Saturday, 11 August 2012

Puisi Rudyard Kipling 1909

Puisi ini ada dalam buku MAKE YOURSELF UNFORGETTABLE by Dale Carnegie Training, terbitan Gramedia. Gara-gara baca  puisi di bab Pendahuluan, akhirnya aku memutuskan membeli buku ini. Ini dia:

******************************************************************
Bila kau bisa tetap menegakkan kepala ketika semua orang di sekitarmu
Tak dapat melakukannya dan mereka menyalahkanmu;
Bila kau bisa menaruh kepercayaan pada dirimu ketika semua orang meragukanmu,
Tetapi kau juga memperkenankan keraguan mereka;
Bila kau bisa menunggu dan tidak lelah menunggu,
Atau, dibohongi, tapi tidak berbohong,
Atau, dibenci, tapi tidak membenci,
Namun kau tidak tampak terlalu baik, dan berbicara dengan bijak:

Bila kau bisa bermimpi--tapi tidak diperbudak mimpimu;
Bila kau bisa berpikir--tapi tidak menjadikan pikiranmu sebagai tujuanmu;
Bila kau bisa menghadapi Kemenangan dan Bencana
Dan memperlakukan kedua penipu ini setara
Bila kau mampu mendengar kebenaran yang kau ucapkan

Dipelintir oleh para bajingan untuk membuat perangkap bagi orang bodoh
Atau melihat hal-hal yang kau curahkan untuk kehidupanmu menjadi hancur,
Dan membungkuk dan membangunnya dengan alat-alat usang;

Bila kau bisa membuat semua kemenangan menjadi satu tumpukan
Dan merisikokannya pada sebuah permainan lontaran-dan-lemparan,
Dan kalah, dan memulai lagi dari awal,
Dan tak pernah mengucapkan sepatah kata pun tentang kekalahanmu;
Melayani giliranmu jauh setelah semua itu tiada
Dan terus bertahan ketika tidak ada sesuatu dalam dirimu
Kecuali Kemauan yang mengatakan padanya: "Bertahanlah";

Bila kau bisa berbicara dengan kerumunan orang
dan mempertahankan kebajikanmu,
Atau berjalan dengan para Raja--dan tidak kehilangan sentuhan umum;
Bila baik musuh maupun teman tak dapat menyakitimu;
Bila semua orang berhitung bersamamu, tapi tidak terlalu banyak;
Bila kau bisa mengisi menit yang tidak kenal ampun
Dengan berlari jauh selama enam puluh detik,
Dunia dan seluruh isinya kan menjadi milikmu,
Dan--lebih dari itu--kau akan menjadi Manusia dewasa, putraku!
 *****************************************************



2 comments:

Shabrina ws said...

Eh, lama gak main ke sini. Wew...apik yo kayaknya bukunya :)

Widya Ross said...

Apik Mbak :)

Post a Comment

Resensi Novel Pergi: Menetapkan Tujuan Hidup Ketika Berada di Persimpangan

"Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, kemana hendak pergi, melalui kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ...