Friday, 27 September 2013

50 Dongengku Udah Bereeees!

Yuhuuuu.... Halo, pagi. Halo, weekend. Halo, akhir September. Dan halo, bagi siapapun yang mampir ke blogku hehehehe.

Rasanya excited sekali karena aku sudah menamatkan 50 dongeng. Fiuhhhh. Superlega. Lega karena dah selesai, lega karena kata editor ceritanya oke-oke, lega karena mikir, oh, ternyata aku bisa ya, lega setelah berpuyeng-puyeng. Khusus yang lega karena pujian editor, aku berusaha realistis. Ceritaku itu dipengaruhi oleh banyak hal. Yaitu buku-buku yang kubaca, film, kejadian yang aku lihat dan alami, plus permakan dari editor. Jadi aku nggak mau terlalu geer atau over bangga. Kalaupun nanti pembaca bilang bagus, seru, unik, lucu, Alhamdulillah. Nggak akan seperti itu kalau aku nggak suka baca, nonton, mengamati kejadian sehari-hari. Kalaupun bilang biasa aja dan sama sekali nggak seru, ya, Alhamdulillah. Berarti aku masih harus banyaaaakkkk belajar. Thanks ya, mbak editor :D. Pokoke serasa kursus nulis gratis aja. Alhamdulillah...

Nah. Kalo 50 cerita udah usai, sekarang tinggal ilustrasinya. Masih beberapa cerita yang udah jadi. Masih kurang puluhan lagi. Nggak tau nih bisa terbit sesuai jadwal apa nggak. Semoga aja ya, Aamiin. Kalo pun nggak, yaaa berarti emang takdirnya dibuat nggak on time, dan itu berarti yang terbaik :).

Tugas selanjutnya setelah nulis 50 dongeng adalah: bikin fakta unik. Dikit sih. Sekitar 150an kata. Tinggal browsing-browsing gitu. Yang keliatannya (baru keliatannya nih) puyeng lagi adalah, nyari foto-foto yang berkaitan. Totalnya ada 200 foto. Deziiiiing! Puziiiiiing nggak tuh. Semoga diberi kemudahan aja, Aamiin..

Pas nulis detik-detik terakhir kumpulan dongeng ini, serasa ada keajaiban. Kan aku kurang 11 dongeng. Aku kirim 5 sinopsisnya ke editor sekitar hari senin 23 September kemarin. Baru sinopsis lho ya. Mbak editor bilang, "Jadwal nulisnya diperketat ya, Mbak." Huaaaa, diriku dilanda panik. Apalagi, pas lagi asik email-emailan ada kabar kalo ibunya temen akrabku wafat. Ya sudahlah, email-emailan aku tinggal. Keesokan harinya, pagi-pagi juga aku langsung ke rumah duka buat nemenin sahabatku sejak kuliah itu. Dan aku masih kurang 6 sinopsis lagi sodara. Gawat, gawat, gawat! Tiap abis solat aku berdoa, minta kemudahan.

Alhamdulillah, sepulang dari sana, benih-benih ide bermunculan di kepala. Termasuk ide yang terinspirasi dari buku Titik Nol karya Agustinus Wibowo. Allah itu Subhanallah ya, kalo kasih ide. Udah deh. Enam sinopsis aku serahkan siang-siang. Dan kamis tanggal 26 September, 11 dongeng sudah aku email.  Kemarin direview sama Mbak editor dan nggak terlalu banyak revisi. Alhamdulillah.

Pas aku baca ulang ceritaku, hihihi, aneh-aneh dan lucu. Walaupun ceritanya mengandung pesan moral, tapi ciri khasku masih keliatan. Aseeeeekkkk. Makasih ya, Mbak editor :D.

Mmmm, menemukan ide 50 cerita itu nggak mudah. Sebenarnya mungkin bakal mudah kalau nggak mepet deadline. Aku sangat bersyukur karena hobi baca, hobi nonton, dan diberi kemudahan untuk menjaring ide. Jujur, sebenernya apapun yang aku tulis, itu bukan murni khayalanku. Bukan benar-benar hasil imajinasiku. Isi ceritaku nggak jauh-jauh dari apa yang tertangkap oleh panca inderaku. Kalau bisa aneh-aneh, nah itu karena aku terbiasa membaca dan menonton sesuatu yang isinya nggak biasa. Tapi sebenernya basicnya ada di dalam kehidupan nyata. Ada buku kan ya, judulnya Normal Is Boring. Nah! Kayaknya buku itu aku banget. Hahahaha.

Nanti deh kalo udah terbit, bagi siapa pun yang membaca, boleh tanya-tanya seputar penulisan buku itu. Di blog ini boleh, tapi mungkin balesnya bakal rada telat. Di inbox facebook juga boleh. Mungkin mau nanya, "Kok bisa kepikiran nulis cerita gini?", "Ide cerita ini dari mana?", dst. Semoga bisa terbit on time, Aamiiin :)

Oke deh sekian dulu. Aku mau olahraga nih. Yuk, gerakin badan :)






2 comments:

Anonymous said...

Selamat ya mba. Keren deh. Ikut nungguin terbitnya

Widya Ross said...

Makasiiiiih :D. Nggg, masalah keren atau nggak, nanti saja dibaca yaa :D

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...