketusnya dengan, "Aku diet kan karena pengen sehat." Eeeeh, dia nggak komentar lagi. Diem-diem begitu sarkas ya dia.

Lucuuuuu gitu. Diet tuh kayak nulis. Ada yang pro ada yang kontra. Percaya deh, sejuta persen. Kebanyakan yang merasa dirinya subur, pasti juga kepingin kurus. Tapi mau kurus emang nggak mudah. Aku juga ngerasain soalnya. 

Nggak masalah mereka bertahan dengan kesuburan mereka. Lha wong aku nulis buku ini untuk sharing kok. Dan menjadi gemuk, langsing, kuruss sekali, itu hak orang lain ya. Pilihan. Kenapa harus senewen? Buku ini juga bukan ditujukan untuk nyindir orang-orang subur. Ini tentang AKU! *catet!

Jadi kalo memang bertahan dengan kesuburannya, ya jangan jutek-jutek. Aku milih diet kan nggak ngembat makanan orang lain. Nggak ngabisin beras merah dia. Nganggep aku tersiksa? Believe me, aku justru harus selalu kenyaaaaang, kalo mau kurus. Makanya jangan asal ngomooooong kalo nggak tau. Hahahaha. Orang-orang tipe begini ada lho di bukuku.

Trus apakah aku tetep bertemen dengan orang-orang yang mencibir? Oh, harus! Mereka itu aset! Mereka itu ide nyata! RUGI kalo dijauhi. Berapa puluh kali naskahku dimuat media perkara orang-orang macam itu. Haha. Mereka darah tinggi, aku kipas-kipas honor. Life is beautiful indeed :D.

Nah, sekarang aku mau lari-lari sebentar. Biar langsing. Biar kalo ketemu orang-orang macam itu, ada yang nyolot lagi :P.

 

 

No comments:

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...