Tuesday, 16 October 2012

ILMU MENULIS DARI TERE LIYE

September lalu, aku menghadiri acara seminar jurnalistik yang menghadirkan Tere Liye sebagai bintang tamu. Acara ini digelar di gedung Graha Medika Fakultas Kedokteran. Universitas Brawijaya.Saya pergi ke sana bersama penulis cute, mbak Rf Dhonna.Makasih dah nemenin, Mbak :D.

Berikut adalah tips-tips seputar menulis dari beliau. Dalam slide yang ditayangkan, beliau menuliskan, TIPS MENULIS YANG BAIK.

1. IDE

Problem penulis pemula biasanya kesulitan menemukan ide. Solusinya adalah: ide cerita/tulisan, bisa apa saja. Saat itu Tere Liye meminta peserta menulis paragraf yang mengandung kata: HITAM dan MULUT.
Saat itu, aku menulis tentang perempuan berambut hitam, yang punya kegemaran mengecat rambutnya dengan warna-warna berbeda tiap hari. Alhamdulillah, ide ini sudah aku tulis jadi cerita. Semoga dimuat :).

Nah, Tere Liye bilang, "hitam" atau "mulut" tidak harus identik dengan sesuatu yang dipikirkan oleh kebanyakan orang. Beliau memberi contoh:


Andi adalah teman baikku. Kulitnya hitam, hidungnya hitam, tangannya hitam, telinganya hitam, kakinya hitam, semua hitam. Tetapi aku yakin sekali, Andi hatinya putih.”
dan
Gadis hitam manis. Saat masa tua datang, hilang manisnya, tinggal hitamnya. Oh, dunia.”
  
Kata beliau, BOHONG, kalau penulis kehabisan ide nulis. JANGAN PERCAYA. Tapi, penulis yang baik selalu memiliki sudut pandang yang spesial.

Bagaimana cara menulis yang memiliki sudut pandang spesial? Tak ada jalan lain kecuali, LATIHAN. Beliau menyuguhkan foto tentang situasi di pasar dan bertanya, apa yang bisa ditulis dari gambar tersebut. Semua peserta seminar terdiam. Trus beliau lanjut cerita. Katanya, ada anak kecil yang melihat foto tersebut dan bilang, "Tiba-tiba ada dinosaurus menyerang pasar."

Nah! Begitulah yang spesial itu. Saat orang lain memikirkan hal umum, kita justru menemukan sesuatu yang nggak kepikiran oleh orang lain. Nggak ada tips untuk hal ini. Beliau tetap menyarankan untuk terus berlatih.

2. Menulis itu butuh amunisi.

Penulis yang baik itu selalu pandai: membaca, mengamati, mencatat, mengumpulkan, rekonstruksi, lalu menuliskan.
Kalo Tere Liye sendiri suka mengamati karakter-karakter orang melalui Facebook. Nah, demi menutupi waktu yang hilang akibat Facebook-an, beliau menulis note, status-status di fan page-nya, yang sekiranya bermanfaat bagi orang lain.

Oya, jangan pernah lupakan membaca juga ya :). Urutannya nomer satu tuh :).

Beliau juga menganjurkan untuk berlatih sinonim kata. Jadi di contoh slide, ada kata benci berada di urutan pertama, dan ada 12 nomor lagi berupa kolom, ke bawah. Kalau bisa isilah 11 sinonim yang tersisa.

3. Tidak ada tulisan yang buruk atau bagus.

Yang ada adalah relevan dan tidak relevan. Semua kembali pada selera.Novel laris yang mendapatkan banyak penghargaan pun, tetap ada yang nggak suka. Bahkan, buku Harry Potter, aja banyak yang nyela kok.Iya toh?


4.  Melatih gaya bahasa.
Boleh aja meniru gaya bahasa siapapun yang kita sukai. Seiring waktu, kebiasaanlah yang membentuk gaya bahasa kita. Jadi intinya, tetep dong... LATIHAN!


5. Mulailah dari tulisan pendek, sederhana, tapi bermanfaat. Ini juga harus... (ehem, ini akan nampol buat yang suka cari alasan) DILATIH!
Kalo di Facebook atau di Twitter bisa nulis banyak hal, bahkan sampai 1000 kata/hari, sayang dong. Seminggu udah 7 ribu kata. Kalo sebulan? Udah jadi novel tuh. Eh, aku juga suka Twitteran & Facebook-an.

6. Mengatasi mood.

Mood jelek itu anugerah. Tapi kalo terus-terusan, jadi masalah. Intinya sih kembali ke pribadi masing-masing yah. Mungkin dengan mencoba melakukan kegiatan yang berbeda. Tapi kalo terus-terusan berkelindan dengan bad mood, kembali ke niat awal jadi penulis.

Terakhir, pokoknya, lakukanlah yang terbaik. Lupakan: plot, kerangka, outline, dll. Menulislah seperti menari.

Jadi emang nggak ada tips khusus kan? Yang ada tuh kita disuruh latihan, latihan, dan latihan. eman-teman tau nggak, Tere Liye ini udah nulis sejak kapan? Jawabannya adalah SD. Beliau langsung sukses? Nggak. Bahkan suka gonta-ganti nama pena :). Ya ya. Memang kesuksesan itu nggak ada yang instan. Tul nggak?

5 comments:

Amin Ekowati said...

Keren mbak tipsnya. Makasih udah berbagi ya.

lingkaran pelangi said...

" Lupakan plot, alur, kerangka,dll. Menulislah seperti menari." Saya suka tipsnya. Terima kasih sudah berbagi tips, Mbak Widya :-)

selvy erline said...

mengatasi mood itu yg susssyyaaah ... hiks T_T

Widya Ross said...

Amin Ekowati: Sama-sama :D

Lingkaran Pelangi: Terima kasih kembali ya :)

Selvy Erline: Aku jujur, kalo ngeblog jarang mood :P.

Aira zakirah said...

wahh,, makasih artikelnya sangat membantuu:D

Post a Comment

REVIEW LIPSTIK: POPPY DHARSONO LIQUEFIED MATTE LIP COLOR

Zaman sekarang yang namanya lipstik banyak sekali macamnya. Cuma saat ini yang lagi ngehits adalah lipstik matte yang kesat dan tahan berja...