Sunday, 8 September 2013

LIFE IS MAGIC

Kapan hari itu, aku ngidam anggur impor. Padahal aku bukan pecinta anggur. Biasanya abis makan anggur tenggorokanku agak gatal. Nggak tau kenapa, ini tiba-tiba kepingiiiiin aja. Nah, pas udha di Giant, lha kok aku ngambil semangka. Alasannya: pas dipegang lebih dingiiiiin. Sepertinya segaaaaar sekali kalau langsung disesap airnya. Ulala...

Oke, perkara anggur impor, udah tergeser dari keinginanku. Aku makan semangka dengan rakusnya. Habis makan semangka, aku ngidam es degan. Kalau yang ini aku menyerah. Malam-malam mana ada orang jualan es degan. Ya sudah. Es degan, hengkang dari otakku.

Nah, besoknya, pas habis buka puasa, anak baru di kos mendatangi kamarku. "Mbak, ini ada buah. Kebanyakan buat aku," intinya begitu lah.

Aku bilang, "Taruh depan aja. Biar dimakan sama temen-temen. Makasih."

Aku kembali konsentrasi baca Selimut Debu. Tiba-tiba aku nyadar. Eh, kayaknya tadi ada anggur, pikirku. Keluarlah aku dari kamar. Kubuka plastiknya. Masya Allah! Beneran! ANGGUR IMPOR RED GLOBE! Aku melongo. Tuhan, ajaib sekali takdirMu dan peduli sekali diriMu padaku, pikirku. Kalau Tuhan nggak peduli, mana mungkin aku dikasih anggur ya kan?

Ini lain cerita.

Dulu, berbulan-bulan yang lalu, aku nyari bukunya Tere Liye yang Sunset Bersama Rosie. Di Gramedia nggak ada, di Toga juga nggak ada. Sampe ke Gramedia pusat pun, nggak ada. Bukannya nyerah, beberapa minggu kemudian, aku nyari lagi. Tetep nggak ada. Aku penasaran banget sama novel itu. Novel itu paling aku idam-idamku di antara novel Tere Liye lainnya. Karena, ah, ceritanya panjang. Berkaitan sama masalah temen akrabku, si Pipit. Nggak usah dibahas ya, soalnya itu masalah pribadi dia.

Akhirnya novel Sunset Bersama Rosie, raib dari daftar wishlist-ku.

Dulu, aku juga penasaran sama buku 9 Summers 10 Autumn karya Iwan Setyawan. Mau beli takutnya nggak sesuai sama diriku. Tapi aku kepingin tahu kok bisa buku ini ya, buetah di rak buku best seller. Namun lagi-lagi aku nggak beli. Alasanku: bukunya tipis dan pastinya serius. Aku memilih beli buku barunya Sophie Kinsella waktu itu, karena aku yakin sekali bakal ngakak-ngakak. Akhirnya, rasa penasaranku terhadap buku ini lenyap begitu saja.

Minggu-minggu berlalu, bulan-bulan berganti.

Tadi ini, aku ke perpustakaan umum. Aku cari di katalog online. Iseng aja. Dan pemirsa, Sunset Bersama Rosie, juga 9 Summers 10 Autumn, berhasil kutemukan. Subhanallah! Aku tercengang sekaligus terkagum-kagum. Tuhan, ajaib sekali caraMu mengabulkan keinginanku.

Aku jadi maluuuuu sekali. Akhir-akhir ini ibadahku kendur. Perasaan bad mood suka menerjang secara tiba-tiba. Mendadak galau. Nggak ada apa-apa galau. Aneh pokoknya. Ya, aku tahu. Menjelang PMS aku memang seperti ini. Tapi astaga! Dalam kondisi seperti ini, Tuhan kasih surprise dengan meminjamiku buku-buku yang sempat jadi wishlistku. Aku takjub setakjub-takjubnya.

Terima kasih, ya, Ya Allah.

Kadang ya, kita nggak perlu bersusah payah meraih sesuatu. Tahu-tahu, Tuhan kasih aja. Kadang tanpa harus berdoa tentang keinginan kita, Tuhan juga memberikan. Apalagi kalo berdoa ya. Pasti dikabulkan. Kadang, keinginan kita juga jadi kenyataan saat kita udah pasrah dan melupakan ambisi itu sendiri.

Hari ini, meskipun aku nggak jalan-jalan (tetep jalan-jalan sih, tapi nggak seharian. kalo nggak seharian brarti bukan jalan-jalan :P), tapi aku seneng. Senengnya: karena dapat 2 buku idaman (gratis pula), plus makan Fruit Pastry kesukaanku di Holland. Hehehe.

Alhamdulillah, tak terhingga kali.






No comments:

Post a Comment

REVIEW LIPSTIK: POPPY DHARSONO LIQUEFIED MATTE LIP COLOR

Zaman sekarang yang namanya lipstik banyak sekali macamnya. Cuma saat ini yang lagi ngehits adalah lipstik matte yang kesat dan tahan berja...