Sunday, 23 September 2012

SEKILAS CERITA TENTANG KISAH BUKU "TIGA KECOAK PAHLAWAN"

First Novel: Tiga Kecoak Pahlawan
Penulis: Widya Ross
Diterbitkan oleh Tiga Ananda, creative imprint of Tiga Serangkai
Harga Rp22.000,00





Buku baru , Alhamdulillah :). Seneng? Iya dong. Tapi membatasi diri nggak terlalu larut dalam euforia. Alasannya, buku anak baru yang muncul, buanyaaaaakkk banget di tobuk. 

Harapanku pada buku ini adalah, banyak dibaca anak-anak (entah itu dari meminjam, nggak harus beli, soalnya aku juga hobi minjem buku di perpus :D), anak-anak ketawa, anak-anak nggak suka meremehkan sesuatu, dan punya keteguhan mewujudkan cita-cita.

Ide novel ini sebenarnya udah lama. Udah sejak 2010 silam, pas aku belajar nulis ke media. Aku mencoba mengirimkan cerpen tentang kecoak trus aku kirim ke Kompas Anak, juga lomba Write A Story Contest Erlangga for Kids. Dua-duanya, nggak lolos. 

Kenapa aku pilih kecoak? Karena aku habis baca artikel kalo daya tahan kecoak ini tinggi. Walopun ada radiasi nuklir, dia tetep hidup. Dan kecoak ini, sudah ada sejak zaman purba dulu. Karena itulah ilmuwan Eropa, mulai meneliti kecoak buat kemungkinan dibikin antibiotik. 

Dari situ aku nyadar. Meskipun dibenci sampe muntah pun, kecoak tetap punya kelebihan. Tahan banting dan mampu membuat para ahli punya kerjaan hahahaha. Diteliti bo'!

Aku yang sering liat kecoak jalan-jalan di lantai 1 kos, kepikiran nulis kecoak. Tapi aku nggak mau nulis tentang fantasi yang lagi booming. Kalo fantasi, fantasinya nggak boleh nanggung. Udah banyak buku fantasi nanggung yang akhirnya membuat reaksi pembaca juga tanggung hehe. Karena kapasitas imajinasiku masih nanggung, ya udah, aku bikin model seperti di buku itu.

Detik-detik mau nulis novel ini, aku baca buku Andy Stanton, serial Mr. Gum. Aku jatuh cinta sama buku ini. Buku superkacau, super-nggak-masuk-akal, supernyleneh, dan superlucu. Tapi buku ini, mendapat penghargaan. Trus, sebelum nulis buku ini, aku bela-belain nonton kartun, Tintin, sendirian ke 21. Aku nonton Shaun The Sheep juga. Aku nggak mau konflik di bukuku ini datar dan membosankan. Soalnya aku juga rewel perkara bacaan.

Awalnya, isi buku ini kacau. Nggak masuk akal. Tapi diminta editor agar dibuat rada masuk akal hahahaha. katanya mirip Sponge Bob. Aku seneng aja disebut seperti itu.Ya udah edit sana sini, pangkas sana sini karena over words. Aku kebanyakan ngoceh di buku ini :P.

Novel ini bercerita mengenai aksi tiga kecoak yaitu: Sonon ( menetas pada hari Senin), Robo (menetas pada hari Rabu), dan Komos (menetas pada hari Kamis). Para kecoak ini tinggal di halaman belakang rumah Bu Surti, seorang pembuat kue Pilus. Karena mereka kerap diejek Pus (kucing Bu Surti) sebagai makhluk menjijikkan dan nggak berguna, para kecoa ini lama-lama jengkel juga. 


Robo berangan-angan jadi seorang pahlawan biar nggak diolok-olok lagi. Nah, angan-angan Robo diremehkan kedua saudaranya. Tapi setelah Robo menceritakan kisah cacing tanah pada kedua saudaranya, mereka mulai tertarik.

Kan kalo mau jadi pahwalan kudu kuat tuh. Esok hari, ketiganya bangun subuh, lalu berolahraga. Lari keliling pohon mangga. Habis lari, latihan beban. Pake baut bekas. Psst! Ini sama kayak yang nulis. Biar sehat dan punya body proporsional, hobi banget lari sama angkat beban hihihi. Cewek kudu cantik dan sehat dong yah... *ngelantur :P

Ketika antusiasme ketiga kecoa lagi tinggi-tingginya, sebuah kabar menakutkan tanpa sengaja didengar Komos. Bu Surti berniat membuat taman. Itu berarti, wajan bekas yang menjadi tempat tiga kecoak bernaung, bakal digusur. Itu berarti nasib ketiganya terancam. Mereka galau berat membayangkan menjadi kecoak gelandangan.

Pas mau nyari remah-remah pilus di dapur Bu Surti, mereka kaget. Dapur Bu Surti masih tertutup rapat. lampu di samping rumah masih menyala. Mereka memutuskan menyusup ke dapur. Sepi. kemana Bu Surti? Setelah diselidiki, ternyata Bu Surti sakit. Kelihatannya sakit parah.

Ketiga kecoak nekat beraksi. Mereka pulang, mengenakan helm dan pelindung lutut dari stirofom, kemudian lari ke pinggir jalan. Mereka melompat pada motor penjual lumpia. Tiba di Puskesmas, mereka mendarat di sana. Adegan para kecoak saat berusaha memancing sang dokter Puskesmas mengunjungi rumah Bu Surti, cukup seru. Ada adegan kejar-kejarannya. Ada celetukan-celetukan yang waktu aku baca beberapa kali, bikin senyam-senyum sendiri.

Berhasilkan ketiga kecoak mewujudkan impian mereka? Apakah mereka selanjutnya jadi akur dengan Pus? Baca saja bukunya :).

Pokoknya kisah Tiga Kecoak Pahlawan ini lucu dan seru. Coba deh, cari di toko buku. Sebelum memutuskan beli, pinjam dulu sama yang udah punya. Atau baca buku yang udah dibuka, tiga halaman pertama aja. 


Kalo dirasa oke, silahkan beli. Kalo nggak, ya sudah. Beli buku anak lainnya saja. Karena pendapat tiap orang terhadap buku bacaan beda-beda. Aku nyadar nih. Bagiku, Twilight series, bikin ngantuk. Tapi bagi yang lain, sangat wow! Bagiku Harry Potter series, sangat impressive. Tapi bagi sebagian orang, nggak. Bahkan dikutuk habis-habisan. Ada ibu-ibu yang ngelarang anaknya megang buku sihir-sihir begitu.  Ini kenyataan. Kalo ada emak-emak mendelik gara-gara milih buku tentang kecoak, ya wes nggak apa-apa.

Berkaca dari kejadian tersebut, aku nggak mau bilang kalau bukuku: BAGUS. Yang menilai adalah pembaca. Tugasku adalah berusaha menulis dengan usaha terbaik. Novel tipis ini, openingnya aja aku rombak sekitar 6xan loh. Openingnya aja. Paragraf pembukanya. Meski pada akhirnya terpaksa aku pangkas karena kelebihan jumlah kata. Dan waktu mau nulis buku ini, aku maraton baca buku anak. Harry Potter 1, I Was A Rat, Mr. Gum & Goblin, dan The Gate. Aku kepingin, deskripsiku enak dibaca, aku kepingin tulisanku mengalir. Soalnya aku kan nulis cerpen buat media remaja, anak, dewasa. Khawatir kecampur-campur.

Mmm... Segitu aja deh sekilas cerita mengenai buku baruku, "Tiga Kecoak Pahlawan". Yang udah beli, mohon pinjemin pada yang belum bisa membeli, biar buku ini menyebar kemana-mana. Biar anak-anak terhibur. Biar mereka ketawa. Tapi kalau emang mau beli, aku juga seneng hihihi.Oke deh, selamat membaca aja, bagi yang pegang bukunya ya :) Oya, buku Tiga Pahlawan Kecoak ini nggak cocok bagi:


- orang yang anti-tertawa
- orang yang realistis
- orang yang nggak suka berimajinasi
- dan orang yang nggak suka buku cerita





Dan jangan lupa, just info nih, coming soon ada buku baru lagi terbitan BIP, KUMPULAN DONGENG SUPER ANEH. Lagi diilustrasi. Isinya? Dongeng-dongeng lucu yang nggak masuk akal. 


Oke deh. Segitu aja. Met baca :)


8 comments:

arr rian said...

wah terima kasih mbak atas sharingnya :D
Klo sempat mau beli buat mempelajarii ceritanya, :D

Widya Ross said...

Yukkkk! :)

Wahyuti said...

Keren mbak Widya, Ntar masuk daftar belanja deh, :)

Widya Ross said...

Yuuuuukkk! Mbak Sri Wahyuti :D

Vanda Arie said...

Selamat Widya :) baca warning terakhirnya asli ngakak aku :D harus punya buku kecoaknya nih, pingin belajar gaya nulis kacau dan ga masuk akal *-*

Rahmi Aziza said...

mak, suamiku dulu pernah bikin komik anak tentang kecoak, trus kata penerbit banyak orangtua yang berkeberatan kenapa tokohnya kecoak, padahal tokoh kartun tikus aja ada ya...
jadi pnasaran sama kecoaknya mba Widya nih

Widya Ross said...

Terima kasih :). Sebelumnya, aku kasih tau dulu Mbak Vanda. yang nggak masuk akal, kebanyakan udah aku edit. Sesuai permintaan editor. Buku yang bener-bener nggak masuk akal tuh bakal diterbitin BIP. Masih diilustrasi :)

Widya Ross said...

Beberapa orang ada yang nggg... gimana ya, semacam "Kok Kecoak sih??", "Ih! Aku jijik Kecoak!", dll. Tapi aku cuek aja. Terserah :). Tiap buku biasanya emang ada kontroversinya. Saranku, dioper ke penerbit lain aja, Mbak. Silahkan hunting di tobuk. Kemarin aku nyari di Gramed blm ada. masih First Novel yang lama adanya.

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...