Tuesday, 16 October 2012

Boneka Dari Yuli Dimuat di Percikan Majalah Gadis


BONEKA DARI YULI

Lena tercengang. Sekali lagi dibacanya SMS dari Yuli yang baru masuk di hape Rama. Dada Lena bergemuruh karena cemburu.
Bonekanya jadi kan? Ntar malam bisa ke tempatku?
Perasaan nggak enak menyelusup di hati Lena. Yuli? Siapa Yuli? Rama nggak pernah cerita punya temen bernama Yuli? Dan Si Yuli itu membahas boneka? Lena mulai curiga. Dan entah kenapa, mendadak dia sangat marah sampai kepingin membanting hape Rama. Bahkan Lena nggak tahan ingin membalas pesan Yuli dan mengatakan “jangan ganggu pacarku”. Tapi Rama keburu muncul di lorong toilet.
Lena meletakkan hape Rama di dekat piring nasi goreng. Dia melengos jutek ketika Rama duduk. Dahi Rama berkerut.
“Kenapa?” tanyanya.
 “Ada SMS dari.. YU-LI!” sahut Lena ketus.
Rama salah tingkah. Tahu kan ekspresi orang gugup? Matanya berkedip berkali-kali, meneguk ludah, trus Rama buru-buru mengalihkan pandangan. Kalo dia nggak salah, kenapa harus bersikap begitu coba. Lena jadi nggak berselera menghabiskan Fu Yung Hai-nya. Dia hanya menusuk-nusuk makanannya itu dengan ujung garpu.
“Aku benci banget cowok nggak jujur!” sindir Lena. Rahangnya mengeras karena geram.
“Kok tiba-tiba ngomong gitu sih?”
“Selain aku, siapa cewek yang kamu dekati? Ngaku!” Lena melotot pada Rama.
Di luar dugaan, Rama malah tertegun. “Kamu ngomong apa sih?”
Lena makin gemas. Bisa-bisanya Rama ngeles padahal jelas-jelas di hapenya ada SMS dari Yuli. “Ngomong apa, ngomong apa. Ya ngomong itu tadi!!” Suara Lena hampir melengking. Beberapa pengunjung café meliriknya.
“Aku nggak tau maksudmu, Len.”
Lena kehilangan kesabaran. “Kalo kamu udah bosen sama aku, mending kita PU-TUS!! Aku nggak mau dibohongin!” Lena bangkit, menyandang tas coklatnya, dan berjalan cepat keluar café. Air matanya merebak siap menetes. Sementara itu, Rama terbengong-bengong tak paham di tempatnya.
oOo
Keputusan Lena sudah bulat. Dia nggak mau mendengar alasan Rama lagi. Kebencian sudah menguasai dirinya. Dia akan menjauhi Rama. Kepercayaannya pada cowok itu sudah raib setelah membaca pesan dari Yuli tempo hari.
Dua hari kemudian, Rama mendatangi kelas Lena. Lena pura-pura sok sibuk baca buku paket Matematika padahal Lena benci banget sama pelajaran bertabur angka tersebut.
“Len, aku minta maaf kalo emang dianggap salah.” Rama berdiri di sisi bangku Lena.
Lena mendongak. Buku Matematika diletakkannya di atas meja. Matanya bertemu dengan tatapan Rama yang tampak memelas.
“Udah deh, Ma. Jangan ganggu aku lagi. Aku udah eneg ama sikapmu,” tegas Lena. Ia berdiri, melangkah keluar kelas dengan kebencian menjadi-jadi. Rama hanya bisa mendesah pasrah.
oOo
Lena melepas headset ketika Beno, adiknya, melongokkan kepala di pintu kamar. “Kak, ada yang nyari tuh,” katanya.
“Siapa?”
“Katanya sih, Yuli.”
Hati Lena berdesir. Yuli. Apa itu cewek gebetan Rama? Mau apa dia kemari sore-sore? Jangan-jangan mau menjelaskan kalau dia nggak ada apa-apa dengan Rama. Sudah pasti, Yuli bilang begitu karena disuruh Rama. Biar Lena bisa kembali cinta, biar bisa balikan lagi, biar nggak jadi putus. Nah, kalau dia pacaran lagi sama Rama, bukan mustahil Yuli dan Rama tetap menjalin hubungan tanpa sepengetahuannya. Banyak kan kejadian seperti itu? Lena mendengus. Dia bertekad nggak mau kasih Rama kesempatan.
Beno sudah kembali ke depan televisi saat Lena berjalan ke teras. Sebelum keluar, dia mengintip dulu dari balik tirai kaca ruang tamu. Ada cowok berkaos biru, duduk di sana. Di dekat kakinya, ada sebuah kotak pink besar. Lena bingung. Itu Yuli gebetan Rama atau Yuli siapa?
Nggak mau kebingungan melingkupi benaknya, Lena membuka pintu. “Cari saya, Mas?” sapanya.
Cowok tersebut menoleh, bangkit dari duduknya. “Mbak Lena ya?”
Lena mengangguk samar tapi dahinya masih mengernyit.
“Saya Yulianto. Mau nganter boneka yang dipesen Rama dua minggu lalu. Udah dibayar juga. Katanya buat hadiah kejutan. Hari ini ultah kan Mbak?”
Jreng! Lena membeku dengan mimik terperangah. Betul! Hari itu memang hari ulang tahunnya yang ke-17. Sontak kilas balik kejadian di cafe terentang di benaknya. Jadi boneka itu? Dan Yuli? Ah! Mendadak Lena jadi kangen Rama. Dia benar-benar menyesal sudah menuduh yang tidak-tidak. Seharusnya dia nggak sembarangan mengambil keputusan. Dia bertekad mau minta maaf.

No comments:

Post a Comment

REVIEW LIPSTIK: POPPY DHARSONO LIQUEFIED MATTE LIP COLOR

Zaman sekarang yang namanya lipstik banyak sekali macamnya. Cuma saat ini yang lagi ngehits adalah lipstik matte yang kesat dan tahan berja...